SUMUT

NASIONAL

Unsur Pimpinan Dewan dan Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Dairi Apresiasi Kinerja Pemkab Dairi Lawan Covid-19

Sabtu, 11 April 2020 | 20.02 WIB
Kali Dibaca |


Dairi, metrokampung.com
Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mewakili Pemkab Dairi mengundang para unsur pimpinan dewan DAN KETUA FRAKSI DPRD Kabupaten Dairi untuk membahas langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Pihak Pemkab Dairi dalam penanganan Covid-19 di Kabuapten Dairi, sekaligus langkah-langkah Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga di Ketuai oleh Bupati Dairi.

Adapun para unsur pimpinan Dewan yang hadir dalam pertemuan itu, Sabam Sibarani selaku Ketua DPRD Dairi, Wakil Ketua Halvensius Tondang dan Wanseptember Situmorang. Sementara Kpimpinan Fraksi yang hadir diantaranya Rasiden Damanik dari Fraksi Gerindra, Nasib Sihombing dari Nasdem, Mardaulat Girsang dari Fraksi Demokrat, Charles Tamba dari Fraksi Golkar, Togar Pasaribu dari Fraksi Hanura, Riduan Sagala dan Alfriansyah Ujung dari Fraksi Pertaki, Fitri Tarigan dari Fraksi PDI. Unsur Pemkab yang dipimpin oleh Bupati Dairi, Eddy Berutu dihadiri oleh Sekda Leonardus Sihotang yang sekaligus sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Dalam sambutan Bupati Dairi Eddy Berutu, dirinya menginisiasi pertemuan yang digelar di hari libur jam kerja itu, Sabtu (11/4/2020) sebagai respon cepat dan tanggap Pemkab Dairi untuk segera memecahkan dan mencari solusi guna mengantisipasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam penanggulangan Covid-19. Pertemuan yang dilakukan dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 13:00 WIB itu, digelar dengan penuh kekeluargaan dan kebersamaan guna meyatukan pemahaman serta visi misi yang sama agar percepatan penanggulangan Covid-19  di Kabupaten Dairi bisa terwujud.

Bupati Dairi Eddy Berutu berharap lembaga eksekutif dan legislatif bisa berjalan kompak beriringan di tengah menghadapi penanggulangan Covid-19, karena selain menjadi tugas dan tanggungjawab bersama kepada masyarakat Dairi ini adalah merupakan kerja-kerja kemanusiaan yang tentu dampak dan manfaatnya untuk diri kita, keluarga kita, saudara-saudara kita, lingkungan dan bangsa kita. Semua pihak jangan pesimis, karena berbagai kendala yang dihadapi saat ini hampir dialami semua daerah se-Indonesia.

Menurutnya, jika semua terlibat, maka dairi akan kuat dan Dairi akan sehat.
Beberapa pemaparan penting disampaikan oleh Bupati Dairi Eddy Berutu dalam pertemuan itu diantaranya, menjelaskan situasi dan kronologi penangann Covid-19 khsusnya di Kabupaten Dairi sejak keluarnya Instruksi Presiden yang mengawali Pemkab Dairi bisa bergerak untuk melakukan tindakan cepat dan fokus dalam penganganan Covid-19.

Bupati Dairi Eddy Berutu menyampaikan, situasi dan rentang waktu penanganan ini pun berlangsung sangat cepat terlebih kejadian pandemik Covid-19 seperti ini tidak pernah terjadi.

Di awal penanganan Covid 19, Pemkab Dairi telah membentuk Gugas Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi. Setelah itu, eskalasinya pun berubah begitu cepat karena penyebaran virus Covid-semakin meluas yang diikuti dengan perubahan penetapan status di daerah dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat bencana pandemi Covid-19 yang dilakuka perpanjangan waktu hingga 29 Mei 2020.


Perpanjangan sekaligus kenaikan status ini berdampak perombakan struktur Gugas Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi yang sebelumnya dipimpin oleh Sekda yang memiliki 4 kelompok kerja (pokja) harus dipimpin oleh Kepala Daerah dengan menempatkan Dandim sebagai Wakil Ketua I dan Kapolres sebagai Wakil Ketua II dan menambah pokja yang melibatkan hampir semua OPD dan perangkat daerah agar penanganan lebih maksimal dan semakin cepat.

Berbagai surat edaran dikeluarkan oleh Pemkab Dairi dan jajarannya hingga tingkat desa dan lintas sektoral baik itu aturan yang merujuk pada aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, termasuk aturan yang berasal dari Mabes Polri berupa maklumat Kapolri yang diharapkan aturan itu bisa sampai hingga ke tingkat desa dan pesannya diterima oleh seluruh lapisan masyarakat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Dairi.

Bupati Dairi Eddy Berutu melanjutkan berbagai tindakan nyata dan upaya dilakukan oleh Pemkab Dairi agar tidak adalagi terjadi penumpukan massa di tempat dan di acara-acara tertentu.

Diantaranya, acara pesta atau adat semisal pernikahan ditunda dan dihentikan. Di dunia pendidikan, pelajar-pelajar sekolah di Dairi sudah belajar dari rumah. Tempat-tempat hiburan dilakukan penutupan. Jam operasional pusat pasar (puspas) Sidikalang dibatasi. Himbauan untuk hidup bersih dan sehat digencarkan, dimana disetiap tempat rumah makan dan toko serta di berbagai kantor instansi pemerintahan termasuk kantor kantor pemerintahan hingga di tingkatan desa harus menyiapkan cairan disinfektan atau air dan sabun untuk cuci tangan mencegah penularan virus Covid-19. Penyemprotan disinfektan juga dilakukan di setiap wilayah kecamatan se Kabuapten Dairi, khusunya di pemukiman warga padat penduduk, di tempat-tempat keramaian, rumah ibadah dan di rumah sakit atau puskesmas.

Bupati Dairi Eddy Berutu menyampaikan, ditengah berjalannya waktu pihaknya juga memberikan penanganan yang cepat kepada salah satu warga Dairi yang mrupakan pasien dengan pengawasan (PDP), Yesika Pasaribu warga desa Belang Malum, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang pulang dari Malaysia. Atas respon yang cepat dan tanggap dari jajarannya, dari tingakat desa dan kecamatan hingga Pemkab Dairi yang langsung menjalin koordinasi yang baik dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga akhirnya mendapatkan penanganan medis dan perawatan yang baik. Upaya ini pun tidak sia-sia karena berangsung-angsur kondisi pasien membaik dan akhirnya pulih serta dinyatakan sembuh oleh tim medis.

Upaya yang tidak kalah penting yang telah dilakukan oleh Pemkab Dairi adalah percepatan refokusing dan relokasi anggaran APBD 2020 untuk fokus melawan Covid 19. yang hanya memiliki waktu 7 hari sejak adanya keputusan Mendagri Ada tiga fokus penganggaran yang sudah dilakukan sebagaimana yang diarahkan oleh Mendagri yang tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 1 tahun 2020.

Adapun refokusing kegiatan anggaran untuk antisipasi dan penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 14,5 miliar. Sementara untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD Kabupaten Dairi Tahun Anggaran 2020 untuk Antisipasi dan Penanganan dan Penanggulangan Covid 19 sebesar Rp. 36 miliar.
Bupati Dairi Eddy Berutu yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menyampaikan pihaknya juga telah mendirikan 5 posko perbatasan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 Pemkab Dairi. Kelima posko didirikan di lima pintu masuk dan keluar Dairi yakni, Simpang Silalahi, Tanah Pinem, Lae Mbulan, Sidiangkat dan Parbuluan untuk mengidentifikasi para warga yang masuk dan keluar dari Kabupaten Dairi yakni.

Selain itu, Pemkab Dairi juga telah menyiapkan Taman Wisata Iman (TWI) sebagai tempat isolasi dan karantina kepada warga dairi dari luar kota yang masuk ke wilayah Dairi. Dipilihnya TWI adalah untuk memanusiakan para warga Dairi, saudara-saudara kita yang datang dari wilayah zona merah, sehingga sebelum mereka ke Kabupaten Dairi harus  diisolasi selama 14 hari. Di TWI infrastuktur sudah lengkap, sehingga dengan cepat bisa langsung digunakan, dan warga Dairi selama menjalani isolasi tidak mengalami stres karena akan mendapatkan pelayanan yang baik dan berada di taman wisata yang nyaman.

Mereka yang diisolasi di TWI bukanlah para pasien Covid-19, namun warga kita yang datang dari kota luar khususnya dari wilayah zona merah, agar wilayah Dairi terlindungi dari penyebaran Covid-19. Pemahaman ini yang diharapkan bisa sampai kepada masyarakat Dairi sehingga tidak adalagi penolakan dari warga atas penggunana TWI sebagai tempat isolasi bagi warga yang akan masuk ke kabupaten Dairi.

Untuk segala upaya yang telah dilakukan, Bupati Dairi berharap para unsur pimpinan DPRD Kabupaten Dairi agar ikut bersama-sama turut andil membantu pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh Pemkab dan juga Forkopimda serta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Dairi. Sebagai pejabat publik diharapkan agar bisa menyampaikan kepada konstituen masing-masing berbagai informasi yang berimbang ke tengah masyarakat agar penangnan yang telah dilakukan semakin masksimal dan pandemik ini bise teratasi.


Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani sangat mengapresiasi kinerja Pemkab Dairi dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabuapten Dairi dalam penanganan Covid-19 di Kabuapten Dairi. Menurutnya, sudah banyak langkah nyata yang dilakukan oleh Pemkab dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang perlu didukung semua pihak agar penanganan cepat. Terkait penggunaan TWI sebagai tempat isolasi adalah sebagai langkah tepat, karena tidak ada alternatif lain yang layak yang bisa digunakan dengan cepat telebih soal pembiayaan karena dibutuhkan respon cepat dan tanggap untuk mengatasi Covid-19. Ia menambahkan, forum pertemuan seperti ini merupakan hal yang positif agar penanganan bisa dilakukan secara bersama-sama.

Ketua Fraksi Partai Nasdem, Nasib Sihombing menyampaikan hal yang sama mengapresiasi setiap langkah pengangan Covid-19 oleh Pemkab Dairi dan  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi. Ia menyarankan, agar Pemkab bisa merespon berbagai isu negatif dari berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab serta menangkal berbagai isu-isu hoax dengan menyampaikan informasi lengkap atas berbagai upaya dan kerja nyata yang telah dilakukan. Fraksinya akan terus mendukung upaya pemerintah untuk ikut bersama-sama melawan Covid-19 di Kabupaten Dairi.

Perwakilan dari Fraksi Demokrat DPRD Dairi, Wanseptember Situmorang setuju jika anggaran dana perjalan dinas luar kota dan dana reses anggota DPRD Dairi bisa dugunakan juga untuk membantu Percepatan Penanganan Covid-19 Kabuapten Dairi. Pihaknya sangat mengapresiasi pertemuan yang digelar Bupati.(vikram/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru