Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP JAN Piter Napitupulu Buka Suara Tidak Ada Aniaya Anggota

Kamis, 30 September 2021 | 18.56 WIB
Kali Dibaca |


Medan, Metrokampung.com
Kapolsek Percut Seituan, AKP Jan Piter Napitupulu buka suara soal tudingan anggotanya yang mengaku telah dianiaya oleh dirinya.

Kata Kapolsek, dia sama sekali tidak ada menganiaya Brigadir Faisal Ariandi. Menurutnya, luka di wajah Brigadir Faisal Ariandi itu lantaran unsur kesengajaan, karena Faisal menggesek wajah dan tubuhnya ke pasir.

“Dia (Faisal) itu menggesekkan badannya ke pasir. Enggak ada saya melakukan penganiayaan,” kata AKP Jan Piter Napitupulu, Kamis (30/9/2021).

AKP Jan Piter Napitupulu mengatakan, adapun cerita sebenarnya terkait masalah ini bermula dari adanya laporan masyarakat ke Polsek Percut Seituan.

Dalam laporannya, ada anggota Polsek Percut Seituan yang melakukan pengancaman dengan pistol dan menghancurkan bangunan pesantren. Setelah diselidiki, ternyata pelakunya adalah Brigadir Faisal Ariandi.

Dia (Faisal) sempat menodongkan pistol ke arah pemilik tanah dan juga mecekik penjaga malam yang berjaga di tempat itu,” kata Jan Piter.

Karena perbuatan oknum tersebut, bisa merugikan Polsek Percut Seituan secara kelembagaan, Jan Piter kemudian mengambil tindakan.

Kapolsek mengajak Kanit Provost untuk menangkap Brigadir Faisal Ariandi. Saya mengajak Kanit Provost juga untuk menangkapnya. Ini pun pistol jenis airsoft gun kami amankan,” terangnya.

Ia menduga, anggotanya tersebut membekingi salah seorang yang memperebutkan tanah tersebut. Sehingga Faisal dengan berani mengancam pemilik tanah, yang saat ini bersengketa tersebut.

“Ya kami kan enggak mungkin kalau ada anggota yang meresahkan masyarakat kami biarkan. Pasti kami amankan,” sebutnya.

Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Jan Piter Napitupulu menegaskan tak ada menganiaya anggotanya, yakni Briptu Faisal Ariandi.

Ia pun bisa menjamin hingga seribu persen apa yang di ucapkannya. Tidak ada saya menganiaya, 1.000 persen tidak ada penganiayaan. Tidak mungkinlah seorang bapak menganiaya anaknya atau anggotanya,” katanya.

Terkait penangkapan Faisal ia mengatakan kalau anggotanya itu termasuk bawahan yang membandel. Bahkan sudah dua kali senjata airsoft gun milik Faisal disita olehnya.

Meski demikian ia tak mau merinci kapan dan kasus apa itu diamankan. Senjata airsoft gun sudah 2 kali saya amankan. Jadi waktu kejadian disana dia juga menodongkan senjata ke masyarakat.

Terkait saksi, Jan Piter menuturkan sudah memiliki saksi kalau dirinya tidak melakukan penganiayaan dan saksi yang menerima intimidasi dari Faisal itu fitnah semuanya, saksi saksi ada. Nanti saya hadirkan saksi dan korban disitu,” ucapnya. (MK-David)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru