Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Sadis, Yunus Dihabisi Ayah dan Adik Kandung di Malam Takbiran

Minggu, 24 Mei 2020 | 08.37 WIB
Kali Dibaca |

Jasad Yunus di Puskesmas Lima Puluh usai terlibat perkelahian dengan ayah dan adiknya.

Batu Bara, metrokampung.com
Sejatinya malam takbiran malam memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT karena telah berpuasa sebulan penuh.

Namun tidak demikian dengan Yunus. Saat gema takbir bersahutan,  remaja berusia 20 tahun itu tewas mengenaskan usai   berkelahi drngan ayah dan adik kandungnya sendiri di rumahnya  Lingkungan II, Kelurahan Lima Puluh Kota, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (23/5/2020) malam.

 Atas perbuatannya playah kandung korban YS (50) dan putra bungsunya UC (16) diamankan ke Mapolres Batu Bara. Sementara, jenazah Yunus terbujur kaku di Puskesmas Lima Puluh.

 Salah seorang saksi mata, Hafis (26) mengatakan dia dan warga sudah berupaya melerai pertikaian dalam keluarga tersebut dan membawa Yunus ke Puskesmas.  “Sudah kami lerai, makanya si Yunus dilarikan ke Puskesmas, namun meninggal dunia,” ujarnya.

 Menurut penuturan YS (orang tua korban) di Mapolres Batu Bara, pertikaian berawal ketika putranya Yunus pulang ke rumah. YS yang merasa kehilangan uang kemudian mempertanyakan hal itu kepada anaknya Yunus, namun Yunus menyangkal sehingga terjadi pertengkaran mulut.

 “Saya menduga anak saya ini pencandu narkoba, uang dan ayam yang sehari-hari untuk dijual mencari nafkah hilang. Kalau ditanya dia selalu mengelak. Bukan baru ini kejadian, sering seperti itu,” kata YS, kepada wartawan.

 Puncaknya, Sabtu malam sekira pukul 20.00 WIB ketika Yunus menyangkal dan terjadilah pertikaian dengan ayahnya YS. Keduanya terlibat adu jotos.

 Melihat ayahnya dilawan, UC putra bungsunya tak terima lalu ikut membantu ayahnya dengan cara memiting leher abangnya Yunus, sehingga dengan mudah dipukuli ayahnya.

 Mendengar keributan, warga berhamburan datang melerai pertengkaran dan membawa Yunus ke Puskesmas namun akhirnya mengembuskan nafas terakhir.

 Kasat Reskrim Polres Batu Bara AKP Bambang Gunanti membenarkan kasus ini.

“Memang benar, terjadi pertikaian dalam keluarga. Untuk sementara Ini bukan kasus pembunuhan, tetapi pertikaian dan pengeroyokan dalam keluarga sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya.

 Untuk penyidikan, YS dan putranya UC malam takbiran di Mapolres Batu Bara. (dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru