SUMUT

NASIONAL

Kerukunan Puak Batak Bersaudara (KPBB) Coffee Morning dengan Puluhan Wartawan di Medan

Rabu, 04 September 2019 | 23.45 WIB
Kali Dibaca |

Bahas Pernyataan Gubsu Tentang Wisata 'Halal' Danau Toba

Kiri-Kanan : Sekretaris Umum DPD KPBB Sumut Lindung Pandiangan SE SH,MH, Ketua DPD KPBB Sumut Prof Dr Marihot Manullang, Ketua Umum Kerukunan Puak Batak Bersaudara (KPBB) Mayjen TNI (Purn) Sumiharjo Pakpahan PhD DMS dan sekjen KPBB Ir Rustam Efendy.

Medan, metrokampung.com
Ketua Umum Kerukunan Puak Batak Bersaudara (KPBB) Mayjen TNI (Purn) Sumiharjo Pakpahan PhD DMS menggelar Coffee Morning bersama puluhan wartawan dari berbagai media yang ada di Kota Medan, Rabu (4/8/2019) di Hotel Grand Antares Jl. SM Raja. Isu penolakan terhadap penyataan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tentang penataan wisata 'halal' di kawasan Danau Toba menjadi topik pembahasan peserta kegiatan.

Turut hadir Ketua DPD KPBB Sumut Prof Dr Marihot Manullang, sekjen KPBB Ir Rustam Efendy, Sekretaris Umum DPD KPBB Sumut Lindung Pandiangan SE SH,MH dan sebagai pemandu acara Paraduan Pakpahan,SH.

Ketua Umum Kerukunan Puak Batak Bersaudara (KPBB) Mayjen TNI (Purn) Sumiharjo Pakpahan PhD DMS bersama jajaran  foto bersama para wartawan.

Ketika peserta kegiatan menanyakan tentang tanggapan KPBB tentang pernyataan Gubernur pada Kamis 22 Agustus 2019, tentang penertiban pemotongan hewan berkaki empat (babi), Mayjen Sumiharjo menyebutkan setelah pihaknya melakukan diskusi dengan Gubernur Edy Rahmayadi, bahwa yang dimaksud bukan seperti informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Setelah menjelaskan makna ternak berkaki empat tersebut dalam adat budaya suku Batak, Mayjen Sumiharjo menekankan bahwa tujuan pernyataan itu adalah untuk penataan yang lebih bersih. "Disana tidak ada disebutkan syariat islam, hanya syariat. Kita sama-sama punya akses ke internet, coba buka disana apa makna syariat. Hukum atau aturan. Jadi hanya masalah pemberlakuan aturan yang mengatur, bukan membatasi," ujarnya membenarkan penyataan Gubsu.

Sebagaimana data BPS mencatat dari sisi asal negara wisman yang datang ke Danau Toba yaitu Malaysia masih mendominasi yakni sebesar 36,22 persen, diikuti Singapura 6,54 persen, Tiongkok 2,47 persen, Australia 2,09 persen, Amerika Serikat 1,83 persen, Jerman 1,36 persen, Inggris 1,13 persen, India 1.05 persen,Perancis 1,03 persen, dan Belanda 1,01 persen. Dasar inilah, Danau Toba membutuhkan amenitas yang mendukung kehadiran Wisman dari Malaysia yang mayoritas beragama islam.

Senada juga disampaikan Prof Dr Marihot Manullang bahwa dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kepada Gubernur Edy Rahmayadi maksud penyartaan tersebut. Tidak lebih dari upaya memberikan rasa nyaman bagi wisman. "Mungkin maksudnya juga untuk menata pinahan (ternak babi,red) yang masih berkeliaran," kata Marihot yang juga Anggota Dewan Pengawas PDAIJ Periode 2019-2023 ini.

Lebih tegas lagi, Sekretaris Umum DPD KPBB Sumut Lindung Pandiangan SE SH,MH mengatakan bahwa pernyataan yang disampaikan Gubernur adalah untuk saling menghargai dan menjaga kerukunan di kawasan Danau Toba. "Janganlah kita menilai dengan sentimen, karena itu akan berdampak buruk," katanya.(rel/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru