SUMUT

NASIONAL

GS Guru Honorer Diintimidasi Oknum A Mengaku Dari Polres Simalungun

Selasa, 09 April 2019 | 13.02 WIB
Kali Dibaca |


Simalungun, metrokampung.com
Setelah naiknya berita terkait dugaan pungli oleh Kepsek SMP N 1 Tanah Jawa inisial “TA dan menjadi viral di media sosial Facebook bahwa kabar tidak enak kita terima dari salah seorang guru honorer PTT yang mengajar di SMP N 1 Tanah Jawa mengaku pada hari minggu 7 Appril 2019 menerima telfon dari seseorang oknum inisial “A yang mengaku dari Polres Simalungun

Dalam pembicaraan via telfon tersebut si oknum inisial “A yang mengaku dari Polres Simalungun mengatakan bahwa guru honorer tersebut telah melakukan penyebaran berita “Hoax terkait dugaan pungli biaya perpanjangan SK PTT yang diduga dilakukan oleh kepsek SMP N 1 Tanah Jawa “TA. Wartawan mencoba konfirmasi hal ini dengan kepsek SMP 1 Tanah Jawa sdr. TA namun tidak ada balasan atau jawaban dari yang bersangkutan.

Salah satu saudara dari honorer yang mendapat telfon dari oknum yang mengaku bertugas di Polres Simalungun tersebut mencoba menghubungi nomor yang digunakan oleh oknum yang mengaku dari polres simalungun “Saya dari polres simalungun bertugas di polsek Tiga Balata. Nasehati saudara mu itu Jangan asal “ demikian jawaban nya . Saat ditanya pangkat dan unit atau kesatuan nya langsung marah “ada apa ini kok nanya detail ?? . menurut saya bila seorang oknum adalah petugas tidak akan menutup nutupi nama , pangkat dan unit atau kesatuan nya.

Sekedar mengingat kembali dugaan pungli biaya perpanjangan SK PTT yang sebelumnya diberitakan rp.1.200.000 ternyata setelah klarifikasi ulang dengan honorer biaya perpanjangan SK PTT tersebut sebesar rp.1.700.000 dimana dalam salah satu percakapan dalam video yang berhasil direkam tersebut “Kalau yang 200 itu untuk pengaman disana” ini diduga suara Kepsek SMP N 1 Tanah Jawa inisial TA. Adanya kata “Disana” perlu untuk ditindak lanjuti oleh aparat penegak hukum.

Dan dalam percakapan lainnya “Sebenarnya saya sudah malu SMP 2 Huta Bayu…SMP 3 Huta Bayu Sudah Menyetor” dan suara ini diduga suara Kepsek SMP N 1 Tanah Jawa sdr.TA ,berdasarkan rekaman ini perlu dikembangkan hal ini oleh aparat penegak hukum dengan meminta klarifikasi dari Kepsek SMP 2 Huta Bayu dan Kepsek SMP 3 huta Bayu apakah mereka benar ada menyetor dan menyetor kepada siapa atau pihak mana?(ms/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru