Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Meminta Uskup Berpolitik Di Samosir, Anggota DPRD Samosir Polten Simbolon Angkat Bicara

Senin, 19 Oktober 2020 | 20.38 WIB
Kali Dibaca |

anggota DPRD Samosir Polten Simbolon SE, MM yang juga merupakan umat gereja Katolik.

Samosir, metrokampung.com
Sesuai dengan video yang beredar pada beberapa lalu, yakni terkait ajakan calon bupati Samosir Rapidin Simbolon Kepada kepala keuskupan agung medan, bapak Uskup Mgr Cornelius Sipayung OFM, Cap, untuk turut berpolitik praktis ke Samosir, anggota DPRD Samosir Polten Simbolon yang juga merupakan umat gereja katolik angkat bicara. 

Kepada media, Senin (19/10/2020) Polten Simbolon menyatakan bahwa sikap tersebut tidak baik, serta dirinya juga meyakini bahwa permintaan Rapidin Simbolon kepada Uskup Mgr Kornelius Sipayung OFM. Cap, untuk turut berpolitik di Samosir tidak akan dipenuhi. 

"Soal video yang beredar beberapa lalu, 
saya tidak percaya ajakan calon bupati Petahana bersama tim sukses nya akan disanggupi oppung uskup, dalam konteks memberi pengaruh, dan dukungan kepada paslon rapberjuang,"ungkapnya. 

Disamping itu, selaku umat katolik, Polten Simbolon mengajak umat katolik di Samosir untuk turut menciptakan pilkada damai.

"Saya mengajak seluruh umat gereja katolik di Samosir untuk menciptakan pilkada damai, serta meminta semua pihak untuk menjadikan pesta demokrasi perayaan konstitusi warga negara," lanjut Polten. 

Lebih lanjut diterangkan, Politisi Partai Golkar tersebut juga menyampaikan bahwa bahwa politik itu ajang adu ide dan gagasan. 
 
"Politik adalah ajang adu ide dan adu gagasan, bukan saling membully antara masing masing tim sukses paslon. 
Jika itu masih terjadi, maka kualitas pilkada ini akan mengalami kemunduran dan praktek demokrasi akan kehilangan rasa rasionalitas dan substansi," tegas Polten. 

Polten Simbolon juga berharap agar  pemilihan bupati wakil bupati Samosir yang akan di gelar pada 09 desember mendatang dapat berjalan lancar aman dan damai, serta bebas dari praktek politik uang. 

"Saya menghimbau kepada semua pihak untuk menjaga kondusifitas dan kekeluargaan, karna masyarakat Samosir masih menjungjung tinggi adat dalihan natolu," ujar Polten mengakhiri.(HPS/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru