SUMUT

NASIONAL

Pangkalan LPG 3 Kg dan 12 Kg Meledak di Tanjungbalai, 1 Luka, Label Gas 3 Kg Labura Didapati di TKP

Jumat, 03 Mei 2019 | 02.22 WIB
Kali Dibaca |

POLICE LINE : TKP ledakan di Pangkalan gas bersubsidi 3 Kg dan LPG 12 Kg milik Triswansyah Putra di Jalan Prof. HM Yamin Keramat Kubah Kecamatan Sei Tualang Raso Tanjungbalai dipasang police line seusai meledak, Kamis (2/5), sekitar Pukul 07.15 WIB, yang mengakibatkan 1 korban luka bakar.

Tanjungbalai-metrokampung.com
Pangkalan gas bersubsidi 3 Kg dan LPG 12 Kg milik Triswansyah Putra di Jalan Prof. HM Yamin Keramat Kubah Kecamatan Sei Tualang Raso Tanjungbalai meledak, Kamis (2/5), sekitar Pukul 07.15 WIB. Akibatnya, satu orang yang merupakan karyawan gudang diketahui Faisal mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke rumah sakit setempat untuk dirawat intensif.

Selain korban luka, ledakan itu mengakibatkan satu unit sepeda motor juga rusak parah, dan gudang penyimpanan gas yang terbuat dari beton juga retak retak. Bahkan, pintu gudang sampai melayang ke rumah tetangga seberang akibat kuatnya ledakan.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, ledakan dikarenakan salah satu tabung gas 3 Kg dan 12 Kg yang tersimpan didalam gudang diduga bocor, kemudian karyawan pangkalan gas menghidupkan sepeda motor dalam waktu bersamaan terjadi ledakan dashyat hingga mengejutkan warga sekitarnya.




Dari keterangan warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, pangkalan gas tersebut disinyalir sebagai tempat penimbunan gas ilegal serta tempat pengoplosan gas bersubsidi 3 Kg kedalam tabung gas 12 Kg. Pangkalan tersebut setiap hari beraktivitas menjual gas. Namun warga menaruh curiga karena hingga larut malam di pangkalan itu seringkali ada aktivitas keluar masuk gas, baik 3 Kg maupun 12 Kg.

"Kalau dibilang pangkalan gas itu biasanya pagi sampai siang tapi kita lihat sampai malam pun mereka beraktivitas. Kita tidak tahu apa yang dikerjain mereka sampai jam 2 malam ada aktivitas suara tabung gas. Bau gasnya itu juga sudah kami rasakan selama ini. Kecemasan dan ketakutan kami pun sudah ada. Kita tidak tau apakah itu diduga tempat gas oplosan atau tidak karena ruangan tersebut tertutup." ujar seorang warga yang dipanggil neneng oleh warga lainnya.

"Kita herannya kenapa aktifitas itu sampai tengah malam lagi pula ada suara bunyi gas baunya itu tetap ada tapi namanya kita bertetangga, selagi kita gak kenapa napa kita tidak pernah komplen. Tapi sampai sekarang kita menggelegar mengingat satu orang korban atas nama Faisal Lubis sudah dilarikan ke RSUD Tengku Mansyur Tanjungbalai, rambutnya gosong sementara pemiliknya selamat dan sudah dibawa ke kantor polisi, "cetus warga lainnya.

Hal itu dikuatkan dari amatan wartawan dilokasi kejadian, didalam pangkalan gas terdapat ratusan tabung gas bersubsidi 3 Kg tanpa segel atau label dan puluhan tabung gas LPG 12 Kg yang berisi gas dan yang sudah kosong. Dan dilantai pangkalan terlihat beberapa segel/cap gas bersubsidi berwarna hitam bertuliskan PT. Jep Putera Gasindo agen Elpiji 3 Kg Dusun Simpang Siranggong Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labura.

Lokasi TKP tertera 2 plank yaitu Pangkalan gas dengan nama Triswansyah Putra, Agen CV. Sukses Teguh Gemilang, dengan nomor ijin NIAP 11-4-294 dan plank Agen LPG NPSO PT Pertamina KPN-PPSB dengan nama pemilik yang sama.

Kapolsek Sei Tualang Raso Iptu J Gultom saat dimintai keterangannya terkait ledakan tersebut mengatakan bahwa perkara itu ditangani Polres Tanjungbalai. "Silahkan ke Polres saja bang. Polres yang menangani, dan semua barang bukti serta pemiliknya juga sudah dibawa kesana," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai Sik melalui Humas Iptu AD Panjaitan kepada wartawan membenarkan terjadinya ledakan pangkalan gas tersebut. Namun dirinya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut dengan alasan masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan Sat Reskrim Polres Tanjungbalai. "Saat ini kita belum bisa memberikan keterangan, karena masih dalam proses. Intinya untuk saat ini kita membenarkan kejadian itu. Dan korban juga sudah dirawat di rumah sakit. Nanti kalau sudah selesai akan kita sampaikan iya, "ucap Humas melalui telepon selulernya. (RS/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru