𝐀𝐧𝐭𝐢𝐬𝐢𝐩𝐚𝐬𝐢 𝐊𝐞𝐛𝐚𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧, 𝐑𝐒𝐔𝐃 𝐓𝐚𝐫𝐮𝐭𝐮𝐧𝐠 𝐆𝐞𝐦𝐛𝐥𝐞𝐧𝐠 𝐊𝐞𝐬𝐢𝐚𝐩𝐬𝐢𝐚𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐠𝐚𝐰𝐚𝐢 𝐋𝐞𝐰𝐚𝐭 𝐒𝐢𝐦𝐮𝐥𝐚𝐬𝐢 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩 𝐃𝐚𝐫𝐮𝐫𝐚𝐭

Editor: metrokampung.com

Taput, metrokampung.com
Guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi mitigasi bencana di lingkungan fasilitas kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung menggelar simulasi pemadaman kebakaran. Kegiatan krusial yang diikuti oleh sekitar 50 pegawai ini berlangsung dengan tertib dan kondusif di Lapangan Bulutangkis RSUD Tarutung.

​Agenda yang diinisiasi oleh Bagian Umum RSUD Tarutung di bawah komando Kabag Umum Naomi Veronika Aritonang ini, menggandeng Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Tapanuli Utara (Damkar Taput) sebagai instruktur teknis lapangan.

​Turut hadir memantau langsung jalannya simulasi, Wakil Direktur Umum RSUD Tarutung Dortiana Simanjuntak, SE., M.Si, dan Wakil Direktur Pelayanan drg. Karen Lumbantobing beserta jajaran manajemen lainnya.

​Wakil Direktur Umum, Dortiana Simanjuntak, dalam arahannya menegaskan bahwa rumah sakit merupakan objek vital dengan risiko tinggi, sehingga aspek keselamatan tidak boleh ditoleransi.

​"Kesiapsiagaan menghadapi kebakaran bukan sekadar formalitas simulasi, melainkan manifestasi nyata dari komitmen kita dalam menjaga keselamatan pasien dan keberlangsungan pelayanan di RSUD Tarutung. Api yang besar selalu bermula dari percikan kecil yang terabaikan. Melalui latihan ini, kita bangun kewaspadaan kolektif agar RSUD Tarutung menjadi barometer fasilitas kesehatan yang aman, responsif, dan tanggap darurat," tegasnya.

Kupas Tuntas Teknik Pemadaman Api
​Dalam simulasi tersebut, personel Damkar Taput memaparkan teori "Segitiga Api"—yakni tiga elemen pemicu kebakaran yang terdiri dari oksigen, panas, dan bahan bakar. Untuk memadamkan api, salah satu dari ketiga elemen tersebut harus diputus melalui teknik pendinginan (cooling), penyelimutan (smothering), atau pemberhentian kimiawi menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Pegawai RSUD Tarutung dilatih secara intensif untuk menguasai metode TATS (Tarik, Arahkan, Tekan, Sapu) dalam pengoperasian APAR dengan jarak aman minimal 3 meter, yang meliputi:
​Tarik: Menarik pin pengaman di bagian atas tuas tabung.
​Arahkan: Mengarahkan corong selang tepat ke dasar atau pangkal api, bukan ke lidah apinya.
​Tekan: Menekan tuas dengan kuat untuk melepaskan bahan pemadam.
​Sapukan: Menyapu selang dari sisi ke sisi secara merata hingga api padam sepenuhnya.

Edukasi Penanganan Darurat Tradisional
​Selain penggunaan alat modern, para peserta juga dibekali teknik pemadaman darurat tanpa APAR. Tim instruktur mengingatkan pentingnya mengidentifikasi jenis klasifikasi kebakaran sebelum bertindak.

​Untuk kebakaran Kelas A (benda padat seperti kayu, kertas, dan kain), penggunaan air dinilai sangat efektif. Namun, untuk kebakaran yang bersumber dari area dapur (minyak/lemak) atau korsleting listrik, penggunaan air sangat dilarang karena dapat memicu ledakan hidrogen atau risiko sengatan arus listrik. Sebagai solusinya, peserta diajarkan teknik penyelimutan menggunakan kain, handuk, atau karung goni basah guna memutus suplai oksigen pada titik api.

​Kegiatan edukatif ini berjalan interaktif dari awal hingga akhir acara. Seluruh pegawai yang hadir, mulai dari tenaga medis hingga staf administrasi, tampak antusias mempraktikkan langsung teori pemadaman guna memantapkan safety culture (budaya keselamatan) di lingkungan RSUD Tarutung.


Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
Share:
Komentar


Berita Terkini