SUMUT

NASIONAL

IP2BAJA Nusantara dan Merah Putih Nusantara : Akan Laporkan Pembohongan Publik Yang Melibatkan Menejemen PJT Teguh Bayu Aji, ST

Rabu, 29 April 2020 | 18.31 WIB
Kali Dibaca |


Toba, metrokampung.com 
Sebagaimana reaksi Kepala Sub V/2 PJT Asahan 1 Teguh Bayu Aji ST, atas raibnya hasil sedimen pengerukan sungai Asahan pada sfoil bank Perum Jasa Tirta 1 berkapasitas jutaan kubikasi sedimen Pasir, kini mengundang reaksi Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Toba. 

Jika Teguh Bayu Aji ST, bersikeras membantah menjual hasil sedimen kerukan Sungai Asahan pada teleconprensinya jumat (18/4/2020) pada media online (Wartadhana.com)

"Teguh Bayu Aji mengatakan,  Bahwa Perum Jasa Tirta 1, tidak pernah melakukan kegiatan jual beli material sedimen hasil pengerukan dan meminta saran Bupati Toba terkait hal tersebut, dijelaskanya pada Jum’at (17/4) melalui telecomprensi dihadapan sejumlah media online.

Sebelumnya, sejumlah media online Toba menyoroti, jika menejemen Perum Jasa Tirta 1 Asahan Toba diduga melakukan jual beli pasir hasil kerukan sedimen Sungai Asahan olek oknum menejemen PJT.

Hal ini dibuktikan pada sejumlah sfoil bank hasil kerukan sedimen Sungai Asahan oleh Perum Jasa Tirta selama tahun 2014 hingga tahun 2020 tampak menganga.

Sebelumnya, pada teleconfrensnya, Teguh memaparkan, kegiatan yang kita lakukan adalah kegiatan pengelolaan Sumber Daya Air pada Sungai Asahan yaitu, normalisasi sungai dengan pengerukan dengan tujuan mengurangi sedimentasi sungai untuk mengembalikan alur sungai ke kondisi ideal atau kondisi awal.

Sehinga kapasitas sungai dapat dipertahankan secara optimal. Yang menyumbang sedimentasi pada sungai Asahan yang besar berasal dari Aek Mandosi dan Aek Bolon dimana kondisi hulu sungai2 tersebut sudah kritis.

Dijelaskanya, selain melakukan normalisasi, Perum Jasa Tirta1 juga melakukan penghijauan pada lahan kritis di hulu sungai untuk mengurangi longsoran dan menyimpan air.

Terkait penjelasan Kepala Sub V/2 Perum Jasa Tirta (PJT)1 Teguh Bayu Aji ST diduga kuat telah melakukan pembohongan publik. "Sesungguhnya Bayu, koordinasi dulu kepada perwakilan menejemen Toba sebelum melakukan klarifikasi.

Diduga kuat penjualan sedimen pasir hasil kerukan PJT oleh oknum menejemen PJT Toba,  tanpa pernah diketahui pihak PJT 1 Malang "Ungkap Sonanggar Basyr Napitupulu.



Kemudian kata Basyr, menejemen PJT Malang melakukan penghijauan di sepanjang bantaran sungai, hal ini diduga tidak pernah terlaksana.

Ia menjelaskan, jika pihaknya telah melakukan infestigasi kepada para Kepala Desa di sepanjang bantaran Sungai Asahan, Aekbolon dan Aekmandosi. Para penguasa Desa itu mengatakan jika penghijauan tidak pernah dilaksanakan siappun pihak disepanjang bantaran sungai ini "ungkap Kades Narumonda VIII.

Kemudian sejumlah masyarakat yang enggan  namanya disebut pada bantaran Sungai Aekmandosi mengatakan, "lihat saja bang sepanjang bantaran sungai penuh dengan semak belukar." Silahkan saja lihat-lihat, boleh saja diperalat bantaran sungai ini jadi program, namun mohon lah agar kesannya baik, jika dimungkinkan bisa saja program itu fiktif sebutnya.


Atas pernyataan tersebut, Teguh Bayu Aji ST, saat dihubungi rabu (29/4/2020) melalui celular dan juga melalui pesan WhatsApp, telah memblokir seluruh panggilan.

Ketua Lembaga Masyarakat Merah Putih Nusantara Berlin Marpaung sangat menyesalkan, "jika menejemen Perum Jasa Tirta 1 Malang sangat kacau.

Ia menjelaskan, sikap Kepala Sub V/2 PJT1 sudah melakukan pembohongan publik yang berpotensi merusak tatanan menejemen PJT 1 daerah Toba.

Hal ini dapat menjadi preseden buruk atas permasalahan yang terjadi saat ini pada Perum Jasa Tirta 1, sesungguhnya Bayu harus koordinasi dengan menejemen daerah Toba agar tidak berseberangan ketusnya. (rel/mk) 
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru