SUMUT

NASIONAL

Polisi dan Massa Saling Serang di Karo Pada Simulasi pengamanan Pemilu 2019

Jumat, 22 Maret 2019 | 22.53 WIB
Kali Dibaca |


KARO-METROKAMPUNG.COM
Aksi saling dorong dengan Polisi tidak dapat dihindari setelah massa memprotes hasil pemungutan suara di Pemilu 2019, Jumat (22/03).  Massa yang marah ini menuntut agar komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karo jangan bertindak curang dalam penyelenggaraan Pemilu.

Sehingga kericuhan dan bentrok antara petugas keamanan ini tak dapat terhindari. Massa semakin beringas melawan, menendang dan melempari batu ke petugas anti huru hara. Kericuhan ini merupakan bagian dari simulasi kontijensi pengamanan pemilu 2019 yang digelar di lapangan bola Samura, Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Remus Hutajulu, Sik dan Dandim 0205/TK Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara, SE sekaligus melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata Toba 2019 yang diikuti ratusan personil TNI, Polres, unsur Forkopimda dan masyarakat sebagai massa aksi.

Kapolres Tanah Karo mengatakan tujuan dilaksanakan simulasi tersebut adalah untuk mengetahui kesiapsiagaan dan kekuatan personil jelang Pemilu 2019 yang sudah diambang pintu. “ Simulasi ini adalah bagian dari rangkaian latihan pengamanan Pemilu 2019 yang diinisiasi TNI/Polri. Kurang lebih ada 400 personil yang akan terlibat dalam melakukan pengamanan,” Kapolres.

Selain itu, katanya lagi, latihan ini juga untuk menangani situasi dan kondisi pengamanan pasangan calon. Begitu juga dengan para personil yang harus paham akan tugasnya selama pelaksanaan pemilu. Personil harus tetap siaga dalam menjaga kekondusifan khususnya di wilayah Tanah Karo.

“ Melalui apel gelar pasukan Mantap Brata Toba kita dapat meningkatkan sinergi TNI/Polri dengan instansi terkait dalam rangka mewujudkan Pemilu serentak 2019  yang aman, damai , sejuk dan tertib,”ujarnya.

Hal ini bertujuan guna memberikan gambaran secara jelas tahapan demi tahapan baik tindakan yang diambil oleh Kepolisian maupun pelibatan satuan dalam pengamanan unjuk rasa. Sehingga diharapkan sinergitas TNI/Polri dalam mengawasi dan mengamankan pesta demokrasi dapat berjalan profesional dan akuntabel.

Yang mana penanganan konflik seperti ini, pengamanan objek yang paling vital yakni kantor KPU yang disimulasikan terjadi unjuk rasa yang tidak terkendali. Sehingga perlu adanya ekstra penanganan oleh anggota TNI-Polri.

Hal senada juga disampaikan dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batu Bara, yang mana latihan tersebut untuk melatih kesiapsiagaan personil Polres dari aspek prosedur dan mekanisme tugas sesuai ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. Sekaligus dalam rangka penyamaan persepsi tahapan tindakan pengamanan mulai dari pemilihan legislative hingga pemilihan Presiden serta Wakil Presiden Tahun 2019.

“Hasil dari kegiatan hari ini akan menjadi bahan evaluasi nantinya. Oleh sebab itu, seluruh personel TNI juga diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam kegiatan pelibatan pengamanan Pemilu Serentak.  Tak terkecuali juga dengan seluruh pihak yang terkait agar dapat mendukung dan saling bekerjasama selama berjalannya Pemilu 2019,” harapnya.

Ia mengatakan, TNI akan selalu siap memback up kepolisian bila sewaktu-waktu dibutuhkan demi keamanan dan kelancaran jalannya proses Pemilu 2019 di Tanah Karo.

Pantauan wartawan, latihan ini dilaksanakan beberapa simulasi eskalasi kerusuhan massa dari mulai level normal atau aman sampai dengan tingkat paling membahayakan dimana para demonstran melakukan perusakan dan melakukan tindakan anarki.

Beberapa tahapan penanganan diperagakan dari mulai proses negosiasi sampai dengan penindakan. Petugas Polisi menurunkan pasukan TNI hingga akhirnya berhasil mendesak mundur dan membubarkan pasukan demo.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Karo cory Sebayang, Danyon 125/Simbisa Mayor Inf. Anjuanda Pardosi, anggota DPRD Karo, tamu undangan dan masyarakat Karo.(amry/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru