SUMUT

NASIONAL

Sindikat Begal Motor Dirilis Kapolsek Lima Puluh

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 22.15 WIB
Kali Dibaca |


Batubara - Metrokampung.com
Kapolsek Lima Puluh Polres Batubara AKP Jhony Andries Siregar, SH didampingi Kanit Reskrim Iptu JR. Sitorus, SH saat  merilis tersangka pelaku begal motor diwilayah hukum Polsek Lima Puluh, Sabtu (10/08) mengungkapkan tim opsnal Polsek Lima Puluh telah melumpuhkan sindikat curanmor dengan pemberatan dengan 3 tersangka dan seorang diantaranya terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri saat diringkus.

Sesuai dengan pengakuan korban sebagaimana diceritakan Kapolsek, Jerman Jupentus Nababan  bersama rekannya Albert Pasaribu yang datang dari arah Perdagangan berhenti di depan rumah Julkarnaen alias Kabayan, Selasa (06/08) sekitar pukul 05.45 WIB.  Mereka bermaksud  menunggu saudaranya yang akan tiba dari Pekan Baru.

Namun ketika sedang menunggu,  Julkarnaen mendatangi Jerman lalu bertanya sedang apa ditempat tersebut. Dengan polos Jerman mengatakan ada yang mereka  tunggu.

Tidak lama berselang datang 3 laki-laki menggunakan sepeda motor vario menuju tempat tersebut. Mereka adalah Arham Saragih dan Bosman Simbolon sedang orang ketiga tidak dikenali oleh korban.

Arham kemudian menanyakan orang mana korban dan temannya. Korban mengaku orang Kresek (Perkebunan Lima Puluh). Namun ketika Arham mendesak akhirnya korban mengaku asalnya dari Perdagangan dan sedang menunggu Artur Aruan.

Arham kemudian meminta kepada Julkarnaen agar korban dan temannya pergi dari tempat tersebut namun dihalang-halangi Bosman Simbolon.

Saat korban menghidupkan sepeda motornya tiba-tiba Bosman Simbolon memukul korban diarah wajah. Mendapat pukulan dari Bosman, korban mengatakan tunggu akan kupanggil Artur. Korban diperbolehkan pergi dengan jaminan  Albert Pasaribu harus tinggal.

Setiba di rumah Artur di Lingkungan II Kelurahan Lima Puluh Kota Kecamatan Lima Puluh Jalan Provinsi Lima Puluh - P. Siantar korban menggedor rumah Artur.

Tidak lama berselang datang Julkarnaen dan menanyakan kepada Arthur apa mengenal korban.

Diduga karena Artur mengaku tidak kenal dengan korban, Julkarnaen langsung menghajar bagian wajah  korban. Tak hanya sampai disitu dengan beringas Julkarnaen menendang dada korban yang terjongkok menahan sakit.

Usai menendang korban, Julkarnaen beranjak dan membuka bagasi sepeda motornya diduga hendak mengambil sesuatu. Ketakutan, korban akhirnya kabur melarikan diri dengan meninggalkan sepeda motor miliknya.

Sepeninggal korban, Arham segera melarikan sepeda motor korban menuju Desa Simpang Gambus Kecamatan Lima Puluh.

Kepada seseorang Arham dan rekannya menggadaikan sepeda motor tersebut sebesar Rp. 500.000. Uang hasil menggadaikan sepeda motor menurut pengakuan Arham habis difoya foyakan.

Tidak lama berselang tersangka Bosman Simbolon dan Julkarnaen berhasil diringkus tim opsnal Polsek Lima Puluh dan Kamis (09/08) pukul 05.00  WIB tersangka Arham Saragih terpaksa ditembak kakinya sebelum diringkus di sebuah biliar di Desa Mangkai Baru Kecamatan Lima Puluh. (ea.ps/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru