SUMUT

NASIONAL

Bansos Darurat Covid-19 Dinilai Rancu, Terkesan Tebang Pilih

Selasa, 28 April 2020 | 11.56 WIB
Kali Dibaca |

Ibu Brendawati Aruan, Ketua PAUD Toba. 

Toba, metrokampung.com
Ditengah  Vandemi Covid-19 melanda belahan bumi, banyaknya warga yang mengeluhkan tentang sulitnya kebutuhan hidup.

Informasi dari pihak Dinas Social tentang adanya bantuan social ( Bansos ) untuk warga yang terkena dampak dari wabah covid 19 itu, tidak terlepas dari tua, muda, besar dan kecil akan mendapat bansos dimagsud. 

Salah satu warga Lumban Bul-bul Balige Toba Berlin Marpaung saat membeberkan keluhanya terkait informasi bantuan sosial tersebut pada selasa (28/4/2020) kepada wartawan.

Ia menjelaskan jika dirinya salah satu pengurus kelompok sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang telah terdaftar pada Dinas Pendidikan Toba yang bermarkas pada Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS). 

Alih-alih menanyakan informasi, jika Bunda PAUD langsung dipimpin Ketua PKK Toba yang juga Ibu Bupati Toba sepertinya melakukan bantuan Bansos Covid-19 terkesan tebang pilih,  "ungkap Berlin.

"Saat saya menanyakan tentang prosedur pembagian bansos (Bantuan Sosial), dan menanyakan surat edaran dari pihak yang bersangkutan  justru malah mengarahkan kepada salah satu Forum (HIMPAUDI) yang juga forum PAUD Toba.

Sangat disayangkan jika Ibu PAUD Toba Nyonya Brenda Ritawati Aruan tidak memiliki data PAUD Toba. Saat dihubungi wartawan melalui pesan WhatsAppnya ibu PAUD Toba menjawab dengan simpul.

"Kalw PAUD sudah terdaftar di Diknas, bergabung lah ke Himpaudi.

Semua jumlah PAUD itu, kami dapat datanya dari mereka.

Menurutnya, jika ketua Himpaudi, sudah membuat  daftar usulan, silahkan saja bilang,  "sabar nanti dikasi.

Surat edaran yang dikeluarkan dari Dinsos ( Dinas Sosial ) pun bisa disebut rancu, karena disurat edaran tersebut tidak dibatasi kuota dan nominal hanya saja merujuk pada kriteria yang memang membutuhkan.

Sehingga permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kebijakan pemberian bansos kepada yang mana dan bagaimana sehingga menjadi bijak dalam prakteknya ke masyarakat langsung. (rel/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru