Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Pedagang Pasar Lelo Ngamuk dengan Satpol PP Sergai, Camat Sebut Soal PPKM dan Relokasi

Minggu, 10 Oktober 2021 | 21.19 WIB
Kali Dibaca |


Sergai, metrokampung.com
Puluhan pedagang Pasar Lelo di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ngamuk dengan petugas Satpol PP yang melarang mereka berjualan, Minggu (10/10/2021) siang.

Adapun alasan petugas Satpol PP melarang pedagang berjualan karena alasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Namun hal yang lain dikatakan Camat Sei Rampah, Rahmat Suhendra Damanik, ia mengatakan kedatangan petugas Satpol PP bersama dirinya terkait relokasi pedagang Pasar Lelo ke Pasar Sei Rampah.

"Ini terkait penataan kota, pedagang Pasar Lelo direlokasi ke Pasar Sei Rampah,"kata Camat.


Lanjut Camat yang akrab disapa Hendra ini, namun relokasi ini ditolak pedagang Pasar Lelo, yang memilih bertahan berjualan tetap di tempat yang lama. 

"Tempatnya sudah ada di Pasar Sei Rampah, tinggal lagi pedagang yang belum mau untuk direlokasi,"ujarnya.

Saat disinggung ada dugaan menghalangi kendaraan yang hendak masuk ke Pasar Lelo, Camat Sei Rampah membantah hal tersebut.

"Bukan menghalangi pedagang untuk berjualan, hanya terkait relokasi pedagang Pasar Lelo dipindahkan ke Pasar Sei Rampah,"tutup Hendra.

Diketahui bahwa melalui video viral yang beredar disalahsatu akun media sosial yaitu Facebook bernama Bienda Wanda Windi, tampak puluhan pedagang ngamuk pada petugas Satpol PP.

"Masuk terus masuk, kami cari makan di sini bukan jual narkoba kami di sini. Jangan kalian (Satpol PP) halangi kami jualan ya,"ungkap pemilik akun facebook bernama Bienda Wanda Windi.

Merasa tak cukup puas, pemilik akun Facebook ini terus berteriak, ia mengatakan sebelumnya para pedagang di Pasar Lelo sudah tidak berjualan selama empat kali.

"Presiden aja enggak ada ngelarang orang berdagang biar tau kalian. Empat kali kami enggak berjualan, ada pemerintah ngasih makan kami. Anak kami mau sekolah, kalau untuk masalah perut apapun kami lawan ya,"tegasnya. 

Sedangkan pedagang lainnya yang terdengar sahutannya di video yang beredar tersebut juga mengatakan, sudah bertahun-tahun mereka berjualan di Pasar LELO tidak pernah ada kejadian seperti ini. 

"Kalian (Satpol PP) minggir di situ, jangan nutupi jalan, kami mau masuk. Jangan egois kali pak, pakai toleransi, kami bertahun-tahun dagang di sini enggak pernah kek gini,"saut pedagang lainnya. 

"Kalian yang punya jabatan enak, punya gaji langsung masuk ke rekening,"tambahnya. 
Pemilik akun Facebook tersebut kembali mengatakan, para pedagang di Pasar Lelo hanya berjualan seminggu sekali.

"Kami berdagang di sini hanya sekali seminggu, kami mencari uang untuk makan, untuk anak-anak kami sekolah. Tujuan pemerintah pusat mensejahteraan rakyat,"kata pemilik akun Facebook. 

Sementara itu, tampak seorang pria mengenakan baju kaos berwarna putih mencoba memberikan penjelasan terhadap pedagang. 

"Saya kemarin sudah minta tolong dua Minggu yang lalu, tolong datang ke kantor Satpol PP. karena waktu itu sudah ada orang pasar, saya baru ganti. Saya tau permasalahnya, saya tanyak solusinya gimana,"ujar pria berkaos putih.

Namun, perkataan pria berbaju kaos putih disangkal seorang pedagang yang tak terima dengan perkataan yang disampaikan.

"Bapak ngomong bagus-bagus, tapi apa bapak bilang tadi, wajib di tutup Pasar Lelo ini. Bapak bilang seperti itu kepada saya, mati saya kalau bapak tidak ada ngomong kek gitu. Kita ngomong bijaksana, jangan nanti ngomong begini, nanti ngomong begitu, harus tegas pak,"ujar seorang pria berbaju biru bermasker putih.(ys/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru