Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Didampingi NGO, Bupati Dairi Terima Kunjungan Perwakilan Masyarakat Desa Sibongkras dan Longkotan

Kamis, 14 Mei 2020 | 23.05 WIB
Kali Dibaca |


Dairi, metrokampung.com
Didampingi pengurus Sada Ahmo, pengurus Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK) Anward Nababan, Rohani beserta pengurus Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Selaras Alam (PETRASA), Buat Sihombing, Sarma Sigalingging, perwakilan masyarakat Kecamatan Silima Pungga-pungga tepatnya masyarakat Desa Sibongkaras dan desa Silongkotan audiensi kepada Bupati Dairi DR.Eddy Keleng Ate Berutu membahas tentang lahan pertanian dan persawahan yang dilanda bencana alam banjir bandang tahun 2018 lalu di ruang kerja bupati, Selasa (12/05/2020).

Bupati Dairi DR.Eddy Keleng Ate Berutu bersama Plt. Kadis Pertanian Bintoha Angkat, Kepala Badan BPBD ST Manik perwakilan Dinas PUTR menyambut hangat kedatangan perwakilan masyarakat desa Sibongkaras dan masyarakat desa Longkotan.
Berbagai keluhan disampaikan masyarakat kepada Bupati Dairi dalam rapat tersebut, khususnya  keluhan terkait lahan persawahan masyarakat yang hingga saat ini mulai dari banjir bandang 2018 lalu menimpa belum dilakukan normalisasi sehingga masyarakat merasa kehilangan pekerjaan dan berdampak pada turunnya ekonomi masyarakat setempat ditambah lagi saat ini masyakat harus dihadapkan kembali terhdap bencana nasional yakni covid 19 dimana pemerintah khususnya pemerintah Kabupaten Dairi tengah serius dalam menangani serta memutus mata rantai musibah civid 19.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut Bupati Dairi DR. Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan bahwa  pada tahun 2019 lalu hal itu sudah dibahas dan seharusnya sudah diperbaiki pada tahun ini namun sebab pandemic Covid 19 ini melanda seluruh negara. Salah satunya adalah negara Indonesia maka pemerintah merefocusing anggaran dalam penanganan musibah tersebut sehingga terjadinya keterlambatan pembangunan.

Disebutkannnya keterlambatan pembangunan tersebut bukan hanya terjadi di Dairi saja namun terjadi di seluruh Daerah yang ada di negara ini.

"Tahun 2019 lalu saya bersama dinas terkait sudah meninjau lokasi tersebut dan sudah dibahas normalisasinya pada tahun ini, tapi kita semua tahu bahwa saat ini kita sedang dihadapkan dengan situasi yang sangat darurat, pemerintah pusat telah merefocusing anggaran pusat dan anggaran daerah dalam penanganan pandemic ini seperti bantuan sosial, jadi anggaran untuk pembangunan kita udah terpangkas," ujar Bupati.



Namun Bupati Dairi juga dalam rapat tersebut meminta kepada Plt. Kadis Pertanian Bintoha Angkat untuk memberikan solusi kepada masyarakat petani yang terkena musibah banjir bandang itu tetap dapat memanfaatkan lahan yang tersisa sebelum dilakukan normalisasi nantinya setelah musibah covid 19 ini selesai.

"Kita semua berdoa agar bencana nasional ini cepat berlalu, bukan hanya masyarakat saja yang terdampak saya juga sebagai bupati juga pastinya ikut terdampak, namun kita harus sama sama mengatasi, ini bukan hanya tugas pemerintah masyarakat juga harus berperan aktif dalam mengatasi bencana covid 19 ini, saya yakin petani kita ini adalah petani yang kuat kami akan terus mendukung  dan akan terus mecari solusi agar para petani tetap dapat bekerja dan tetap mendapatkan hasil tani yang maksimal, selaku bupati juga saya sangat berharap kepada seluruh element masyarakat agar tetap sabar ikuti anjuran pemerintah kita akan kuat jika kita bersama sama," ungkap Bupati.

Sugianto Hasugian masyarakat Desa Bongkaras kepada Bupati Dairi Dr.Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan rasa hormat dan rasa terimakasih  yang sebesar besarnya atas kepeduliannnya terhadap masyarakat.

"Selaku masyarakat jujur saya sangat terharu dan berterimakasih kepada bapak Bupati Dairi sebab kami dapat bertatap muka dengan bapak serta keluhan kami telah bapak tanggapi. Kami masyarakat desa Bongkaras dan Longkotan akan selalu mendukung pemerintah dan kami berharap jika covid 19 ini sudah berlalu agar bapak bupati nantinya dapat menormalisasi persawahan kami," pungkasnya.

Wawancara terpisah kepada perwakilan PETRASA  Duat Sihombing mengatakan bahwa pertemuan tersebut adalah diskusi dengan Bupati Kabupaten Dairi terkait petani yang terdampak banjir bandang didesa lokkotan dan bongkaras 2018 lalu, dimana mereka kehilangan sumber pendapatan dan pangan karena lahan persawahan mereka tidak lagi dapat difungsikan sebgai lahan pertanian persawahan.

Apalagi dalam kondisi covid 19 ini tentu ketahanan pangan masyarakat menjadi hal yang menjadi kebutuhan penting,kita berharap pemerintah kabupaten Dairi memberikan perhatian khusus kepada 2 desa tersebut sehingga lahan tersebut kembali dapat difungsikan sebagai lahan pertanian.

"Tentu kita faham, dalam kondisi covid 19 tidak mudah bagi pemerintah untuk menggunakan anggaran dalam merelokasi lahan tersebut tapi kita berharap ini menjadi program jangka menegah atau jangka panjang yang tentu menjadi prioritas ke depan untuk menjaga kebutuhan pangan di desa itu tetap terjaga kedepan dan juga sebagai sumber ekonomi, untuk jangka pendek mungkin pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pertanian perlu mencari alternativ tanaman lain yang bisa ditanam dilahan tersebut sembari menunggu perbaikan lahan tersebut sampai betul-betul kembali seperti dulu," jelas Sihombing.(vikram/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru