Dukung Industri Lokal, Bupati Taput Tinjau Pabrik Kopi di Siborongborong

Editor: metrokampung.com

​TAPANULI UTARA, metrokampung.com
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor perkebunan lokal, khususnya komoditas kopi yang menjadi andalan daerah. Pada Selasa (19/05/2026), Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si (JTP), melakukan kunjungan kerja langsung ke fasilitas produksi dan pengolahan biji kopi milik PT. Sumatera Specialty Coffees yang berlokasi di Jetun, Kecamatan Siborongborong.

​Tidak sendiri, Bupati JTP hadir bersama rombongan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Di antaranya terlihat Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak, S.H., S.I.K., dan Dandim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon, S.H., M.Han. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini disambut hangat oleh pimpinan manajemen PT. Sumatera Specialty Coffees, Bapak Joko, bersama ratusan karyawan perusahaan.

​Dalam kunjungan tersebut, Bupati beserta rombongan melihat secara mendalam setiap tahapan proses pengolahan kopi mutu ekspor. Proses yang ditinjau meliputi penerimaan buah ceri kopi dari petani, tahap penyortiran, hingga proses pengeringan akhir. Di sela-sela peninjauan, Bupati JTP juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para petani lokal yang sedang mengantarkan hasil panen mereka.

​"Saya sangat bangga melihat roda perekonomian berjalan baik di sini. Terlebih lagi, mayoritas tenaga kerja yang diserap oleh PT. Sumatera Specialty Coffees adalah penduduk asli Tapanuli Utara. Ini kontribusi nyata bagi daerah," ujar Bupati JTP di hadapan ratusan karyawan pabrik.

​Kunjungan kerja ini kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama antara pemkab, Forkopimda, manajemen perusahaan, dan perwakilan petani. Diskusi strategis tersebut membahas berbagai upaya penguatan sektor hulu hingga hilir, mulai dari teknik budidaya kopi yang berkualitas, penerapan standar pascapanen yang ketat, hingga strategi menjaga stabilitas harga kopi di pasar domestik maupun pasar global.

​Bupati JTP menegaskan bahwa kopi bukan sekadar komoditas biasa, melainkan penggerak utama ekonomi daerah yang harus dijaga keberlanjutannya.

​"Kopi adalah emas hijau Tapanuli Utara. Melalui sinergi antara petani yang tekun, regulasi pemerintah yang mendukung, dan industri pengolahan yang profesional, kita harus memastikan kopi kita tidak hanya unggul dari segi kuantitas, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani lokal," pungkasnya di akhir kunjungan.



Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
Share:
Komentar


Berita Terkini