SUMUT

NASIONAL

Bupati Dairi, KemKominfo dan PT. MSMB Kunjungi Desa Perjuangan Untuk Memperkenalkan Teknologi Pertanian

Senin, 24 Juni 2019 | 21.22 WIB
Kali Dibaca |


Dairi, metrokampung.com
Bupati Dairi Dr. Eddy K. A Berutu dan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) melakukan kunjungan lapangan dalam rangka Implementasi Pertanian Presisi Smart Farming dan Pemasangan SOIL and Weather Sensor ke Desa Perjuangan Kecamatan Sumbul Senin (24/06/2019). Dalam kegiatan tersebut turut hadir Plt. Direktur Ekonomi Digital, Wijayanto selaku Kasubdit Pengembangan Ekonomi Digital Pertanian dan Perikanan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Chief Marketing Officer PT. MSMB A. Trianita Hesti, Ketua TP-PKK Ny. Romy Mariani Eddy Berutu, Camat Sumbul Drs. Tingki Simamora, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Dairi Anton Sihaloho, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs. Leonardus Sihotang, Kepala Dinas Pertanian Ir. Herlina Tobing, Kepala Desa , Penyuluh pertanian, Kelompok Tani dan masyarakat Desa Perjuangan.

Bupati Dairi Dr. Eddy K. A Berutu dalam sambutannya menyampaikan dalam upaya peningkatan pendapatan melalui penerapan smart farming sebuah sistem pertanian berbasis teknologi Pemerintah Kabupaten Dairi mengembangkan pola kerjasama kemitraan yang dimana untuk membantu masyarakat Kabupaten Dairi untuk peningkatan kapasitas-kapasitas untuk akses kepada teknologi dan bersama-sama mencari terobosan untuk peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Dairi.



"Pemerintah Kabupaten Dairi akan terus membuka kerjasama dengan kemitraan baik itu asosiasi, Non Government Organization (NGO), dan Badan-badan lain untuk meningkatkan produktivitas petani di Kabupaten Dairi". ujar beliau. Atas dukungan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Desa yang berkolaborasi dengan PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa Kabupaten Dairi mendapat kesempatan untuk penerapan Presisi Smart Farming yang salah satunya dalam bentuk pemasangan alat SOIL and Weather Sensor untuk merekam perubahan cuaca yang terjadi secara langsung, mengukur intensitas hujan, dan untuk meningkatan pengukuran suhu atau temperatur.

"Saya percaya bahwa kita para petani sudah mendapatkan pengalaman dari orang tua secara turun temurun dan saya salut kepada para petani, hanya orang-orang tangguhlah yang bisa bertahan di dalam pertanian karena perputaran uang di Kabupaten Dairi ini berasal dari sektor pertanian dan Pemerintah Kabupaten Dairi ingin memastikan bahwa petani-petani kita terus berproduksi dan menyuplai yang dihasilkan ke seluruh dunia" ujar beliau. Beliau juga menambahkan bahwa kopi Sidikalang ini sadar atau tidak sudah ada di luar negeri, Pemerintah Dairi juga akan memacu diri untuk pengembangan Kopi Sidikalang dengan Pemasangan SOIL and Weather Sensor sehingga hasil pertanian  yang sudah baik akan lebih baik lagi kedepannya sehingga Indonesia khususnya Kabupaten Dairi ini akan lebih terkenal lagi di dunia dengan hasil pertaniannya.

Sementara itu, Chief Marketing Officer PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa A. Trianita Hesti menyampaikan tujuan pemasangan SOIL and Weather Sensor adalah untuk memberikan informasi secara real time, tepat dan presisi kepada petani yang lahannya ada disekitar alat tersebut. Alat ini mempunyai fungsi untuk membuat data berupa log dan dengan data tersebut maka dapat digunakan oleh peneliti untuk memprediksikan cuaca yang dimana tersinkron ke satelit BMKG. Alat ini menggunakan daya baterai atau baterai isi ulang dan dapat juga dikombinasikan sehingga dapat menghasilkan sumber daya yang lebih lama.

Dengan menggunakan alat ini petani di saat melakukan pemupukan sesuai dengan dosis yang dibutuhkan tanah. Keberadaan sensor tanah dan cuaca yang terpasang di lahan pertanian, juga akan membantu petani dalam memantau kondisi tanaman. Data yang dapat diperoleh dari sensor ini diantaranya seperti kelembaban udara dan tanah, suhu, pH tanah, kadar air, hingga estimasi masa panen dan terintegrasi dengan aplikasi berbasis android RiTx, peringatan dini akan diterima petani jika terjadi anomali terhadap kondisi lahan mereka dan petani juga akan mendapatkan rekomendasi demi mencegah terjadinya kerusakan terhadap lahan dan tanaman. Beliau juga menyampaikan data untuk tofografi bisa digunakan dengan penggunaan Drone Surveillance yang dimana dari hasil pemetaan, petani bisa mengetahui kondisi tanaman di lahan mereka.

 "Jangan lupa download aplikasi RiTx bertani semuanya terhubung dengan informasi real time secara mudah, petani bisa mendapatkan informasi tentang kondisi lahan mereka hanya dalam genggaman tangan mereka," himbau beliau.

Sebagai informasi, sebelum melakukan kunjungan ke Desa Perjuangan Kecamatan Sumbul, Bupati Dairi Dr. Eddy K. A Berutu dan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa melaksanakan sosialisasi dalam rangka Implementasi Pertanian Presisi Smart Farming dan Pemasangan SOIL and Weather Sensor di Aula Rapat Bupati Dairi.(Atur/Bill/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru