Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Kaban BKPP Labuhanbatu Zainuddin Siregar: Mungkin Dia Lagi Poning

Kamis, 26 Agustus 2021 | 23.21 WIB
Kali Dibaca |


Labuhanbatu, Metrokampung.com
Terkait pemberitaan yang menduga seolah tujuan bahasa PJ Bupati Labuhanbatu Mulyadi Simatupang kurang intlektual diduga diarahkan pada Kaban BKPP Zainuddin Siregar disikapinya (Zainuddin- red) dengan santai, menganggap bahasa itu kalaupun benar terucap dan diarahkan kepadanya itu hal salah pemahaman saja. Dan tidak meski disikapi dengan hati panas ataupun tersinggung karna bahasa PJ itu hal yang wajar selaku atasan terhadap bawahan. Menilai bahasa itu terucap mungkin karena Bapak PJ Bupati Lagi Poning," ucap Zainuddin Siregar. 

Selain itu menurutnya (Zai- red) bahwa apapun yang dihadapi  PJ selaku pimpinan yang sedang berjibaku dengan kabupaten Labuhanbatu kita tidak fahami secara utuh," papar Zainuddin Siregar. 

“Kita tidak memamahami secara utuh apa yang sedang ada dipikiran PJ saat ini. Sehingga kalau pun dia berbahasa yang dianggap kurang pas terkait SK Plt yang sedang buming menjadi perhatian publik mungkin karena beliau tidak fokus atau mungkin beliau lagi poning," ucapnya. 

Lebih lanjut dijelaskan Zainuddin, bahwa terkait sorotan publik terkait sejumlah Plt di Labuhanbatu bukanlah mutlak kewenangan BKPP. Bahwa BKPP hanya melaksanakan regulasi sesuai ketentuan. 

Selanjutnya mengenai kesimpulan dan keputusan ada ditangan pimpinan. 

”Kita hanya pelaksana regulasi," tambahnya. 

"Kita hanya menjalankan regulasi dan ketentuan, kemudian mempersiapkan segala administrasi yang semestinya, namun ketentuan tetap pada pimpinan tertinggi di Labuhanbatu saat waktu berjalan," terangnya. 

Dilansir dari pemberitaan publik yang terbit pada media potibi kemarin menyatakan bahwa PJ bupati Labuhanbatu sempat mengucapkan kata yang kurang profesional 

"Kita ini semua perampok. Penipu, wak labu, membodoh bodohi, tidak merasa tersinggung karena kita sama sekali tidak merasa melakukan pemanfaatan status Plt itu sebagai ajang isi pulsa, melainkan menjalankan peraturan dan ketentuan. Jadi kalau dianggap bahwa bahasa tersebut seolah ditujukan pada kami selaku DKPP , kami tidak merasa sedikitpun kalau bahasa itu ditujukan pada kami," tandas Zainuddin. 

"Dan menganggap pembahasan itu hanya sekedar protes agar kami selaku DKPP untuk lebih memahami regulasi peraturan hukum dan peraturan," tandas Zainuddin saat dimintai tanggapannya oleh metrokampung. com terkait pemberitaan tentang dirinya. 

Ketika dimintai tanggapannya terkait adanya publikasi pemberitaan bahwa adanya plt yang tidak mengambil SK sebagai Plt karena alasan pulsa atau apapun bentuknya ketua DPD Lsm ICON RI Labuhanbatu R. Fajar Sitorus dengan gambleng mengatakan bahwa jabatan dalam satu OPD itu adalah hasrat dan harapan setiap yang sdh memenuhi persyaratan untuk mendudukinya, jika ingin nama besar dan dinilai memiliki kapabilitas, kapasitas perlu memenuhi standard, kalau tidak siap gak haris mengumbar  argumen yang harus menganggap jabatan itu dipaksakan padanya, kalau tidak mampu jangan berharap untuk memimpin, sehingga membuka peluang bagi yang pantas dan berkompoten, simple kan?," ucapnya.

"Jangan ada lasan ini itu yang menyalahkan pimpinan dalam mencapai hasrat ketika ingin menjadi pemimpin, sanggupkatakan sanggup, tidak katakan tidak, yang lain juga punya harapan yang sama menjadi orang besar," tandasnya. 
(MK/RFS/Simon)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru