SUMUT

NASIONAL

Bupati Karo : Jalur Alternatif Desa Peceren Menuju Simpang Pelawi Tongkoh Segera Dibuka Dalam Menyambut Festival Bunga dan Buah

Selasa, 11 Juni 2019 | 20.58 WIB
Kali Dibaca |

Bupati Karo Terkelin Brahmana tinjau jalan alternatif Peceren - Pelawi Tongkoh.

KARO - METROKAMPUNG.COM
Pasca lebaran H+4 wisatawan dan turis padati pengunjung ke kota Berastagi  sekitarnya yang terkenal sebagai kota wisata, hal ini terlihat dibeberapa titik seperti objek wisata Gundaling, Taman Mejuah Juah, pajak buah, Tongging Sipiso piso, dan Fundlun Mikie Holiday.

Membludaknya tamu tersebut menyebabkan sejumlah ruas jalan mulai dari   tongkoh - Berastagi macat, karena adanya penambahan volume  kendaraan para tamu yang  lebih dominan banyak menggunakan roda empat ketimbang roda dua.

Sebelumnya, Hal ini jelas terlihat titik puncak  kemacatan terdapat didepan hotel mikie holiday (8/6), sehingga Antisipasi ini kita perlukan jalur alternatif mengurai kemacatan minimal dekat hotel mikie holiday kendaraan susah dapat kita rekayasa agar tidak berjam jam dari tongkoh - Berastagi atau sebaliknya. Kata Terkelin Brahmana disela sela meninjau jalan alternatif didesa peceren  (deleng singkut) kec. Berastagi, Selasa (11/6) pukul 15.00 wib.

Turut hadir dalam  Peninjauan jalan alternatif tersebut kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi Msi, kepala PU PR Ir. Paten Purba, kabid Bina Marga PUPR Mitcon Purba, Camat Berastagi Murton Ketaren dan kadus IV desa peceren sempa Jaya ahmad Karo sekali.

Menurut Bupati Karo jalan ini kita tinjau karena  saya bersama keluarga saat pulang dari Mikie holiday (8/6) saat nikmati liburan lebaran, hendak ke Kabanjahe, sangat tidak bisa melewati kearah Berastagi karena antrian kendaraan sepanjang 2 km sudah terjebak, kendaraan jalan merayapun sulit, hal ini saya ambil jalur ke arah dolat rakyat menuju arah sampun-bukit-seberaya - Tigapanah tembus kabanjahe," sebutnya.

Dasar ini, sekarang kita tinjau agar kedepan jalan kearah Berastagi dari tongkoh supaya tidak seperti yang kita ketahui, ini juga sekaligus Antisipasi Even festival pesta bunga dan buah  bulan juli yang akan digelar Pemkab Karo.

Untuk itu, segera akan kita benahi dulu jalan alternatif peceren ini tembus ke simpang Pelawi tongkoh  dalam arti kata kita bersihkan dan dibuldoser sekitar jalan, dan untuk sementara akan kita timbun yang berlubang agar kendaraan dapat lewat, sehingga mengurai kemacatan nantinya," ujarnya.

Intinya, kedepan PUPR dan bappeda selaku teknis segera adakan pembersihan sebelum dalam P-APBD 2019 tampung anggaran peningkatan jalan ini," katanya.

Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi Msi mengatakan akan segera berkordinasi dengan kadus peceren dan perangkat desa untuk meminta surat pernyataan bagi pemilik lahan ladang pertanian sekitar kiri kanan jalan, setelah ada surat ini maka keesokan harinya kita turunkan alat berat untuk adakan pembersihan," ungkapnya.

Pembersihan ini kita lakukan untuk mendorong tanah dan pelebaran jalan agar bersih dan jalan yang berlubang akan kita timbun pakai pasir nantinya, sebab jalan  ini sudah ada lebar 3 meter sekarang  dan panjangnya ada sekitar 500 meter, menurutnya Ia akan  mengusahakan agar dapat diberlakukan rekayasa lalin nantinya bulan juli saat Even nasional festival  pesta bunga dan buah terselenggara di kota Berastagi," tambahnya.

Rekayasa lalin ini nantinya pihak sat lantas polres Karo bersama Dishub kab karo akan kita infokan jika jalan ini sudah dapat dilalui, namun demikian kita bersabar dulu, karena kita masih menunggu surat dari pembebasan tidak keberatan dari warga," imbuh Sianturi.

Sementara Sadarman Tarigan selaku perangkat desa peceren sempa Jaya mengemukakan bahwa jalan deleng singkut ini sebenarnya dari dulu sudah dibebaskan oleh pemerintah, seingat saya jalan ini lebar 8 meter milik pemerintah," katanya.

Kendati, tidak diurus dan dirawat pemeliharaan oleh dinas PUPR kab. Karo akhirnya pinggir kiri - kanan  jalan ini diserobot warga dan dijadikan sebagai lahan pertanian untuk ditanami, lain itu tidak ada," ujarnya.

Untuk itu, jika Pemkab karo  ingin meminta surat pernyataan dari warga untuk akses pembersihan kedepan, maka hal ini akan saya usahakan, dan tidak masalah, sebab warga juga senang jika ada kepedulian Pemkab untuk memelihara kembali jalan ini, yang sekian tahun tidak ditata dan dirawat," katanya.

Iya,dalam waktu tiga hari kedepan saya akan ambil semuanya surat tersebut, semuanya akan beres dan akan saya serahkan ke bappeda nantinya," tandasnya.

Hal senada dikatakan Kepala dusun (kadus) IV desa peceren sempa Jaya kec. Berastagi ahmad Karo akan membantu mensosialisasikan kepada warga rencana Pemkab Karo tersebut," ucapnya.

Lanjutnya, jika hal ini  dapat terlaksana kami warga sangat berterimakasih, sebab selama ini pas liburan, atau hari sabtu dan minggu desa  peceren sering terjadi antrian panjang yang mengakibatkan warga kesal, sebab hampir rata  kendaraan yang ada dijalan terjebak macat, ulah tidak sabar membunyikan klakson, bayangkan segitu banyak menghidupkan klakson, kita tinggal tidak jauh dari jalan raya sakit telinga mendengarnya," kecamnya.

Kita apreisasi dan kita dukung kebijakan Pemkab Karo ini, ini adalah momen luar biasa bagi kota Berastagi, agar jadilah kota Berastagi sebagai kota Asri dan wisata bukan kota macat," pungkasnya.(amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru