SUMUT

NASIONAL

Pabrik Mancis Terbakar, 30 Orang Tewas Terpanggang, Ini Videonya

Jumat, 21 Juni 2019 | 16.03 WIB
Kali Dibaca |

Mayat Para Korban : Puluhan mayat dari para korban tampak bergelimpangan dengan kondisi yang mengenaskan, karena sudah gosong (hangus terbakar).

Langkat- metrokampung.com
Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak.  Pabrik mancis yang beroperasi di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat meledak, Jumat (21/6) siang, pada sekitar pukul 12.00 WIB atau beberapa saat menjelang shalat Jumat.

Akibatnya,  kebakaran hebat pun terjadi dan diperkirakan 30 orang tewas terpanggang akibat peristiwa naas tersebut, sebab pekerja pabrik itu ada sekitar 20 orang, sedangkan beberapa orang diantara pekerja yang notabene para ibu rumah tangga itu ada yang membawa anak saat bekerja.

Ambulance : 2 unit ambulance tampak turun untuk membantu mengangkut mayat para korban.

Dari informasi yang diperoleh metrokampung.com di TKP, kebakaran itu berawal dari ledakan tabung gas. Akibatnya, api langsung muncul dan menyambar pabrik yang lebih pantas disebut rumah itu. Api langsung membesar dan tidak terkendali karena bangunan pabrik yang berada tidak jauh dari Puskesmas dan kantor Desa Sambirejo itu terbuat dari papan.

20 Orang Lebih Tewas : Sungguh mengenaskan, karena diperkirakan 20  lebih ewas terpanggang akibat kejadian tersebut.

Puluhan pekerja yang sedang bekerja pun tak sempat keluar. Apalagi, mereka terkunci di tempat mereka bekerja.

Akibatnya,  semuanya tewas terpanggang. Masyarakat langsung heboh dan panik. Ratusan warga pun langsung memenuhi pabrik itu dan sibuk membantu untuk memadankan api.

Pemadam Kebakaran : Api baru dapat dipadamkan setelah 5 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan.

Namun,  api baru dapat dipadamkan setelah 3 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemko Binjai dan 2 unit dari Pemkab Langkat diturunkan ke TKP.

Dari pantauan andalas langsung di lokasi kejadian, puluhan mayat tampak bergelimpangan. Sungguh pemandangan yang menyayat hati.


Itulah mayat dari para pekerja itu dan anaknya.  Menurut warga di sana,  mayoritas pekerja memang berasal dari Desa Sambirejo. Namun, ada juga yang berasal dari Stabat dan Kota Binjai.  (BD/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru