Pengikut

SUMUT

NASIONAL

STIKes INDAH MEDAN KKN di Desa Cinta Rakyat, Percut Sei Tuan

Selasa, 01 Desember 2020 | 14.01 WIB
Kali Dibaca |



Medan, metrokampung.com
Dosen S1 Farmasi STIKes INDAH MEDAN bersama mahasiswa yang menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyta (KKN) yang tergabung dalam Tim Pengabdian Bagi Masyarakat dikoordinasi oleh Ketua STIKes Bapak Dr. apt. Samran, M.Si. dan Ibu Dr. apt. Cut Fatimah, M.Si, sebagai Ketua Program studi S1 Farmasi, bersama staf dosen. 
Pada tanggal 28 November 2020 dilaksanakan pengabdian bagi masyarakat, membagi keterampilan bagi Ibu-ibu PKK di Desa Cinta Rakyat untuk memanfaatkan bahan alami tumbuhan yang mudah didapat di sekitar lingkungan tempat tinggal. dibuat  manjadi produk berupa jamu minuman sehat instan kering, krim penghangat tubuh penghilang pegal linu, sekaligus pengusir nyamuk, handsanitizer, dan lilin aromaterapi.



Hasil produksi nantinya, diharapkan di samping untuk merawat kesehatan sendiri, Ibu-ibu PKK juga dapat berwira usaha bernilai ekonomis, dijual di kedai-kedai di sekitar desa, melalui koperasi desa, on line, atau dengan cara lainnya, sehingga dapat menambah pendapatan, peningkatan kesejahteraan keluarga.

Seperti kita ketahui bersama, sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia menggunakan berbagai tanaman dalam penanggulangan masalah kesehatan yang merupakan warisan nenek moyang berdasarkan pengalaman turun-temurun. Namun banyak yang digunakan secara langsung, diminum atau digosokkan pada tubuh belum dibuat dalam bentuk sediaan, sehingga penggunaannya kurang praktis dan kurang digemari masyarakat.

Umumnya tumbuhan yang mempunyai bau tajam dan terasa hangat di tubuh contohnya sereh wangi, biji pala, cengkeh, merica, sereh, jahe, andaliman, kencur, kecombrang, bahkan cabai, berkhasiat sebagai penghangat tubuh, pengurangan pegal linu, sakit gigi, perut kembung, masuk angin, sakit kepala, digigit nyamuk. 

Selain itu tumbuhan yang mempunyai aroma ini juga ditakuti oleh nyamuk, sehingga bisa juga sebagai bahan pengusir nyamuk, dibuat dalam bentuk krim dan lilin aromaterapi, dan dapat membunuh kuman dibuat dalam bentuk handsanitizer
Bapak Suhendro ST. Selaku kepala Desa dan Ibu Sulastri selaku sekretaris Desa Cinta Rakyat, Percut Sei Tuan beserta jajarannya menerima dosen dan mahasiswa tim pengabdian masyarakat dari S1 Farmasi STIKes Indah dengan penuh antusias, dan seluruh Ibu-ibu PKK mengikuti pelatihan pembuatan berbagai produk perawatan kesehatan tersebut dengan tekun, serta memberi berbagai pertanyaan dan diskusi.

Sehingga pada akhir pertemuan, Alhamdulillah Ibu-ibu PKK telah mendapatkan ketrampilan pembuatan jamu minuman sehat instan kering, krim penghangat tubuh penghilang pegal linu, sekaligus pengusir nyamuk, handsanitizer, dan lilin aromaterapi menggunakan berbagai bahan alam.

Ibu-ibu PKK Desa Cinta Rakyat, Percut Sei Tuan sangat berharap agar dapat kiranya tim dari S1 Farmasi STIKes Indah Medan sudi kiranya datang kembali di masa yang akan datang ke desa nya untuk memberikan berbagai ketrampilan lainnya. Mudah-mudahan bisa bermanfaat, Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin. 

Sementara itu, Ketua yayasan Indah Medan, dr. Riski Ramadhan Hasibuan memberikan apresiasi kepada civitas Akademi Stikes Indah Medan Khususnya Prodi S1 Farmasi yang mana telah memberikan program nyata dalam hal penelitian dan Pengabdian Masyarakat, khususnya melatih skill seluruh mahasiswa untuk berinovasi.

"Kedepan STIKES Indah Medan terus berbenah menjadi yang terbaik,"ungkapnya.
Hal senada disampaikan Dewan Pembina H. Abdul Haris Hasibuan, SE menyampaikan apresiasi kepada civitas Akademi STIKes Indah Medan khususnya Prodi S1 Farmasi yang telah memberikan program nyata kepada masyarakat dan edukasi para mahasiswa.

"STIKes Indah Medan harus berinovasi menjadikan yang terbaik,"ucapnya.(ys/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru