Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Proyek Penataan Trotoar dan Drainase Kota Parapat Yang Dikerjakan CV Guruh 'Terlantar'

Jumat, 23 April 2021 | 07.28 WIB
Kali Dibaca |

Proyek pembangunan trotoar dan drainase bernilai miliaran rupiah diduga tidak selesai dikerjakan.

Medan, Metrokampung.com
Sejumlah pengerjaan proyek pembangunan trotoar dan drainase bernilai miliaran rupiah diseputaran Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon kondisinya rusak parah.

Kondisi ini terjadi karena diduga pihak rekanan mengerjakan asal jadi, kata Ketua LSM Lembaga Pemerhati Pengkajian Pembangunan Sosial Sumut (LP3S-SU), Drs H Jaya Simanjuntak, Jumat (23/4/2021).

Menurut Jaya Simanjuntak pebangunan drainase maupun trotoar itu tampaknya  dikerjakan tidak sesuai target dan tidak sesuai dengan spesifikasi. Terkesan dibiarkan dan ditinggalkan oleh para pekerja proyek.

Akibatnya, kata Jaya Simanjuntak, dibeberapa lokasi, paritnya meluap dan semakin tidak berfungsi setelah dikerjakan sehingga menimbulkan persoalan baru.
Dari hasil pantaunnya dilapangan, pembangunan trotoar dan drainase yang rusak parah pasca pengerjaan ditemui di sepanjang jalan Sisingamangaraja. Disitu terlihat trotoar porak poranda dan amburadul.
 
"Parit sama sekali tidak berfungsi ketika hujan sehingga air meluap dan menggenang ditrotoar jalan", ungkapnya.

Jaya Simanjuntak merasa prihatin melihat kondisi tersebut. Apalagi saat ini pemerintah sedang memprioritaskan pembangunan dan pengembangan Kota Parapat yang digadang gadang oleh pemerintah sebagai destinasi wisata danau toba.

Dalam hal ini, menurut Jaya Simanjuntak, program pemerintah yang ingin menjadikan Parapat sebagai destinasi Danau Toba tidak selaras karena masih banyaknya oknum - oknum yang mengambil keuntungan.    

Sepanjang Kota Parapat  sampai batas 
Terminal Parapat saja kondisi trotoarnya kupak kapik dan sangat memprihatinkan. Sepertinya Kepala Balai Jalan Nasional Wilayah Sumut Ir Selamat Rasidy Simanjuntak tutup mata dan terkesan membiarkan proyek tersebut kupak kapik", tukasnya.

Sambungnya, proyek pembangunan tersebut sangat besar. Sumber dananya dari APBN TA. 2020  sebesar Rp5.242.665.229.- 
Pihak pelaksan  yaitu CV Guruh diduga tidak menyelesaikan pekerjaannya, alias terlantar.
Sebagai masyarakat yang turut mengawasi jalannya program pemerintah, Ketua LSM LP3S- SU, H.Jaya Simanjuntak akan melaporkan perihal proyek tersebut ke pihak Kejatisu, Polda Sumatera Utara dan Kementrian PUPR, tukasnya.(Ra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru