SUMUT

NASIONAL

Bupati Karo: Saya Jadi Guru Satu Malam Bagi 22 Pendeta GBKP Saat Servant Leader

Sabtu, 22 Juni 2019 | 18.52 WIB
Kali Dibaca |

Bupati Karo, Terkelin Brahmana didepan peserta pelatihan servant leader.

KARO, METROKAMPUNG.COM
Dalam rangka meningkatkan kapasitas para pendeta maka  diadakan pelatihan servant leader melalui Program yang dikolaborasi dengan moderamen GBKP tanah karo, gagasan ini merupakan  muncul  dari Pt Analgin Ginting dan  Ir Elia Masa Ginting  Manik.

Program servant leader ini menjadi agenda oleh moderamen GBKP, sehingga awalnya  melibatkan ada 100 pendeta, selanjutnya setelah diseleksi menyusut menjadi 50 pendeta, namun keputusan akhir pendeta yang berhak mengikuti pelatihan pembelajaran kepemimpinan sebanyak 22 pendeta.

Untuk mengisi  pembekalan pembelajaran tentang model kepemimpinan maka Para Pendeta sebanyak 22 orang  ini, diajak  bertatap muka dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, sekaligus mendengar langsung dan menerima masukan pengalaman untuk  menimba ilmu cara kepemimpinan Dia, selama menjabat bupati Karo.

Hal ini disampaikan Pdt Sarianto Purba selaku Kabid SDM  GBKP, jumat (21/6) pukul 21.00 wib saat berada di rumah dinas Bupati Karo di Kabanjahe.
Inilah dasar kami, untuk hadir malam ini, agar para pendeta dapat menerima arahan, bimbingan,.masukan, konsep dan aturan kepemimpinan yang Benar," sambungnya.

Menyahuti, penjelasan Pdt Sarianto Purba, Bupati Karo Terkelin Brahmana mengucapkan terimakasih atas kepercayaan  tersebut, dirinya sangat terkesan sebab diberikan  waktu menjelaskan satu malam ini sebagai  guru, tentang berbagi sedikit pengalaman dalam memimpin Tanah Karo Simalem ini," ujarnya.

Menurutnya, selama ini ia membagi  dua konsep kepemimpinan, berdasarkan pengalaman,  yang sudah dilaluinya  yaitu sebagai proses, dan sebagai atribut.

Sebagai proses, mengalir seperti air,tidak merekayasa, dan kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para pemimpin, yaitu proses dimana para pemimpin menggunakan pengaruhnya untuk memperjelas tujuan organisasi bagi para pegawai, bawahan atau yang dipimpinnya, memotivasi mereka untuk mencapai tujuan tersebut, serta membantu menciptakan suatu budaya produktif, inovatif, kreatif, kerja ihklas, kerja tuntas," papar Terkelin.

Sedangkan  dari sisi atribut, kepemimpinan adalah kumpulan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Oleh karena itu, pemimpin dapat didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain tanpa menggunakan kekuatan, sehingga orang-orang yang dipimpinnya menerima dirinya sebagai sosok yang layak memimpin mereka," katanya lagi.

Untuk itu, Ia  berharap kepada para pendeta  dapat mengubah perilaku jemaat GBKP Karo, dengan pelatihan ini memberi motivasi dan modal kepada pendeta, pendeta supaya lebih kapabel dan tangkas dalam pelayaannya di Jemaat, ciptakan jemaat yg mandiri dan berdedikasi, jangan  hadir cuman  di bulan Desember pas tiba Natal saja.

Jadikan gereja itu penuh saat setiap ada  kesempatan untuk melayani dan  tambahi bekal ilmu supaya menjadi Hamba yang melayani," lanjutnya.

Pesan saya jadilah seorang pemimpin karismatik yang  memiliki kriteria sebagai seorang yang tinggi tingkat kepercayaan dirinya, kuat keyakinan dan idealismenya, serta mampu mempengaruhi orang lain juga mampu berkomunikasi secara persuasif dan memotivasi para bawahannya," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara servant leader adalah staf ahli bupati karo Agustin Pandia, kepala dinas Parawisata  Ir. Mulia Barus, Kadis pora Robert perangin angin, Kadis kesehatan drg Irna safrina Meliala, Kadis Kesbang Tetap Ginting, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan anak dr Hartawaty Br Tarigan, kabag kesra Maria Br Barus, para pendeta moderamen GBKP.(amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru