SUMUT

NASIONAL

Usir Wartawan dan LSM Yang Hendak Konfirmasi, Kepala SMAN 1 Sei Lepan Dituding Arogan dan Tidak Beretika

Senin, 02 September 2019 | 21.13 WIB
Kali Dibaca |


Masrizal :  Inilah Kepala SMAN 1 Sei Lepan, Masrizal, yang dituding sombong, arogan dan tidak beretika tersebut. 

Langkat- Metrokampung.com
Kepala sekolah SMAN 1 Sei Lepan, Drs. Masrizal, dituding arogan,  karena telah mengusir dan menghalang-halangi SB Zebua dan F. Laia  saat menjalankan tugasnya sebagai wartawan dan LSM, Jumat (26/8) yang lalu.  

Saat itu, keduanya ingin melakukan konfirmasi terkait dengan berita adanya dugaan penyelewengan dana BSM (Bantuan Siswa Miskin) di sekolah tersebut.

Untuk itu, Zebua dan Laia datang ke sekolah tersebut dan sudah minta izin kepada Satpam sekolah untuk bertemu dengan kepala sekolah. Nah, oleh Satpam sang kepala sekolah dikabarkan keluar (tidak berada di tempat).  Karena itu,  Zebua dan Laila pun bermaksud untuk konfirmasi dengan Wakil Kepala Sekolah.
Namun, tiba-tiba Masrizal datang dan marah-marah sambil mengusir Zebua dan Laia. Yah, ternyata dia tidak mau kedua wartawan dan LSM itu datang ke sekolah tersebut. Bukan main terkejutnya Zebua, karena ternyata Masrizal ada.

Berarti Satpam itu berbohong dong. Lebih lanjut dia pun terkejut, karena oknum guru/ kepala sekolah itu begitu arogan.

" Wah,  seperti binatang saja kami diusirnya seperti itu. Padahal, dia juga belum tahu apa maksud dan tujuan dari kedatangan kami, " ujar Zebua.

Parahnya lagi, Zebua pun menambahkan, Masrizal lalu menyuruh Wakilnya dan beberapa orang siswa untuk mengusirnya.

"Jadi,  bagaimana pendidikan kita mau maju kalau guru dan kepala sekolahnya seperti itu, arogan dan tidak beretika," ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, Zebua dan Laia sudah mengundang Masrizal untuk bertemu dan menjelaskan permasalahan tersebut.
Namun sayang, surat yang disampaikan tidak ditanggapi Masrizal. Karena itu,  Zebua dan Laia pun menegaskan akan melaporkan Masrizal kepada Polisi.

Ya, Zebua akan melaporkannya, karena perbuatan yang tidak menyenangkan dan telah menghalang- halangi tugas mereka sebagai wartawan dan LSM.

" Ya,  terpaksalah kami laporkan, karena tidak ada itikad baiknya untuk meminta maaf, " jelas Zebua. (BD/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru