SUMUT

NASIONAL

Kemasan KAMPUNG KOPI Pada Festival Bunga Dan Buah 2019, Asosiasi Pelaku Kopi Karo Targetkan Sistem Perdagangan Kopi

Selasa, 18 Juni 2019 | 19.53 WIB
Kali Dibaca |

Ketua Umum Asosiasi Pelaku Kopi Karo (APPK) Antoni Bangun.

KARO – METROKAMPUNG.COM
Melihat cerahnya prospek budidaya dan tata niaga kopi saat ini, Asosiasi Pelaku Kopi Karo (APKK), berniat menyatukan persepsi seluruh elemen yang bersangkut paut dengan tanaman yang lazim dikenal dengan nama ilmiah coffea ini. Terlebih, mengingat kopi asal dataran tinggi Karo memiliki cita ras khas dengan kualitas yang tinggi.

“Saat ini, yang terpenting adalah bagaimana menghasilkan kualitas kopi yang sesuai minat pasar. Mulai dari proses penamam, budidaya, sampai pemasaran. Butuh kerja keras lintas sektoral dalam untuk mewujudkannya. Kita ingin petani kopi Tanah Karo menikmati hasil jerih payahnya,” ujar Ketua Umum APKK, Antoni Bangun kepada wartawan, Minggu (16/6/2019) petang kemarin, di Kedai Kopi, Wisata Juma, Jalan Rata Perangin-angin, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara.

Untuk memulai mewujudkan mimpi itu, dalam event Festival Bunga dan Buah yang akan diselenggarakan 5-7 Juli 2019, APKK akan membuat gebrakan bertema ”Kampung Kopi Karo”. Di mana pada event tersebut akan diperlihatkan sistem mulai dari pembibitan, perkebunan, budidaya, perawatan, penanaman sampai roasting kopi siap saji.

“Akan terlihat proses tradisional dan modern di sana. Kami juga akan menyediakan coaching room (ruang pembinaan,red), untuk petani kopi dan masyarakat luas. Sehingga budidaya kopi yang sebenarnya sesuai permintaan pasar internasional, dapat diketahui dan dipahami petani kopi kita. Intinya kami ingin kopi, sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat yang berkesinambungan,” ujar Antoni.

Intinya, lanjut Antoni Bangun, saat ini bukan saatnya lagi mengkotak-kotakkan brand image kopi Karo. Sudah waktunya menyatukan persepsi. Sehingga kopi Karo itu bukan lagi dikenal berdasarkan desa atau kecamatan daerah penghasilnya. Tetapi kopi Karo secara global dan keseluruhan yang ditanam dan dihasilkan di dataran tinggi Karo. Sehingga kedepannnya, investor/pedagang kelas internasional, dapat melirik kopi Karo dalam skala yang lebih besar.

Sementara Kabid Promosi Pengembangan Parawisata, Bartholomeus Barus SSTP kepada Metrokampung.com, Selasa (18/6/2019) jam 11.00 wib menyebutkan keikutsertaan Asosiasi Pelaku Kopi Karo (APKK),  dalam mensukseskan FBB 2019 merupakan terobosan bagi para penggiat agrobisnis kopi Karo yang saat ini sudah mendunia dan merupakan peluang yang menjanjikan bagi petani Karo.

“ Dari pihak asosiasi kita mendapat masukan kalau APPK akan memberikan edukasi sistem mulai dari pembibitan, perkebunan, budidaya, perawatan, penanaman sampai roasting kopi siap saji maka kita berikan space area khusus bagi APPK dengan tajuk Kampung Kopi Karo,”terang Bartho.(amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru