SUMUT

NASIONAL

Janggal, Mutasi Pejabat Eselon Batu Bara Sembilan OPD Tanpa Pimpinan

Jumat, 11 Oktober 2019 | 14.27 WIB
Kali Dibaca |

Bupati Batu Bara Ir Zahir memimpin sumpah dan jabatan pejabat yang dilantik.

Batu Bara- Metrokampung.com
Akibat mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Batu Bara sehari sebelumnya,  kini terdapat  sembilan  organisasi perangkat daerah (OPD) yang kosong.

Kesembilan  OPD dimaksud adalah Dinas Perhubungan, Dinas  Kesehatan,  Dinas Pora dan Wisata, BPBD, BPKAD, Sekwan, Dinas  Ketapang, Dinas  Kop UKM, dan Sat Pol PP.

Dinas Perhubungan  kosong karena Kadisnya dimutasi menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dinas Kesehatan  kosong karena Kadisnya dimutasi sebagai Kadis P3A.

Selanjutnya Kadis Pora dan Wisata dimutasi sebagai Kadis Sosial dan jabatan yang ditinggalkannya kosong. Ka Sat Pol PP menjadi kosong karena pejabatnya dimutasi menjadi Kadis PMD.

Senentara  BPBD, BPKAD, Sekwan, Dinas  Ketapang, dan  Dinas Koperasi UKM, Kepala OPD-nya dicopot namun tidak ada pelantikan penggantinya.

Kekosongan sembilan  pimpinan OPD diatas akan berdampak pada pelayanan terhadap masyarakat. Keadaan ini juga ditenggarai akan mengakibatkan turunnya semangat kerja ASN di OPD yang tanpa pimpinan.

"Tak pelak pembangunan akan terkena dampaknya dengan kosongnya 9 pimpinan OPD", ujar Sultan Aminuddin Ketua Insan Jurnalis Batu Bara (Ijab) Kabupaten Batu Bara, Jumat (11/10).

Pejabat eselon IIb yang terjun bebas alias dicopot dan ditempatkan sebagai pegawai biasa yakni  Sekwan H. Zainuddin, SH, Kepala Dinas Ketapang Amiruddin SP, M. Si, Kepala Dinas Koperasi UKM Suherman, SKM. M. Si.

Kemudian Kadis P3A Dra. Wilda Myza Gustia, Kadis Sosial Drs Bahrumsyah, MM, Kadis PMD M. Nasir, S. Sos, Ka BPBD M. Nasir Yuhanan, S. Pd. M. Si, Ka BPKAD Ahmad Hunainsyah, S. Sos, dan Ka Bappeda Ahmad Ensten, S. Ag. ST.

Demikian pula pelantikan kemarin yang merotasi 10 pejabat eselon IIb dari satu OPD ke OPD lainnya dinilai Sultan  tidak akan mendongkrak prestasi dan kinerja OPD.

Bahkan perotasian tersebut mengakibatkan kinerja OPD semakin melamban karena pejabat baru harus beradaptasi terlebih dahulu.

" Perotasian yang dilakukan Zahir ibarat ganti baju namun pemikiran dan sikapnya tidak berubah. Saya pesimis 10 OPD akan mampu meningkatkan kinerja karena dipimpin oleh pejabat di OPD lain yang terkesan stagnan", ulasnya.

Dikatakannya, seharusnya Bupati memberi kesempatan kepada ASN lain yang  berkemauan keras, berprestasi dan memiliki ide ide kreatif mengaplikasikan visi misi Zahir - Oky sebagai pimpinan OPD. (ea.ps/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru