SUMUT

NASIONAL

Wali Kota Tanjungbalai : Dampak Covid-19, Pemkot Tanjungbalai Segera Fasilitasi Pemulangan Warga Tanjungbalai Terlantar di Malaysia

Jumat, 01 Mei 2020 | 13.09 WIB
Kali Dibaca |

Wali kota Tanjungbalai, H.M Syahrial SH,MH Segera Fasilitasi Pemulangan Warga Tanjungbalai Terlantar di Malaysia, Jum'at (1/5/2020).(Foto Mk/dok)

Tanjungbalai, Metrokampung.com
Pemerintah Kota Tanjungbalai menyatakan kesiapannya untuk menjemput warganya yang terlantar terkena dampak wabah virus corona (Covid-19) di Malaysia. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Tanjungbalai, H.M Syahrial SH,MH saat memimpin Rapat Koordinasi antar lintas sektoral yang dilaksanakan di Pendopo rumah dinas Wali Kota, Kamis (30/4/2020) sore. Seperti diketahui, negeri jiran tersebut hingga saat ini masih melakukan lockdown untuk mencegah makin meluasnya wabah corona.

"Akibat wabah virus corona, banyak masyarakat Tanjungbalai baik yang ilegal dan TKI terkena dampak, seperti PHK. Dikhawatirkan ini akan terlantar di Malaysia. Untuk itu, mereka harus kita bantu  dan kita jemput agar bisa kembali ke Tanah Air, Kota Tanjungbalai," ungkap Wali Kota H.M Syahrial saat memimpin Rakor Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjungbalai

Wali Kota H.M Syahrial menjelaskan, saat ini ada 295 warga Tanjungbalai (memiliki Kartu Identitas KTP atau Paspor) yang sudah terdata dan terdaftar  yang harus segera dipulangkan dari Malaysia. Dari 295 tersebut, ada 150 orang rencananya akan dipulangkan pada hari rabu (6/5) mendatang untuk tahap pertama langsung dijemput ke Port Klang, Malaysia menggunakan Kapal Ferry. Diperkirakan 150 Warga kita tersebut akan tiba pada sore harinya di pelabuhan teluk nibung dan langsung dibawa ke Karantina sementara di GOR Mini, Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso. Sesampainya di Karantina Sementara, seluruh warga tersebut akan dilakukan pemeriksaan melalui Rapid Test oleh tim medis Kota Tanjungbalai, papar Wali Kota H.M Syahrial.



"Jika tidak segera diselamatkan, dikhawatirkan mereka akan terlantar dan dapat ditahan oleh pihak pengamanan setempat. Hal ini mengingat hingga saat ini sejak negeri jiran tersebut memberlakukan Lockdown, pekerja asal Tanjungbalai yang berada Malaysia mengaku bahwa mereka  sudah 2 bulan tidak bekerja.

"Uda 2 bulan tidak kerja. Kalau pun ada kerja, cuma 1 hari, Setelah itu tidak kerja lagi. Dengan segala upaya, Pemkot Tanjungbalai segera mengusahakan agar warga kita yang ada di Malaysia dapat pulang segera, hal inilah yang membuat mereka sangat senang sekali kalau dapat pulang ke Indonesia usai berkomunikasi dengan salah satu warga yang ada disana," ucapnya.

"Sebelumnya saya sudah berkomunikasi langsung dengan beberapa warga kita yang ada di Malaysia dan yang meminta bantuan agar difasilitasi Pemkot Tanjungbalai untuk segera dipulangkan ke Tanah air. Saya sampaikan kepada mereka, Pemkot Tanjungbalai segera akan membatu pemulangan mereka. Untuk itu, saya sangat mengharapkan bantuan dari berbagai pihak khususnya Keimigrasian, Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Tanjungbalai, Syahbandar, Bea Cukai, Karantina Kesehatan Tanjungbalai  membantu untuk memperlancar proses penjemputan nantinya," katanya.

Menindaklanjuti hal itu, Wali Kota memerintahkan OPD terkait dibawah kordinasi Sekertaris Daerah, Yusmada yang di dampingi Kadis Kesehatan, dr Burhanuddin Harahap, Kadis Kominfo, Walman Riadi P Girsang, Kadis Sosial, Idris SH. Kadis Tenaga Kerja, Rasyidin serta Kadis Perhubungan, Khairul, untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya saat mereka tiba di Tanjungbalai nantinya terutama terkait kesiapan tenaga medis, ruang isolasi dan ruang karantina apabila 150 orang itu tiba di Tanjungbalai

Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPRD Tanjungbalai, Surya Darma, Sekdakot Tanjungbalai Yusmada, Para pimpinan Instansi Vertikal diantaranya Imigrasi, Bea Cukai, KSOP, Pelindo I Cab. Tanjungbalai serta Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjungbalai.(ES/Mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru