SUMUT

NASIONAL

BUPATI LABUHANBATU, LEPAS RIBUAN PESERTA PAWAI TA'ARUF SAMBUT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1441 H

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 16.33 WIB
Kali Dibaca |


Labuhanbatu, metrokampung.com
Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe, S.T, M.T.  didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Labuhanbatu Ny. Hj. Rosmanidar Andi Suhaimi Dalimunthe, melepas ribuan orang peserta pawai ta’aruf dalam rangka memeriahkan dan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H di Jalan Thamrin Rantauprapat Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu,Sabtu (31/8)

Pada kesempatan yang sangat mulia itu,  Bupati Labuhanbatu  menyampaikan bahwa acara penyambutan tahun baru islam 1 Muharram 1441 H adalah sebagai bentuk rasa syukur dan ketaqwaan kita kepada Allah S.W.T. serta sebagai wadah mempererat ukhuwah islami (persaudaraan/silaturahmi) di bumi ika bina en pabolo Kabupaten Labuhanbatu yang sama-sama kita cintai dan banggakan ini.

Pawai Ta'aruf Tahun 2019 ini diikuti 56 Peserta terdiri dari Lembaga/Instansi/komponen/Sekolah yang dipadati ribuan ummat islam dengan mengenakan busana muslim/muslimah dan berlangsung dengan tertib,  aman dan terkendali.

Dalam kesempatan itu, Bupati Labuhanbatu didampingi Panitia, menghimbau kepada seluruh ummat islam malam ini, Sabtu 31 Agustus 2019 pukul 20.00 WIB berlokasi di Simpang Enam Kota Rantauprapat, untuk dapat meringankan langkah guna menghadiri kegiatan Tabligh Akbar Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Labuhanbatu yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu,  Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu,  Organisasi Masyarakat/Komunitas Islam Labuhanbatu dalam rangka menyemarakkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriyah yang jatuh pada Tanggal 01 September 2019 dan sekaligus Pelepasan Calon Mahasiswa Universitas Al- Azhar Mesir yang dibiayai dari anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran 2019 melalui Program Beasiswa.

Acara Tabligh Akbar Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Labuhanbatu, Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H diisi dengan ceramah seputar agama Islam yang akan disampaikan oleh Ustad Al Habib Haykal Alaydrus dan Ustadz Abdul Muhadir Ritonga, M.Pd. (Oen/mk)



Cakrawala :

BULAN BARU, TAHUN BARU ISLAM

Sejarah kalender Hijriah
Kalender Hijriyah atau biasa disebut Kalender Islam dalam bahasa arab nya adalah at-taqwim al-hijri, adalah kalender yang digunakan oleh umat islam dari zaman dahulu hingga saat sekarang ini, biasanya digunakan dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa HP haijrahnya Nabi Muhammad SAW, dari Makkah ke Madina yakni pada tahun 622 M.

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”(QS. At-Taubah [9] : 36)

Sedangkan 4 bulan Haram, di mana peperangan atau pertumpahan darah di larang, adalah: Dzulqa'idah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Bulan Muharram
Muharram  adalah bulan pertama dalam tahun kalender Islam (Hijriah). Sebelum Rasulullah berhijrah dari Makkah ke Yathrib, perkiraan bulan dibuat mengikuti tahun Masehi. Hijrah Rasulullah SAW memberi kesan besar kepada Islam, dan sama dengan sudut pandang dakwah Rasulullah SAW, ukhuwwah dan syiar Islam itu sendiri.

Pada asasnya, Muharam membawa maksud ‘diharamkan’ atau ‘dipantang’, yaitu Allah SWT melarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Namun demikian larangan ini ditamatkan setelah pembukaan Makkah (Al Baqarah: 91). Sejak pemansuhan itu, umat Islam boleh melaksanakan tugas dan ibadat harian tanpa terikat lagi dengan larangan yang beriaktan. Rasulullah SAW telah menamakan bulan Muharram sebagai ‘Bulan Allah’ (Syahrullah).

Berkata Al-Hassan Al-Basri rahimahullah: “Sesungguhnya Allah SWT telah membuka lembaran tahun baru di dalam kalender Islam dengan bulan Muharram. Tidaklah kedapatan bulan yang lebih mulia dalam kalender Islam di sisi Allah SWT itu selepas bulan Ramadhan melainkan bulan Muharram. Ia dinamakan bulan Allah yang khas disebabkan besarnya kehormatannya.”

Khalifah Umar Al-Khattab menetapkan 1 Muharram adalah hari pertama bagi setiap tahun baru Islam (Kalendar Hijriah).

Keutamaan Bulan Muharram
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender hijriah,  Bulan Muharram adalah salah satu dari pada bulan bulan suci. Nabi SAW bersabda,

“Satu tahun itu ada dua belas bulan diantaranya ada empat bulan suci. Tiga bulan berturut-turut yaitu Zulqa’dah, Zulhijjah dan Muharram. Dan satu bulan lagi adalah Rajab yang terletak antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR Muslim,  no. 1679)

Beberapa hal yang terkait dengan penanggalan Islam ini dapat kita jadikan renungan, yaitu : Syukur atas usia yang diberikan oleh Allah
S.W.T., Muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar, Perbanyak tilawah Al-Qur’an, Shodaqoh dan berdzikir Mengenang Hijrah !Rasulullah S.A.W. dan Berpuasa dibulan Muharram.

Amin Ya Salam.
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru