SUMUT

NASIONAL

Diduga Anak Jadi Korban Trafficking, Fahrita Minta Bantuan Jaserman Purba

Selasa, 26 Maret 2019 | 01.22 WIB
Kali Dibaca |

ROMESKO PURBA dan Fahrita Hasnum (63).

Karimun-metrokampung.com
Fahrita (63) sebagai orang tua merasa tidak tenang memikirkan nasib anaknya di perantauan dan tidak terima apabila anaknya menjadi korban agen TKI ilegal di Karimun dan di Malaysia.

"Anak saya itu diibaratkan dijual belikan disana," ini lah rintihan yang selalu ada dalam pemikiran Fahrita.

Warga Bati yang beralamat di RT 002 RW 003 Kelurahan Pamak Kecamatan Tebing menduga anak perempuannya berinisial HH (37) diduga jadi korban perdagangan manusia (Trafficking).

Fahrita menceritakan sekitar bulan November 2017 yang lalu, anaknya itu dikenalkan oleh seseorang yang berisial I kepada warga Lubuk Semut Kecamatan Karimun Kabupaten Tanjung Balai Karimun.

Tanpa adanya kecurigaan dari perkenalan berisial A menawarkan pekerjaan keanaknya sebagai pembantu rumah tangga. Bujuk rayupun terjadi, akhirnya tawaran itu diterima tanpa berpikir panjang.

A membuat paspor pelancong untuk anaknya di Selat Panjang Provinsi Riau. Setelah selesai kemudian diberangkatkan secara ilegal tepatnya pada tanggal 9 Desember 2017.

Tujuan Malaysia pun pun tiba , 1JFS  merupakan agen si A dijohor datang menjemput, selama di Johor sambungnya anak gonta ganti majikan selam 5 kali dalam 1 bulan tanpa gaji dan tidak hanya itu anak nya pun dipekerjakan di warung kopi, warung makan. Sementara paspor ditahan majikan sampai saat ini dan masalah ini sudah ditangani polisi malaysia, namun kembali lagi ke agen 1FJS katanya.

Bahkan anaknya disuruh lari oleh direktur 1FJS bernama LS ke Pulau Pinang, anaknya kembali ke Johor dan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga, gaji sempat lancar dari bulan Januari sampai bulan Juni tahun 2018, namun anaknya di tarik dari pembantu dan dipekerjakan di kantor 1JFS dengan iming iming paspor dan permit cuma-cuma akan tetapi hanya kebohongan dan anaknya bekerja di kantor 1FJS gaji anaknya tidak jelas dan kadang gajinya tidak di bayar, dan anaknya udah melaporkan masalah ini ke polisi Malaysia dan KJRI  sampai saat ini tidak tau apa hasilnya dan HH pun mengurus parjalanan laksana paspor (SPLP) dikenakan dana 16.RM dan  denda 2000 RM karna itu lah saya surati Bapak Djasarmen Purba anggota DPD RI asal Kepri agar dapat membantu saya  karna beliau sangat peduli dengan masyarakat.

Di tempat yang sama pendamping kuasa HH, Romesko Purba, Ketua Seksi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) mengatakan berisial A yang mengirim HH secara ilegal ke Malaysia sudah berapa kali melakukan hal yang sama dan pernah dilaporkan ke pihak kepolisian (Polsek Meral) karna menipu warga Karimun diduga dijadika PSK, namun karna tidak ada korban yang  melapor, hingga saat ini kasus ini terhenti.

"Jika HH kembali ke Karimun saya akan laporkan ke Polres Karimun permasalahan ini, supaya rayuan si pelaku terhenti dan tidak memakan korban ilegal lagi," kata Romesko Purba.

Djasarmen Purba Segera Pulangkan HH ke Indonesia
Sementara itu, Djasarmen Purba, SH, Anggota DPD RI Asal Kepri membenarkan surat yang ditujukan padanya, Anggota Senator dari Komite I DPD RI ini menyebut, kasus dugaan trafficking tersebut merupakan kasus yang memilukan.


"Korban trafficking terhadap HH sangat memilukan dan perlu segera ditangani serius, saya akan berupaya sekuat tenaga sesuai komite saya di DPD RI untuk mengembalikan HH ke Indonesia." ujar Djasarmen Purba.

Djasarmen Purba juga menghimbau dan mendesak Konsulat dan Kedutaan ikut ambil andil mengembalikan HH secepat mungkin.

"Himbauan atau kami mendesak KJRI Johor ikut membantu pengembalian. Apalagi HH adalah WNI asal Provinsi Kepri, kami akan menyurati KJRI agar untuk pengurusan pengembalian HH secepat mungkin," harapnya.

Djasarmen Purba sendiri selama duduk menjadi Angota DPD MPR RI memang dikenal sangat dekat dengan masyarakat Kepri, semboyannya Hidup Adalah Ibadah (HAI) menjadikannya sebagai sosok yang menginspirasi dan sensitif dipersoalan masyarakat, termaksud kasus yang sedang dialami HH, warga Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau ini.(marolop/mk)

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru