𝐒𝐭𝐨𝐤 𝐆𝐮𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐤𝐥𝐚𝐢𝐦 𝐌𝐞𝐥𝐢𝐦𝐩𝐚𝐡, 𝐏𝐞𝐭𝐚𝐧𝐢 𝐝𝐢 𝐏𝐚𝐡𝐚𝐞 𝐉𝐚𝐞 𝐓𝐞𝐫𝐩𝐚𝐤𝐬𝐚 𝐁𝐚𝐠𝐢 𝐒𝐚𝐭𝐮 𝐒𝐚𝐤 𝐁𝐞𝐫𝐝𝐮𝐚

Editor: metrokampung.com

​TAPANULI UTARA, metrokampung.com
Ketegangan mewarnai proses penyaluran pupuk bersubsidi di Kios Pengecer 𝐔𝐃 𝐑𝐨𝐧𝐚𝐮𝐥𝐢, Desa Silangkitang, Kecamatan Pahae Jae, Kamis (09/04/2026). Di tengah klaim pemerintah akan amannya stok nasional, puluhan petani justru harus berebut mendapatkan urea yang jumlahnya sangat terbatas.

​𝐊𝐞𝐫𝐢𝐜𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐓𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐜𝐞𝐫
​Kebutuhan mendesak di musim tanam memicu kekecewaan warga yang telah menunggu lama. Situasi sempat riuh saat petani mengetahui pasokan urea yang masuk ke kios hanya berjumlah 5 ton, angka yang dianggap tidak masuk akal untuk mencukupi kebutuhan 23 kelompok tani.


​Akibatnya, petani terpaksa melakukan langkah darurat dengan berbagi satu sak (50 kg) untuk dua orang. Tak hanya soal kuota, kemarahan warga juga menyasar Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), 𝐓𝐮𝐦𝐩𝐚𝐥 𝐇𝐮𝐭𝐚𝐛𝐚𝐫𝐚𝐭, lantaran sejumlah nama anggota kelompok tani ditemukan tidak terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

​𝐊𝐨𝐧𝐭𝐫𝐚𝐝𝐢𝐤𝐬𝐢 𝐃𝐚𝐭𝐚, 𝐒𝐭𝐨𝐤 𝐋𝐢𝐧𝐢 𝟑 𝐌𝐞𝐥𝐢𝐦𝐩𝐚𝐡
​Kondisi di lapangan ini berbanding terbalik dengan pernyataan resmi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Plt. Kepala Dinas Pertanian, Viktor Siagian, menegaskan bahwa berdasarkan koordinasi dengan PT Pupuk Indonesia, stok di Gudang Lini 3 Siborongborong dalam kondisi aman.

​"Sesuai keterangan Pak Adam selaku Koordinator PT Pupuk Indonesia wilayah Taput, pupuk bersubsidi rutin tiba setiap hari di Gudang Lini 3 Siborongborong," ujar Viktor saat dikonfirmasi.

​𝐃𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢𝐛𝐮𝐭𝐨𝐫 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐒𝐨𝐫𝐨𝐭𝐚𝐧
​Macetnya aliran pupuk dari gudang ke tangan petani diduga kuat terjadi pada level distribusi. Viktor Siagian secara tegas meminta empat distributor resmi di wilayah tersebut untuk menunjukkan empati dan bekerja lebih responsif:

- ​𝐏𝐓 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐞𝐫𝐨𝐝𝐚 𝐊𝐚𝐛𝐮𝐩𝐚𝐭𝐞𝐧 𝐓𝐚𝐩𝐚𝐧𝐮𝐥𝐢 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚
- ​𝐔𝐃 𝐍𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥 
- ​𝐏𝐓 𝐆𝐫𝐞𝐬𝐢𝐤 𝐂𝐢𝐩𝐭𝐚 𝐒𝐞𝐣𝐚𝐡𝐭𝐞𝐫𝐚 (𝗚𝗖𝗦)
- ​𝐏𝐮𝐭𝐫𝐚 𝐏𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐂𝐢𝐩𝐭𝐚 (𝗣𝗣𝗖)


​Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Direktur Utama Perseroda Pertanian Taput, Bangkit Silaban, belum memberikan respon resmi terkait kendala logistik yang terjadi di bawah naungannya.

​𝗥𝗲𝘀𝗽𝗼𝗻 𝗖𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶
​Mendengar gejolak di Desa Silangkitang, Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Hutabarat, langsung menginstruksikan dinas terkait dan pihak distributor untuk segera membuka "kran" distribusi lebih lebar.


​"𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗯𝗶𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗮 𝗯𝗶𝗿𝗼𝗸𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗹𝗼𝗴𝗶𝘀𝘁𝗶𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗺𝗯𝗮𝘁 𝗽𝗿𝗼𝗱𝘂𝗸𝘁𝗶𝘃𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗽𝗲𝘁𝗮𝗻𝗶. 𝗗𝗶𝘀𝘁𝗿𝗶𝗯𝘂𝘀𝗶 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗱𝗶𝗽𝗲𝗿𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗮𝗴𝗮𝗿 𝗽𝗿𝗮𝗸𝘁𝗶𝗸 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝘀𝗮𝗸 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗱𝘂𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝘁𝗲𝗿𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗹𝗮𝗴𝗶," 𝘁𝗲𝗴𝗮𝘀 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶.



​Kini, para petani di Pahae Jae menanti langkah konkret di lapangan. Mereka berharap pengawasan distribusi diperketat agar hak mereka sebagai produsen pangan tidak terhambat oleh masalah teknis di tingkat penyaluran.



Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Simon Sinaga
Share:
Komentar


Berita Terkini