Dari Adiankoting untuk Indonesia: 'Sentuhan Emas' Binton Simorangkir dalam Revolusi Gizi Prabowo

Editor: metrokampung.com

​Taput, metrokampung.com
Di bawah langit cerah Adiankoting, Senin (11/05/2026), sebuah babak baru dalam sejarah kesejahteraan rakyat Tapanuli Utara resmi dimulai. Namun, di balik riuhnya peresmian Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), ada satu sosok yang menjadi pusat gravitasi perubahan: Drs. Binton Simorangkir, MM.

​Bukan sekadar pemilik lahan atau tokoh masyarakat biasa, Binton kini menjelma menjadi arsitek lapangan yang menerjemahkan visi besar Presiden Prabowo Subianto ke dalam piring-piring penuh gizi bagi seribu anak sekolah setiap harinya.

Memutus Rantai Birokrasi, Menghubungkan Rakyat ke APBN
​Binton Simorangkir membawa narasi segar yang menggugah. Baginya, Dapur MBG ke-33 di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN) ini adalah "Program Terbalik"—sebuah antitesis dari birokrasi yang kaku.

​"Inilah saatnya masyarakat menikmati langsung kucuran dana APBN tanpa perantara panjang," ujar Binton dengan nada penuh optimisme saat memberikan sambutan. Ia menegaskan bahwa melalui dapur ini, rakyat bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek yang aktif mengelola kekayaan negara.

Lebih dari Sekadar Dapur: Ekosistem Ekonomi Mandiri
​Visi Binton melampaui urusan masak-memasak. Ia melihat Dapur MBG sebagai mesin pertumbuhan ekonomi desa yang dahsyat. Strateginya sangat taktis:
​Pemberdayaan Petani: Binton membagikan bibit sayur kepada petani lokal sebagai stimulus agar mereka menjadi penyedia utama bahan baku dapur.
​Penciptaan Lapangan Kerja: Dari relawan hingga pengelola logistik, dapur ini menyerap tenaga kerja lokal secara masif.

​"Masyarakat jangan hanya menjadi penonton. Menanamlah, bekerja di sini, dan rasakan manfaatnya langsung. Kita sedang menciptakan lapangan kerja dari dapur," tegasnya di hadapan para petani Adiankoting.

Apresiasi dari Bupati: Sinergi yang Solid
​Langkah progresif Binton mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat. Bupati mengakui bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada keterlibatan tokoh yang memiliki dedikasi seperti Binton.

​"Ini bukan soal banyaknya porsi, tapi soal kualitas masa depan anak-anak kita. Dan Pak Binton membuktikan bahwa sinergi lokal bisa membuat hal besar ini terjadi," puji Bupati JTP saat meresmikan fasilitas tersebut.

Harapan Baru di Setiap Suapan
​Melalui Yayasan Jaringan Tapanuli Peduli (JTP) Bonapasogit, Binton Simorangkir telah membangun lebih dari sekadar gedung; ia membangun benteng pertahanan gizi bagi generasi emas Tapanuli Utara.

​Dengan 1.000 porsi pertama yang mulai mengalir ke sekolah-sekolah, Adiankoting kini resmi menjadi laboratorium hidup bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Dan di garda terdepan perjuangan itu, berdiri Binton Simorangkir—sosok yang percaya bahwa perut yang kenyang dan bergizi adalah fondasi utama dari sebuah bangsa yang cerdas dan berdaulat.


Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
Share:
Komentar


Berita Terkini