Pantai Labu, Metrokampung.com
Kepala Desa, Pengurus Bumdes, Pengurus Koperasi dan TPK Sekabupaten Tapanuli Selatan melakukan kunjungan studi tiru ke Desa Paluh Sibaji Kecamatan Pantai Labu Program Ketahanan Pangan Desa berkelanjutan dengan pendekatan Peternakan ayam petelur, Selasa (26/8/2025).
Studi tiru yang berlangsung di Rumah Makan Khas Melayu Abijoss desa setempat di ikuti 140 orang terdiri dari kepala desa, Pengurus Bumdes, pengurus koperasi dan TPK Sekabupaten Tapanuli Selatan dan di hadiri Kepala Desa Paluh Sibaji Nasri serta Perwakilan dari Asosiasi Peternak Unggas (ASPEGAS) Sejahtera Kabupaten Deli Serdang Hasan.
Kepala Desa Paluh Sibaji Nasri mengucapkan selamat datang kepada rombongan dari Kabupaten Tapanuli Selatan ke Desa Paluh Sibaji dalam rangka studi tiru program ketahanan Pangan Desa Berkelanjutan dengan pendekatan peternakan ayam petelur.
"Kami selaku pemerintahan desa mengucapkan terima kasih kepada rombongan dari Kabupaten Tapsel yang telah memilih Desa Paluh Sibaji sebagai tempat studi tiru," katanya.
"Program ketahanan pangan ini merupakan program dari pemerintah yang harus kita laksanakan dengan tujuan program ketahanan pangan bagi warga adalah untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan yang cukup, beragam, bergizi, aman, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, kemandirian pangan, dan memenuhi kebutuhan gizi secara berkelanjutan sesuai budaya lokal," terangnya.
"Pada kali ini sesuai tema kita tentang program Desa berkelanjutan dengan pendekatan Peternakan ayam petelur, di Desa Paluh Sibaji ini ada beberapa peternakan ayam petelur yang nantinya bisa langsung di kunjungi untuk di pelajari agar bisa di implementasikan ke desanya masing-masing para peserta studi tiru," jelas Nasri.
"Harapan kami semoga studi tiru ini dapat bermanfaat bagi rombongan dari Tapanuli Selatan dan kita semua," paparnya.
Sementara itu mewakili perwakilan Rombongan dari Tapanuli Selatan Hotmatua Ritonga yang merupakan Kepala desa Angkola Sangkunur mengucapkan terima kasih atas sambutan pemerintahan Desa Paluh Sibaji kepada kami untuk melakukan studi tiru di desa ini.
Alasan kami memilih Desa Paluh Sibaji ini tempat studi tiru tentang ketahanan pangan Desa Berkelanjutan Dengan pendekatan Peternakan ayam petelur , karena Desa Paluh Sibaji dan kecamatan Pantai labu umumnya merupakan daerah penghasil telur.
"Oleh karena itu kami datang kemari untuk belajar cara beternak ayam petelur yang mana telur ini konsumsi pangan yang cukup beragam, bergizi, aman dan berkualitas untuk masyarakat sebagai peningkatan ketahanan pangan," ujar Hotmatua.
"Harapan kami kepada rekan -rekan dari Tapsel dapat memanfaatkan pelatihan atau studi tiru di Desa Paluh Sibaji ini, agar ilmu dari sini bisa di bawa pulang untuk di terapkan," tutupnya.
Senada dengan itu perwakilan dari Asosiasi Peternak Unggas (ASPEGAS) Sejahtera Kabupaten Deli Serdang, Hasan menuturkan kami dari Aspegas sejahtera menyambut baik rekan -rekan dari Kabupaten Tapanuli Selatan yang ingin studi tiru tentang ketahanan pangan khususnya kepada Peternakan ayam petelur.
Di kecamatan Pantai Labu ini ada sekitar 100 peternak Ayam petelur dengan jumlah ayam petelur sebanyak 9 Juta ekor dan menghasilkan kapasitas telur nya 9 juta butir telur setiap harinya, kata Hasan.
"Kami beternak ayam petelur di Pantai labu ini Sudah di generasi ketiga dari mulai bapak, anak dan cucu, bisnis yang turun temurun sudah 40 tahun," terangnya.
Beternak ayam petelur ini tidak bisa di pelajari dengan waktu singkat seperti pertemuan kita hari ini perlu waktu belajar terus berkesinambungan agar kita mengerti cara -cara pemeliharaannya, cuaca dan untung ruginya.
"Di kecamatan Pantai Labu ini iklimnya panas perlu perhatian khusus untuk beternak ayam petelur, kami yakin bila ada peternakan ayam petelur di Tapanuli Selatan yang berhawa sejuk hasil nya nanti lebih baik dari kami," bilangnya.
"Beternak ayam petelur ini semuanya bisa dimanfaatkan mulai dari kotorannya bisa di jual untuk pupuk kompos pertanian, telurnya bisa menambah Gizi serta kalau ayam nya sudah apkir bisa di jual, hanya bulu ayamnya yang tidak laku," ungkap Hasan sambil berseloroh.
"Jadi intinya kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan studi tirunya ke tempat kami dan mari kita terus bersilaturahmi dan berkordinasi dan kami siap membantu bila di perlukan oleh saudara -saudara kita dari Tapsel ini sebagai peningkatan ketahanan pangan," pungkas Hasan.
Kegiatan ini dilanjutkan kunjungan studi tiru ke salah satu peternakan ayam petelur di kecamatan Pantai Labu.(Lubis/MK)