SUMUT

NASIONAL

Gula Pasir Tak Lagi Manis Warga Terpaksa Makan Telur

Selasa, 14 April 2020 | 14.53 WIB
Kali Dibaca |

Pasar Tradisional Deli Mas Lubuk Pakam.

Lb Pakam, metrokampung.com
Harga gula putih di Lubukpakam, Kabupaten Deli Serdang meroket hingga mencapai Rp 19.000 per kologram dari sebelumnya Rp 12.500 per kilogram.

Hal itu membuat sejumlah warga khususnya ibu rumahtangga 'menjerit'.Pasalnya,gula putih termasuk salah satu kebutuhan pokok yang memang dibutuhkan masyarakat.

"Kalau masyarakat kecil seperti saya, naiknya harga gula ini sangat terasa sekali. Belum lagi untuk belanja kebutuhan pokok lainnya.Minyak goreng curah saja sudah menjadi Rp 11.500 per kilogram,belum yang lainnya,"kata Tuty, salah seorang ibu rumahtangga kepada Mistar saat belanja di Pasar Tradisional Deli Mas Lubuk Pakam,Selasa (14/4/2020).

Menurut Tuty, naiknya harga gula dan minyak curah sangat membebani warga.Apalagi dengan situasi wabah virus Carona (Covid-19). Sebab wabah virus itu berimbas pada seluruh lapisan masyarakat.Bahkan, warga Jalan Galang, Kecamatan Lubuk Pakam ini harus mengurangi jumlah kebutuhan pokok yang harus dibeli.

"Rencana tadi juga mau beli ikan, tapi karena uang tidak cukup maka tadi beli telur aja 10 butir," paparnya.

Keluhan sama juga disampaikan Suryani, warga Gang Purwo, Desa Bakaran Batu, Lubuk Pakam.Menurut ibu 3 anak 4 cucu ini, naiknya harga gula sangat mempengaruhi kebutuhan rumahtangga. Soalnya kenaikan harga gula itu sangat melonjak tajam.

"Kita mintalah pemerintah agar kembali menstabilkan harganya.Terlebih lagi sudah mendekati bulan puasa dan Idul Fitri. Sementara penghasilan keluarga tidak ada kenaikan malah makin menurun,"ucapnya.
Toko Abun, salah satu grosir di seputaran Pasar Deli Mas mengakui bahwa kenaikan gula kali ini cukup tinggi. Malah pendistribusian gula sudah mulai berkurang.

"Kalau kita menjual masih Rp 17.500 per kilogram,tapi kalau kios mungkin lebih mahal," ujar seorang perempuan pemilik toko yang tak mau menyebut nama.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru