Pengikut

SUMUT

NASIONAL


ETOS : Proses Rekonsiliasi Tidak Menghentikan Kasus Hukum MTP

Rabu, 07 Juli 2021 | 09.26 WIB
Kali Dibaca |

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Jakarta, metrokampung.com
Beberapa waktu lalu, polisi menetapkan anggora DPRD Deli Serdang dari Fraksi Golkar, Mikail TP Purba, sebagai tersangka. Mikail ditetapkan sebagai tersangka karena diduga merusak ruangan Kabag Hukum DPRD Deli Serdang.

“Benar (ditetapkan sebagai tersangka),” kata Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Muhammad kepada wartawan,   Sabtu (3/7/21).

 Hal tersebut mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah, dengan santai Iskandar walaupun sudah ditetaplan sebagai tersangka, persoalan ini belum menemukan titik akhir.

Bahkan, kata Iskandar belum lama beredar kabar terjadi kesepakatan damai antara tersangka MTP dengan beberapa ASN yang dijembatani oleh Sekda Kabupaten Deli Serdang Darwin Zein.

“Menurut saya ini sah-sah aja, tapi proses hukum tetap berlanjut, Sekda mau jadi pahlawan kesiangan rupanya, susah memang mental birokrat kita itu,
rekonsiliasi antara dua belah pihak yang bersengketa itu sah-sah aja, itu jalan baik, tapi proses hukum tidak serta merta berhenti, hormati hukum selurus-lurusnya, jangan gembar gembornya negara hukum tapi implementasinya nol besar,” kata Iskandar saat ditemui di Kejaksaan Agung, Selasa (6/7/21).

Menurut Iskandar, apa yang dilakukan oleh Sekda itu sudah benar. Namun, Iskandar menegaskan hal tersebut tidak mengurangi proses hukum tersangka MTP.

“Ini pidana murni kok, merusak inventaris negara, mengancam, oke yang lain mau rekonsiliasi, tapi ada satu yang tidak mau lakukan itu, itu juga harus dihormati,
Hak warga negara yang telah merasa diancam dan tetap pada jalur hukum saudara Awal Kurniawan harus dihargai, Polisi sebagai penegak hukum lakukan tindakan penegakkan hukum dengan benar dan objektif,” ujar Iskandar.

Iskandar menuturkan, kasus pengrusakan ruangan Kabag Hukum DPRD Deli Serdang ini bukan lagi menjadi isu lokal. Seluruh negeri ini sudah melihat dan ini akan menjadi barometer penegakkan hukum selurus-lurusnya.

“Tak ada warga negara kelas satu atau apapun, melanggar hukum libas habis, jangan rakyat dilibas cepat, apa bedanya MTP ini sm Rakyat?,  Tak ada yang beda dimata hukum,” ucap mantan aktivis 98 ini.
Lebih lanjut, Iskandar yakin dengan kinerja para penegak hukum bahwasanya kasus yang saat ini ditangani oleh Polres Deli Serdang akan selesai dengan menegakkan hukum yang setegak-tegaknya.

“Saya masih sangat yakin dengan kepemimpinan Kapolri membawa institusi ini menjadi lebih baik dan menjadi sahabat rakyat sesungguhnya, hukum tetap tajam ke atas maupun ke bawah. Saya yakin dengan Presisi pak Kapolri hari ini,
Siapapun yang mengabaikan point-point Presisi pak Kapolri segera akan beliau tindak,” tutur Iskandar.

“Beliau yang akan membawa kejayaan institusi Polri paska milad nya kemarin yang ke 75 tahun. Saya yakin dengan pak Kapolri, dimana jutaan rakyat Indonesia dari sabang sampai merauke yang masih merasakan diskriminasi hukum yang dilakukan oleh oknum anggotanya akan beliau tindak,” tegas Iskandar. (int/dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru