SUMUT

NASIONAL

Geger Penemuan Jenazah Wanita 44 Tahun Menggantung di Ladang Pohon Durian

Kamis, 08 Oktober 2020 | 20.10 WIB
Kali Dibaca |

Petugas kepolisian dari Polsek Balata mengevakuasi jenazah perempuan 44 tahun tergantung, dengan kondisi leher terlilit kain di cabang pohon durian, Kamis (8/10/2020) pagi.

Tigabalata, metrokampung.com
Perladangan milik Robert Arifin Siregar di Dusun Lumban Baringin Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun digegerkan atas temuan mayat gantung diri pada Kamis (8/10/2020) pagi.

Korban yang belakangan diketahui adalah perempuan bernama PN (44) tampak tergantung di sebuah pohon durian dengan seutas kain di lehernya.

Menurut keterangan Kapolsek Balata AKP Jagani Sijabat, pagi itu sekira pukul 06.30 WIB, seorang petani bernama Parulian Simanjuntak hendak berangkat ke ladangnya.

Dalam perjalanan, saksi terkejut melihat ada sosok perempuan tergantung di pohon.

"Jadi saksi saat melintas di perladangan milik warga bernama Robert, dia melihat ada seorang perempuan telah menggantung di cabang pohon durian," kata Kapolsek.





Kaget dengan penampakan wanita tersebut, ujar Kapolsek, saksi berlari menuju perkampungan Dusun Lumban Baringin yang kebetulan hanya berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.

Warga selanjutnya melaporkan peristiwa ke pihak Polsek Balata.

"Petugas ke TKP sekitar pukul 07.00 WIB lalu melakukan cek TKP, Foto TKP dan selanjutnya menurunkan jenazah dari cabang pohon durian untuk dibawa ke rumahnya dan diserahkan ke pihak keluarga," terang Kapolsek.

Belum diketahui apa yang melatari PN yang sehari-hari bekerja sebagai petani nekat mengakhiri hidup. Sementara terhadap jenazahnya, petugas medis Puskesmas Jorlang Hataran telah melakukan pemeriksaan tubuh luar.

Dari kejadian ini pihak keluarga orang tua korban telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi sebagai dugaan tindak pidana.

Polisi juga telah menyita barang bukti yang dikenakan oleh korban saat bunuh diri berupa sehelai kain panjang corak batik warna coklat dengan panjang 2,26 meter, selai baju kaos oblong warna putih yang depannya bertuliskan Morning, dan sehelai celana pendek warna merah bercorak bunga.

Menurut keterangan keluarga, PN sendiri sebenarnya pernah melakukan aksi yang sama pada Selasa (5/5/2020) lalu.
Kala itu ia hendak bunuh diri dengan minum racun.  

"Tapi berhasil diselamatkan saat dibawa ke RSUD Vita Insani Pematangsiantar," terang suami korban, SS dalam surat pernyataan yang ditandatanganinya.(sugyanto/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru