SUMUT

NASIONAL

Bunda Paud Kabupaten Dairi Hadiri Sinkronisasi Program Pencegahan Anak Kerdil Melalui Peningkatan Kompetensi Pendidik Paud Dengan Anggaran Desa Tahun 2019 Di Surabaya

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 13.40 WIB
Kali Dibaca |


Dairi, metrokampung.com
Bunda Paud Kabupaten Dairi Ny. Romy Mariani Eddy Berutu menghadiri kegiatan Sinkronisasi Program Pencegahan Anak Kerdil Melalui Peningkatan Kompetensi Pendidik Paud Menggunakan Anggaran Desa Tahun 2019 pada 29-30 Agustus 2019 di Novotel Samator, Surabaya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Paud dan Dikmas dimana dari 25 Kabupaten se-Indoneisa yang di undang dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Dairi salah satu termasuk di dalamnya yang mewakili Provinsi Sumatera Utara. Dan untuk Provinsi Sumatera Utara sendiri, hanya 2 Kabupaten yang di undang untuk mewakili kegiatan tersebut, yakni Kabupaten Dairi dan Kabupaten Mandailing Natal.

Dalam paparan materinya, Direktur PGTK Paud dan Dikmas Dr. Abdoelah M.Pd mengatakan jumlah pendidik Paud non formal yang sudah memiliki kualifikasi S1 masih sangat rendah dimana jumlah pendidik Paud non formal sebanyak 333.011 orang, yang sudah S1 sebanyak 92.513 (27,8%) dan yang belum S1 sebanyak 240.498 (72,2%). Sementara untuk program dan sasaran peningkatan kompetensi 2019 dikatakan sebanyak 24. 416 Guru Paud berkualifikasi SMA menerima peningkatan kompetensi melalui Diklat Guru Pendamping Muda Level 3 / diklat berjenjang tingkat dasar (600 paket crash program Paud melalui PKG); 2.000 orang Guru Paud menerima pelatihan sebagai Calon Pelatih Guru Pendamping Muda Level 3 / diklat berjenjang (pengentasan stunting di 100 kabupaten terpilih).


Sementara itu, untuk peran Bunda Paud sendiri dikatakan sangat dirasakan dalam terbitnya Peraturan Bupati tentang pemanfaatan dana desa untuk peningkatan kompetensi dan insentif pendidik Paud. Selain itu Bunda Paud dapat mengkoordinasikan SKPD Pendidikan dan Pemberdayan Masyarakat Desa untuk pendirian Paud serta mendorong Musyawarah Desa agar memasukkan layanan Paud menjadi bagian program Pemerintah Desa dan pembiayaan dari dana desa.

Dari hasil kegiatan sinkronisasi tersebut, diperoleh beberapa hal penting untuk ditindaklanjuti, diantaranya adalah mendorong Bupati/Walikota untuk menerbitkan Perbup/Perwali tentang peningkatan kompetensi guru Paud melalui dana desa; Mendorong Pemda dan atau Perusahaan melalui CSR menyediakan anggaran yang digunakan antara lain untuk membantu guru yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1/D4 Paud; Mengikutsertakan guru Paud paa berbagai ajang apresiasi seperti guru berprestasi dan guru berdedikasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Paud Kabupaten Dairi selama mengikuti kegiatan tersebut mengatakan banyak mendapatkan informasi-informasi tentang perkembangan Paud dari Kabupaten lain yang hadir dalam acara tersebut. Bunda Paud mengatakan, Pemerintah Kabupaten Dairi telah selesai melaksanakan program kerja 100 hari, dan di dalam program 100 hari tersebut, Paud Kabupaten Dairi telah membuka beberapa Paud melalui pencanangan satu desa satu paud.

Bunda Paud mengatakan hingga saat ini Paud Kabupaten Dairi masih akan terus berjuang dan berupaya untuk meningkatkan pendidikan anak usia dini melalui pendirian Paud di beberapa desa yang belum memiliki Paud. “Melalui kerjasama dengan beberapa OPD terkait, kami sangat optimis dapat melakukan yang terbaik untuk anak-anak kita yang berusia 0-6 tahun yang berhak untuk mendapatkan perlindungan dan pendidikan maupun fasilitas tumbuh kembang secara maksimal,” ujar Beliau.

Bunda Paud Kabupaten Dairi dalam kesempatan tersebut mengatakan setelah mengikuti kegiatan ini dan kembali ke Kabupaten Dairi, Beliau akan mengupayakan pertemuan langsung dengan para Kepala Desa guna mensosialisasikan program yang sudah di dapatkan selama mengikuti kegiatan ini.

“Sehingga nantinya kami dapat memberikan berbagai rekomendasi kepada Bupati Dairi dan Bupati Dairi akan mengeluarkan Peraturan Bupati mengenai anggaran dana desa yang dapat dipergunakan untuk pelatihan kepada Tutor Paud dalam rangka peningkatan kompetensi,” ujar Beliau.

Selain itu juga, nantinya Beliau ingin memperoleh kesepakatan dengan para Kepala Desa mengenai dana desa yang dapat dipergunakan untuk pelatihan dasar para Tutor karena hingga saat ini masih banyak para Tutor Paud yang belum mendapatkan pelatihan tingkat dasar.

Dengan adanya program satu desa satu paud, Beliau juga berharap adanya kesepakatan dari para Kepala Desa untuk dapat menganggarkan dana desa dalam pendirian Paud Desa. Mengenai jumlah Tutor Paud yang direncanakan minimum 20 orang Tutor Paud yang akan dilatih di tingkat Kabupaten, Beliau mengatakan Tutor Paud tersebut akan mengikuti train for Trainers yang juga nantinya akan di terjunkan untuk melatih para Tutor Paud yang ada di Kecamatan dan Desa. Beliau sangat optimis setelah mengikuti kegiatan tersebut dan mengatakan angka stunting khususnya di Kabupaten Dairi harus diturunkan sehingga para generasi muda Kabupaten Dairi akan menjadi generasi yang unggul di masa yang akan datang.

Seperti diketahui acara sinkronisasi tersebut dikemas dalam bentuk talk show yang di pandu oleh tim dari World Bank bersama dengan 5 Bunda Paud, yakni Bunda Paud dari Kabupaten Dairi Sumatera Utara; Bunda Paud dari Pamekasan Madura Jawa Timur; Bunda Paud dari Palelawan Riau, Bunda Paud dari Ciamis Jawa Barat dan Bunda Paud dari Sinjai Sulawesi Selatan. Terkait dengan Stunting, untuk Kabupaten Dairi terdapat sekitar 20,5% atau sekitar 6.000 orang anak usia 0-6 tahun yang terkena stunting yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Dairi. Dengan angka yang cukup tinggi tersebut, diharapkan peran serta seluruh Kepala Desa untuk berkomitmen menurunkan angka tersebut dengan menyalurkan dana desa.(BILL/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru