SUMUT

NASIONAL

Semua Situs dan Cagar Budaya Yang Ada di Langkat Harus Dijaga dan Dilestarikan

Selasa, 27 Agustus 2019 | 19.19 WIB
Kali Dibaca |



Langkat- Metrokampung.Com
Kuliah Umum Prof. Dato’ Dr. Mokhtar Saidin (Guru Besar Arkeologi dari Pusat Penelitian Arkeologi  Global Pulau Penang, Malaysia tentang Langkat Menuju Warisan Dunia yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat,  di Stabat,  Selasa (27/8) ternyata mendapat perhatian dan tanggapan yang besar dari masyarakat Langkat. Budayawan Langkat,  Zainal AKA mengatakan Langkat memang memiliki kebudayaan yang tinggi.  Hal itu terbukti dari banyaknya situs, cagar budaya dan catatan sejarah yang ditemukan di Langkat.

"Saya sendiri sudah menemukan 114 situs,  cagar budaya dan catatan sejarah, termasuk sejarah kerajaan Langkat, yang mana di masa jayanya dulu memiliki hubungan yang sangat erat dengan kerajaan- kerajaan Melayu Islam dari negeri seberang, seperti Malaka,  Kelantan,  Perlis dan Selangor," ujarnya.

Sementara itu,  Sungkowo,  MPd menilai,  Langkat memang kaya dengan situs,  cagar budaya dan catatan sejarah.  Bahkan,  lebih dari 114 situs,  cagar budaya dan catatan sejarah.
"Ya,  bahkan lebih dari itu.  Saya yakin lebih dari apa yang disampaikan pak Zainal itu, " ujarnya.

Nah,  yang jadi masalah,  guru sejarah yang pernah menjabat sebagai Kepala sekolah di SMAN 1 Binjai itu pun menilai kinerja Pemerintah belum cukup baik untuk melindungi situs dan cagar budaya itu agar tidak rusak dan musnah. Padahal, upaya itu perlu agar semua situs dan cagar budaya itu bisa diwariskan kepada anak-cucu kita.

"Ya,  padahal situs dan cagar hudaya itu penting untuk diketahui anak cucu kita guna menunjukkan betapa besar dan hebatnya Langkat di masa lalu," ujarnya.

Sementara itu, Diah Nurita (19), Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Jam'iyah Mahmudiyah, Tanjung Pura mempertanyakan tentang komitmen Pemerintah dalam  pembangunan budaya dan pariwisata di Langkat,  sebab sampai saat ini infrastruktur jalan menuju objek wisata masih banyak yang rusak. 

Karena itu,  perempuan kelahiran 4 Juli 2000 yang tinggal di Desa Pematang Serai itu berharap ada perubahan yang berarti,  sehingga objek wisata yang ada bisa diandalkan untuk mengangkat perekonomian masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di lokasi sekitar objek wisata tersebut.

“ Ya, pandangan dan penilaian saya, sudah cukup baik, tapi masih ada yang perlu dibenahi dan diperhatikan, yaitu tentang infrastruktur jalan menuju lokasi wisata.  Selain itu, kita perlu  menggali lebih dalam lagi tentang budaya yang telah lama tertinggal dan terlupakan di Langkat ini supaya tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya. (BD)

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru