SUMUT

NASIONAL

Koptan Dipungli Ambil Jetor Bantuan, Kabid Sarpras Distan DS Tertawa

Rabu, 28 Agustus 2019 | 09.10 WIB
Kali Dibaca |

Aspin Sitorus ST, Ketum LSM Sanpan RI dengan jetor bantuan.

Lb Pakam, metrokampung.com
 Sejumlah Ketua Kelompok Tani (Koptan) di Kabupaten Deliserdang yang mendapat jetor (traktor pembajak sawah) bantuan mengeluh. Pasalnya, saat mengambil jetor Yanmar bantuan tersebut di Kecamatan Tanjung Morawa mereka dipungli. Bahkan untuk membawa satu unit jetor bantuan mereka pun harus merogoh kocek pribadinya hingga ratusan ribu guna menyewa truk barang.

 Anehnya, ketika keluhan para ketua koptan ini disampaikan jurnalis metrokampung.com kepada Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Deliserdang, Hasan Basri Harahap melalui seluler dirinya malah tertawa.

 "Jetor itu bantuan dari Propinsi Sumatera Utara dan digudangkan sementara di daerah Tanjung Morawa. Tidak ada biaya dari pemerintah untuk mengantarkan jetor-jetor tersebut kepada setiap koptan penerima bantuan. Inilah yang kadang membuat pusing kita di lapangan,"kata Hasan yang pernah menjabat sebagai Kabid Pengawasan dan Pengendalian Dinas Pertanian Deliserdang itu sambil tertawa.

 Sejumlah ketua koptan penerima jetor bantuan menuturkan, saat hendak mengambil jetor bantuan mereka dimintai uang oleh oknum yang berada di gudang tersebut. Termasuk saat menaikan jetor ke atas truk barang dan akan meninggalkan lokasi mereka kembali ditanduk oknum yang ada di tempat itu.

 "Pas kita bilang mau ambil jetor bantuan, saat itulah kita dimintai duit sama oknum di tempat tersebut. Waktu mau meninggalkan lokasi juga ditanduk katanya uang muat barang. Udahlah sewa truk kena Rp 600 ribu, ditambah kutipan ini itu, pusing lah jadinya,"aku sejumlah ketua koptan yang minta namanya dirahasiakan, Selasa (27/8/2019).

 Parahnya lagi, sambung mereka, perangkat tambahan jetor berupa luku, garu dan bajak perlu dirombak dan memakan biaya jutaan. Sebab spare part yang ada untuk pembajakan, pencacahan hingga pembuatan guludan/bedengan tidak sesuai dengan yang selama ini digunakan para petani.

 "Untuk merombak itu habislah 3 jutaan,"jelas mereka seraya berharap jika pemerintah memberikan bantuan seperti jetor ini kepada petani janganlah setengah-tengah.

 "Jangan mentang-mentang jetor bantuan, luku, garu dan bajaknya dibuat asal sehingga harus dirombak lagi dan menelan biaya tambahan. Kalau kek gitu kami petani yang sudah susah jadi bertambah susah," bilang para ketua koptan serentak.

 'Sejatinya, pembajakan, pencacahan hingga pembuatan guludan/bedengan dapat dilakukan dengan jetor bantuan tersebut tanpa harus ada perombakan di sana sininya," tambah mereka. (dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru