SUMUT

NASIONAL

Oknum Dosen Diduga Terlibat Sindikat Buku Nikah Palsu

Minggu, 12 Juli 2020 | 19.20 WIB
Kali Dibaca |

Foto pernikahan oknum Dosen UINSU berinisial TMS dengan Siti Al Hajar Nasution pada 7 September 2019/foto : ist
Medan, metrokampung.com
Dibalik kisah sedih yang bergelayut di hati dan wajah SAHN alias Ajar, wanita yang mengaku ditelantarkan suaminya berinisial TMS, kini mulai terendus pula kejahatan luar biasa yang dilakukan pria yang berstatus dosen salah satu universitas negeri ternama berbasih agama di Kota Medan itu.

Kali ini menyangkut dugaan keterlibatannya dalam sindikat pembuatan dokumen negara berupa buku nikah palsu.

Indikasi itu semakin terlihat jelas ketika TMS menjanjikan akan menyelesaikan urusan administrasi dan dokumen yang diakuinya legalitasnya oleh negara, usai ia menikahi Ajar 'di bawah tangan'.

Berdasarkan penuturan wanita berusia 21 tahun itu, begitu hubungan terlarang yang mereka jalani hingga membuat ia berbadan dua, dosen di Fakultas Dakwah itu mulai panik. Untuk menghilangkan jejak perbuatan mesumnya, TMS sempat mengajak Ajar berpindah-pindah tempat kost.

"Sejak awal memang tidak ada itikad baiknya untuk menikahi saya. Ia terus berupaya menyembunyikan saya sampai pindah-pindah tempat kost walau akhirnya mamak tau dan memintanya segera menikahi saya dulu walau di bawah tangan," sebut Hajar saat kembali ditemui dikediamannya di Dusun I, Desa Dagang Kelambir, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Minggu (12/7/2020).

Di tengah suasana bahagia usai menikah, ditambah lagi kondisi kehamilan Ajar yang terus membesar, TMS berjanji akan segera menyelesaikan seluruh administrasi pernikahan di Pengadilan Agama.
 Sayangnya, hal itu tak pernah terealisasi. Karena wanita berambut panjang itu justru tak pernah diajak untuk mengurus NA bersama sebagai syarat untuk pernikahan yang diakui negara.

"Tapi anehnya buku nikah kami bisa keluar beberapa waktu setelah menikah. Dia juga ada datang beberapa kali menemani saya USG ke dokter untuk mengecek kehamilan," urainya.

Seiring berjalan waktu, anak kedua dari tiga bersaudara itu pun melahirkan di Klinik Tutun Sehati, Tanjungmorawa. Saat itu, karena biaya tidak ada, proses persalinan menggunakan kartu BPJS KIS. Tentu salahsatu syaratnya adalah buku nikah.

"Saat itulah foto kopian buku nikah itu dibawa dan dilampirkannya dalam dokumen bersama surat kelahiran anak kami dari klinik sehingga BPJS itu bisa digunakan," sebutnya.

Kendati demikian, TMS sama sekali tak pernah mau menyerahkan satu pun buku nikah termasuk satu buku yang menjadi hak istri kepada Ajar.

"Setiap kali buku nikah itu saya minta ada aja alasannya. Terakhir sampai saya pertanyakan belum lama ini, dia bilang buku itu dikembalikannya kepada kawannya. Kan aneh kenapa buku nikah dikembalikannya ke kawannya. Ada apa? Apa ini yang namanya sindikat pemalsu dokumen itu?," ucap Ajar curiga.

Dengan kejadian ini, iapun mengaku semakin curiga bahwa selain menjadi korban penipuan 'laki-laki hidung belang' yang hanya mengejar kenikmatan syahwat. Ia juga mulai menduga-duga adanya keterlibatan TMS terlibat sindikat pemalsuan dokumen negara khususnya buku nikah.

"Sekarang saya kesulitan untuk menggugat cerai. Anak saya juga terancam tidak memiliki status karena saya tak bisa mengurus akte kelahirannya. Apalagi dia memang ngotot gak ngakui anak yang merupakan darah dagingnya. Karena itu saya berharap pihak kepolisian bisa mengusut kasus ini sebelum berjatuhan korban lain, cukuplah saya yang jadi korban," ucapnya sambil menyeka air matanya.

Rencananya, untuk memperjuangkan nasibnya dan anaknya, Ajar akan mengadukan masalah ini ke DPRD Deliserdang dan DPRD Sumatera Utara serta ke pihak kepolisian.

Sementara, berdasarkan investigasi wartawan, di tengah kasus yang menderanya, TMS justru mulai mencari mangsa baru.

Seorang mahasiswanya di UINSU berinisial NIF alias P termasuk salah satu wanita yang mulai masuk perangkapnya.

"Iya, memang pacaran mereka. Cewek itu memang mahasiswanya. Dia (NIF) itu padahal keponakan dosen disini yang juga wartawan senior di Medan. Ya mudah-mudahan tidak jadi korban berikutnyalah," ucap sumber di UINSU.(rel/dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru