SUMUT

NASIONAL

Tim Monev On Site Turun Langsung Ke Desa dan Puskesmas

Minggu, 15 September 2019 | 21.05 WIB
Kali Dibaca |


Foto Bersama : Tim Monev On Site foto bersama setelah turun ke desa.

Langkat- MetroKampung.Com
Tim Monev On Site Tahun Anggaran 2019 Evaluasi Atas Intervensi Pencegahan Stunting melanjutkan kunjungnya dengan turun langsung ke lapangan, seperti ke kantor desa dan Puskesmas. Kunjungan itu antara lain dilakukan ke Desa Kebun Kelapa dan Puskesmas Hinai Kiri Kecamatan Secanggang, Kamis (12/9) yang lalu. 

Setelah sebelumnya, disambut kedatangannya oleh Bupati Langkat Terbit Rencana PA melalui Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin, di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (11/9) yang lalu, Tim pun turun ke desa. Dalam melakukan tinjauan lapangan tersebut, Tim Monev On Site dipimpin oleh Azat Sudrajat dari Dirjen Anggaran Kemenkeu RI  bersama rombongan lainnya, Adil dari Kemenkes RI,  Kristin dari Kemendikbud RI dan  Jumhadi  dari Kementerian Desa RI, didampingi oleh Kepala Bappeda H Sujarno berserta sejumlah SKPD terkait lainnya. 

Azat menjelaskan, kunjungan lapangan ini, bermaksud untuk mendengarkan langsung keluhan dan kendala dari tim terpadu penanganan stunting dan masyarakat Langkat, dalam upaya pencegahan stunting di masing-masing Desa Lokus. Hasilnya nanti, sambung Azat, untuk dibawah ke pusat (Jakarta) sebagai laporan, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti, sebagai upaya penanganannya.

"Hal ini dilakukan agar upaya pencegahan stunting dapat terus berjalan dengan baik, tampa menemukan kendala yang berarti. Dengan begitu, semoga anak-anak Indonesia, khususnya Langkat benar-benar terbebas dari stunting, sehingga dapat tumbuh kembang dengan sempurna, sebagai persiapan, menjadi generasi emas bangsa, " pungkasnya. 

Dalam kunjungan tersebut, Tim Monev On Site melakukan dialog interaktif dengan Camat, para Kades, tim PKK Desa, Posyandu dan PAUD selaku bagian dari tim terpadu, serta perusahaan yang telah memberikan CSR nya, PT Buana dan kepada para ibu hamil. 

Camat Secanggang, Sofiyan Tarigan, menyampaikan, yang menjadi kendala tim terpadu adalah fasilitas oprasional anggaran untuk melaksanakan program pencegahan stunting. Pihaknya berharap, Pemerintah Pusat dan Daerah dapat menambahkan anggaran tersebut. 

"Selama ini tim terpadu sudah sangat baik menjalankan program, sehingga angka stunting dapat menurun drastis. Jika anggarannya ditambahkan lagi, pasti tim terpadu akan semakin maksimal menjalankan tugasnya," ujarnya.

Sementara,  Bupati Langkat melalui kepala Bappeda H. Sujarno, menjelaskan, perlunya anggaran dalam pencegahan stunting, karena Bappeda telah menyusun SK Tim Rencana Aksi Daerah Intervensi Percepatan Penurunan Stunting yang melibatkan lintas sektor terkait, yaitu melibat seluruh intasi terkait (peranan multi sector), mulai dari  Dinas PPKB dan PPA   membentuk kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) yg terintegrasi dengan PAUD dan Posyandu di 10 desa lokus stunting,  dengan pelatihan kader dan menyediakan Alat Permainan Edukstif / BKB Kit, lalu membentuk Kampung KB di 10 desa lokus stunting.

“Ya, di masing - masing desa  dilakukan pencanangan, dengan mengadakan pelatihan ekonomi bagi kepala rumah tangga perempuan yang pesertanya dari desa kebun kelapa dan Secanggang,”paparnya.

Terpisah, dijelaskan Kadis Kominfo H Syahmadi, upaya penanggulangan stunting sebelumnya sudah dilakukan intervensinya melalui remaja, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita serta melibatkan pimpinan daerah dan lintas sektor. (BD/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru