![]() |
| Rapat Pansus Ranperda Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (P2K) DPRD Medan. (ft/ist) |
Medan, Metrokampung.com
Guna melahirkan Perda berkualitas, anggota DPRD Medan yang bergabung di Panitia khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (P2K) kembali melakukan pembahasan.
Dalam rapat yang dipimpin Ketua Pansus, Edwin Sugesti Nasution didampingi Wakil Ketua Pansus Laila Badri menghadirkan Dinas P2K Kota Medan, Perumda Tirtanadi, PLN dan bagian hukum Pemko Medan di gedung DPRD Medan, Senin (25/8/2025) sore.
Dari pembahasan disepakati, dalam Perda yang baru nanti, penyediaan sumber air untuk pemadam kebakaran yakni Hydrant dan Tandon akan difungsikan dan diatur dalam Perda.
Memang sangat miris, saat ini dari 60 unit jumlah Hydrant di Kota Medan hanya 5 titik yang berfungsi. Begitu juga dengan Tandon akan disiapkan di sejumlah titik rawan kebakaran.
Ketua Pansus Edwin Sugesti Nasution menyarankan kepada Dinas P2K supaya berkoordinasi dengan Perumda Tirtanadi terkait jumlah Hydrant dan Tandon yang dibutuhkan dan dipastikan berfungsi.
“Nantinya soal tanggungjawab dan perawatan supaya diatur dalam Perda. Dinas P2K supaya koordinasi dengan Tirtanadi dan PLN,” saran Edwin.
Wakil Ketua Pansus Lailatul Badri minta Dinas P2K supaya menyampaikan jumlah titik Hydrant yang dibutuhkan.
“Mungkin saja saat ini dibutuhkan lebih dari 60 titik Hydrant atau perlu pemindahan titik maka supaya koordinasi,” kata Laila.
Begitu juga kepada pihak PLN, Laila minta supaya terus melakukan pengawasan instalasi listrik dan pencurian arus listrik sehingga tidak terjadi korslet arus pendek yang menimbulkan kebakaran.Buku pelajaran daring
Sama halnya pencurian kabel listrik yang sering terjadi supaya diawasi karena abgat dimungkinkan pencurian kabel besar kemungkinan yang mengetahui paham soal listrik.
Pada kesempatan itu, pihak Perumda Tirtanadi yang diwakili Dedi Gusman menyampaikan pihaknya siap koordinasi dengan Dinas P2K untuk tugas dan wewenang yang akan dituangkan dalam Perda.
Begitu juga soal perbaikan Hydrant dan Tandon, Perumda Tirtanadi siap untuk mengaktifkan dan perlu kordinasi agar dilakukan perbaikan.
“Selama ini kurang kooordinasi, maka kami tidak mengetahui mana Hydrant yang tidak aktif dan titik mana yang dibutuhkan. Ke depan kami siap memberikan masukan dimana saja sumber air yang besar dan titik mana saja Hydrant yang sangat urgent diaktifkan,” ujar Dedi.
Sementara itu, Kadis P2K M Yunus mengatakan akan segera koordinasi terkait perbaikan Hydrant dan Tandon. Begitu juga soal jumlah titik Hydrant akan tetap kolaborasi dimana saja yang sangat prioritas.
“Kami akan melakukan kajian lebih pasti soal kebutuhan Hydrant dan Tandon termasuk soal perawatan yang akan dituangkan dalam Perda nanti,” papar Yunus. (Ra/mk)
