Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Dedi Iskandar Batubara Apresiasi Dai yang Berdakwah di Karo

Senin, 14 September 2020 | 20.08 WIB
Kali Dibaca |

Dedi Iskandar Batubara Apresiasi Dai yang Berdakwah di Karo.
Karo, Metrokampung.com
Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Al Washliyah Provinsi Sumatera.Utara Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos, SH, MSP membuka secara resmi Pelatihan Fardhu Kifayah Bilal Jenazah yang diadakan Majelis Dakwah dan Komunikasi PW Al Wasliyah Sumatera Utara di Gedung Al Washliyah Kabanjahe, Minggu (13/09/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Dedi memberikan apresiasi kepada dai yang berdakwah di Kabupaten Karo dalam membina dan membentengi akidah umat Islam, khususnya di daerah-daerah terpencil.

Untuk mendukung hal tersebut, pria yang akrab disapa DIB ini mengatakan Al Washliyah juga mengambil porsi untuk konsentrasi melakukan pembinaan untuk pengembangan dakwah di Kabupaten Karo.

"Terima kasih kepada ustadz-ustadz, dai-dai, guru-guru kita yang hadir dari seluruh Kabupaten Karo. Saya kira pekerjaan yang tuan-tuan lakukan oleh Allah akan dijadikan kebaikan yang luar biasa. Belum tentu saya sekalu pun bisa melakukan pekerjaan yang sama seperti yang tuan-tuan lakukan," ujar Dedi yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, PW Al Washliyah Sumatera Utara akan berusaha semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan dai yang ada di Kabupaten Karo. Misalnya, kebutuhan guru tahsin untuk memperbaiki bacaan al Qur'an.

"InsyaAllah akan dibawa Ustadz Tuah Sirait, merupakan qori nasional dan dewan hakim tingkat Sumatera Utara yang kapasitasnya tidak diragukan lagi," katanya.

Sementara, Izhar Syafawi, S.Pd.I. yang menjadi narasumber dalam acara tersebut menjelaskan, bilal jenazah tidak ditentukan dari tingginya pendidikan formal atau gagahnya seseorang. Namun, ada empat sifat yang harus ditanamkan oleh bilal jenazah.

"Pertama, berani. Berani karena iman. Setelah pelatihan ini diharapkan kita sudah memiliki keberanian untuk mengurus jenazah," kata Izhar yang yang sudah puluhan tahun menjadi bilal jenazah ini.


Kedua, imbuhnya, ilmu pengetahuan. Ilmu tidak cukup hanya sekedar teori, namun harus juga dibarengi dengan praktik.

 Selanjutnya adalah sabar. Sabar dalam mengurus jenazah dan mesti dibarengi dengan ilmu.

"Keempat harus amanah. Yaitu tidak memperlihatkan aurat jenazah dan tidak menyebarkan penyebab atau aib jenazah tersebut," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua PW Al Washliyah Provinsi Sumatera Utara, Tuah Aman, S.Ag, SH, MH, Ketua PW Muslimat Al Washliyah Sumatera Utara, Dra. Hj. Nurliati Ahmad, MA dan Ketua Majelis Dakwah dan Komunikasi PW Al Washliyah Sumut H.Junaidi Husda, S.Ag, MM.(amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru