Medan, Metrokampung.com
Kawasan Medan Utara, khususnya Belawan, berupaya melepas stigma negatif sebagai zona rawan kriminalitas melalui penguatan identitas religius. Pemerintah Kota Medan mendukung penuh penyelenggaraan Festival Budaya Islam sebagai instrumen sosial untuk menciptakan ruang publik yang lebih harmonis atau guyub bagi masyarakat pesisir.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi panitia pelaksana dari Ukhuwah Badan Kemakmuran Masjid (UBKM) Medan Utara di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sudirman, Medan, Jumat (8/5/2026).
Rico menilai, inisiatif yang lahir dari akar rumput ini merupakan langkah strategis dalam mengubah persepsi publik terhadap Medan Utara. Menurut dia, perubahan citra suatu kawasan tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui aktivasi kegiatan kebudayaan yang melibatkan masyarakat luas.
"Saya rasa acaranya sangat bagus. Belawan harus siap untuk menyelenggarakan acara-acara besar. Masyarakatnya harus rukun dan guyub. Saya berharap semua prosesnya berjalan lancar," ujar Rico, yang dalam pertemuan itu didampingi Asisten Pemerintahan HM Sofyan dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Agus Maryono.
Gerakan Sosial
Ketua Panitia Pelaksana, Johan Arifin, menjelaskan bahwa festival ini dirancang bukan sekadar sebagai seremonial tahunan, melainkan sebuah gerakan sosial. Fokus utamanya adalah merangkul generasi muda di Medan Utara agar memiliki wadah kreativitas positif sehingga terhindar dari perilaku menyimpang dan aksi kriminalitas.
"Kami ingin membangun citra positif Medan Utara. Melalui Festival Budaya Islam, kami menghadirkan ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk berkarya dan menunjukkan sisi religius kawasan kami," kata Johan.
Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan Festival Beduk menyambut Idul Adha pada 26-27 Mei 2026 di Jalan Stasiun Lapangan PJKA Belawan. Uniknya, peserta diwajibkan menggunakan busana tradisional Melayu untuk memperkuat identitas lokal.
Selanjutnya, pada 14-16 Juni 2026, akan digelar Pawai Budaya Muslim, lomba kasidah, hingga Pawai Obor menyambut 1 Muharram. Panitia juga merencanakan kehadiran pendakwah Ustaz Das'ad Latif untuk memberikan tausiyah keagamaan.
Keberlanjutan Agenda
Pemerintah Kota Medan berharap agenda ini dapat dikelola secara profesional agar memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata. Rico menekankan pentingnya aspek keberlanjutan (sustainability) agar festival ini dapat masuk ke dalam kalender kegiatan budaya tahunan di Kota Medan.
"Kegiatan serupa harus terus digelar secara berkelanjutan. Harapannya, ini menjadi agenda budaya ikonik yang memperkuat citra Medan Utara sebagai kawasan yang aktif, kreatif, dan religius," tambah Rico.
Sinergi antara pemerintah dan komunitas keagamaan seperti UBKM diharapkan menjadi katalisator perubahan di Medan Utara. Dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, stigma negatif diharapkan perlahan luntur, berganti dengan narasi baru tentang kawasan pesisir yang aman dan berbudaya.(Ra/mk)
