Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Perempuan Desa Penakluk Pria Bermobil Berujung Aborsi (12) Daster Dicampakan di Kursi Samping Tempat Tidur

Minggu, 19 September 2021 | 23.12 WIB
Kali Dibaca |


 Ucapan Ina (namanya sengaja disamarkan ya, biar suaminya gak terlalu malu dengan kelakuan istrinya sebelum dinikahi) ternyata tidak lah benar soal lekuk tubuhnya tidak bisa dilihat pria lain yang bukan suaminya.

 Sebab beberapa saat tubuhnya yang dibalut daster tanpa daleman digeletakan di samping tubuh pria kenalan barunya, Ina pun berlahan bangkit dan menduduki tubuh pria di sampingnya yang dalam posisi telentang dan hanya dibalut handuk di pinggangnya saja.

 Perlahan Ina mulai bergoyang. Kedua tangannya meremas dadanya. Desahan berujung rintihan. Tak lama Ina pun mencampakan daster yang dipakainya ke bangku samping tempat tidur.

 Tubuhnya tak lagi berbaju alias telanjang. Badannya naik turun masih posisi duduk di atas pinggang pria barunya.

 Bertahan beberapa lamam diposisi itu dan akhirnya Ina teriak kelelahan dan kemudian menjatuhkan badannya di samping tubuh pria yang dinaikinya.

 Nafas Ina ngos-ngosan kayak habis lari 1 km. Kedua bukit kembarnya terlihat jelas. Tidak  terlalu keras - tidak seperti kebanyakan punya anak perempuan sebelum menikah, malah terasa lembek sehingga terlihat melebar jika diposisi telentang.

 Setengah jam istirahat, Ina mulai seperti kayak cacing kepanasan. Tangannya mulai bergerilya ke tubuh pria yang tidur di sampingnya. Gak lama kepala Ina mengarah ke bagian tengah tubuh teman prianya. Agak lama Ina bermain-main di bagian tempat pipis cowok itu. Apa yang akan dilakukan Ina selanjutnya, ikuti terus cerita ini. 

 Ina adalah perempuan perantau dari salah satu desa di Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Deli Serdang. Dia menamatkan kuliahnya di kampus swasta di Medan. Desa kelahiran Ina pernah berjuluk desa siluman karena warganya tinggal di desa lain dan sempat viral di media cetak dan online juga media sosial facebook. Orang tua Ina menikah impal yakni nikah dengan keluarga dekat. Di kampungnya, orang tua Ina tercatat sebagai warga miskin penerima bantuan rumah dari pemerintah. Keluarga Ina selain pamong di desanya juga ada yang menjadi anggota BPD. (*/bersambung)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru