PLN UIW Sumut Hadirkan Becak Motor Listrik di GIIAS Medan 2019

Editor: metrokampung.com
Gubsu sedang mengetes becak listrik

Medan, metrokampung.com
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara menawarkan industri otomotif tanah air untuk memproduksi massal becak motor listrik yang dibangun Universitas HKBP Nommensen menyusul dipamerkannya angkutan itu di ajang GIIAS Medan 2019.

Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara Rudi Artono mengungkapkan, saat ini becak motor (betor) listrik yang dibangun Univ HKBP Nommensen sudah selesai dibangun.

"Kami harapkan ada investor yang bisa membantu memproduksinya secara massal," ujarnya di sela-sela penyelenggaraan GIIAS Medan 2019, Sabtu (26/10/2019).

Dia katakan, beberapa waktu lalu PLN UIW Sumut bekerja sama dengan Univ HKBP Nommensen membangun becak motor (betor) listrik. Pada Juli 2019 purwarupanya telah selesai dan kendaraan angkutan itu kemudian yang dipamerkan di ajang GIIAS Medan pada 23-27 Oktober 2019.

Adapun biaya perakitan betor listrik tersebut sebesar Rp 30 juta, sudah termasuk dana untuk riset. Karena itu Rudi yakin harganya akan jauh semakin murah bila tinggal dipasarkan, apalagi setelah diproduksi secara massal.

 Di Kota Medan sendiri, menurutnya, saat ini terdapat setidaknya 4 ribu unit betor berbahan bakar fosil yang beroperasi. Selain lebih murah dan irit, penggunaan betor listrik juga dipastikannya akan jauh lebih ramah lingkungan karena tidak memproduksi asap.

Terpisah, Febby Joko Priharto, General Manager PLN UIW Sumut, mengatakan secara nasional saat ini PLN sedang menggalakkan gerakan yang disebut dengan Electrify Lifestyle. Salah satunya untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik.

Penggunaan energi fosil semakin lama akan habis sehingga ke depan bahan bakar fosil seperti minyak, batubara dan gas akan digantikan oleh listrik.

 "Ini yang sedang digalakkan dan PLN sudah siap menghadapi perkembangan itu," ujarnya.

Untuk itu, PLN Sumut sendiri bukan hanya menyiapkan infrastruktur tetapi juga kendaraan listriknya dengan menggandeng Universitas HKBP Nommensen. Perguruan tinggi itu digandeng untuk melakukan riset dan pembangunan purwarupa becak listrik.

Lebih jauh dia paparkan, setelah hampir satu dekade yang lalu terus-menerus mengalami permasalahan tenaga listrik, saat ini Provinsi Sumut sudah surplus ketersediaan daya hingga lebih dari 200 MW.

Karena itu pihaknya berharap setiap lapisan masyarakat, termasuk para investor, tidak perlu khawatir dengan ketersediaan listrik di Sumut. Dengan ketersediaan listrik yang begitu besar juga, Sumut sudah dijadikan sebagai daerah destinasi wisata dan investasi.

"Kami mengundang para investor untuk berinvestasi baik pariwisata maupun untuk pengembangan pabrik-pabrik. Kami siap dengan listrik," tuturnya.

Selain ketersediaan daya, PLN juga sedang meningkatkan mutu pasokan yang andal atau tidak mudah padam. Seperti dengan melakukan pemasangan kabel bawah tanah serta pengoperasian sistem distribusi secara digital bernama Scada.

Kemudian PLN Sumut juga terus meningkatkan aksesibilitas atau kemudahan mendapatkan layanan. Salah satunya dengan menerapkan aplikasi android.(dra/mk)
Share:
Komentar


Berita Terkini