Medan, Metrokampung.com
Pemerintah Kota Medan terus mematangkan kesiapan proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Batch 2. Proyek strategis ini diharapkan menjadi solusi permanen dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menciptakan kemandirian energi di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara tersebut.
Hal itu menjadi poin utama dalam rapat koordinasi fasilitasi kesiapan Pemerintah Daerah pada lokasi PSEL yang diikuti Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman, secara daring dari Command Center Kantor Wali Kota Medan, Jumat (8/5/2026).
Wiriya hadir mewakili Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Fokus pada Eksekusi
Rapat koordinasi ini menandai dimulainya fase eksekusi untuk PSEL Batch 2, yang masuk dalam jajaran Proyek Strategis Nasional (PSN).
Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara (Waskoban) Kementerian Dalam Negeri, Amran, menyatakan bahwa pertemuan ini bertujuan menyisir poin-poin teknis sebelum kerja sama resmi ditandatangani.
"Daerah yang diundang hari ini adalah daerah yang dinilai paling siap secara dokumen dan infrastruktur untuk melangkah ke tahap penandatanganan MoU (nota kesepahaman)," ujar Amran.
Setidaknya ada lima aspek krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut:
1. Kesiapan lahan proyek.
2. Kepastian suplai volume sampah.
3. Dukungan alokasi anggaran daerah.
4. Kesiapan infrastruktur pendukung di sekitar lokasi.
5. Progres penyelesaian dokumen kerja sama dan perizinan.
TPA Terjun Jadi Pusat Operasi
Untuk Kota Medan, proyek ambisius ini akan dipusatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Pemkot Medan telah menyiapkan lahan seluas 6 hektar untuk mengimplementasikan teknologi konversi sampah menjadi tenaga listrik tersebut.
Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman, menegaskan bahwa keikutsertaan Pemkot dalam fase ini adalah bentuk komitmen untuk meninggalkan pola pengelolaan sampah konvensional.
"Ini adalah langkah nyata menuju Medan yang lebih bersih, sehat, dan mandiri energi. Kami memastikan seluruh syarat teknis dan administratif terus dipenuhi agar proyek ini berjalan sesuai jadwal," kata Wiriya.
Implementasi PSEL di TPA Terjun diharapkan mampu mengurangi beban volume sampah di Medan secara signifikan, mengingat kapasitas lahan pembuangan akhir yang semakin terbatas. Proyek ini juga diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah modern bagi wilayah lain di Indonesia.(Ra/mk)
