SUMUT

NASIONAL

Bupati Ashari Tambunan Terima Penghargaan HUT Otda Tingkat Sumut

Kamis, 02 Mei 2019 | 23.14 WIB
Kali Dibaca |


Lb Pakam - metrokampung. com
Bupati Deli Serdang  H Ashari Tambunan terima penghargaan dari Gubernur Sumatera Utara Letjen (Purn) H Edy Rahmayadi atas kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah bersama Wali Kota Medan, Siantar, Bimjai, Tebing Tinggi, Kabupaten Asahan dan Kabupaten Humbang Hasudutan pada upacara peringatan hari otonomi daerah ke 23 tingkat provinsi sumatera utara di lapangan upacara kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (24/4).

Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke 23 Tahun 2019, tingkat  Kabupaten Deli Serdang berlangsung khidmat  dengan Irup Wakil Bupati Deli Serdang Drs HM A Yusuf Siregar    dihadiri  ribuan  ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang di  halaman Kantor Bupati , di Lubuk Pakam.

Wabup HMA Yusuf Siregar  selaku Irup  membacakan amanat Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo yang bertemakan  “ Meningkatkan kualitas sumber daya manusia indonesia yang lebih baik melalui penyelenggaran otonomi daerah yang kreatif dan inovatif “.


 Mendagri katakanan bahwa  tidak     bisa        dipungkiri, selama 23 tahun implementasi  Otonomi Daerah sudah begitu banyak hal positif yang dirasakan rakyat Indonesia   antara lain  pembangunan sarana dan prasarana semakin menggeliat sesuai potensi daerah dengan tingkat akurasi  yang tinggi  serta mengakomodir keinginan masyarakat. Otonomi daerah telah mendorong adanya proses pengambilan keputusan publik yang lebih partisipatif /juga demokratis lewat pemilihan kepala daerah.

Buah positif lainnya dari otonomi daerah yang kita rasakan bersama adalah munculnya pemerintahan yang lebih responsif akan kebutuhan masyarakat setempat. peran aktif masyarakat dalam  memberikan kontrol sosial juga turut terdorong  sehingga tercipta  pemerintahan   yang lebih transparan dan akuntabel. selain itu banyak bermunculan inovasi-inovasi yang dilakukan daerah dalam upaya membangun dan mensejahterakan masyarakatnya.

Untuk itu, menjadi tantangan besar bersama yaitu bagaimana menyebarkan sebanyak mungkin buah positif otonomi daerah ke penjuru tanah air terutama saudara-saudara kita yang berada di pulau-pulau terpencil, terluar dan daerah perbatasan atau mereka yang mendiami halaman depan Republik ini.

Namun dari semua yang telah dicapai, tentunya masih banyak kerja-kerja yang harus kita tuntaskan untuk itu pada ke├žempatan ini saya menekankan tiga hal yang menjadi perhatian bersama yaitu  Otonomi daerah secara nyata telah mendorong budaya demokrasi di tengah-tengah kehidupan masyarakat, Otonomi daerah juga telah mampu memberikan nuansa baru dalam sistem pemerintahan daerah, dari sentralistik birokratis kearah desentralistik partisipatoris, dengan tetap dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Otonomi daerah telah menumbuhkembangkan iklim kebebasan berkumpul, berserikat serta mengemukakan pikiran secara terbuka bagi seluruh masyarakat.

Dengan demikian masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif untuk turut serta membangun daerahnya  dan dengan desentralisasi yang telah berjalan selama ini, maka berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat, tidak lagi melalui proses panjang dan berbelit-belit  tetapi menjadi sangat efisien dan responsif. Melalui kebijakan desentralisasi, pemerintah daerah telah diberikan kewenangan yang lebih luas dalam mengelola dan menggarap potensi ekonomi yang ada didaerah. Dengan demikian, maka berbagai aktivitas ekonomi didaerah dapat bertumbuh dengan pesat.(dra/mk)

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru