SUMUT

NASIONAL

Sebelum Akhiri Jabatan, Bupati Deliserdang Sampaikan LKPJ Tahun 2018

Rabu, 27 Maret 2019 | 08.30 WIB
Kali Dibaca |


Lb Pakam - metrokampung. com
Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Deli Serdang tahun 2018 dan akhir masa jabatan Bupati  H Ashari Tambunan dan Wakil Bupati  H Zainuddin Mars  periode 2014-2018  pada sidang paripurna DPRD dipimpin Wakil Ketua DPRD Timur Sitepu Amd didampingi Imran Obos SE dan Kamaruzaman Senin (25/3/) di Lubuk Pakam.

Dalam nota pengantar, Bupati H Ashari Tambunan mengatakan LKPJ tahun 2018 dan LKPJ  akhir masa jabatan ini berupa informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama periode 2014-2019  yang disampaikan kepada DPRD dari tahun 2014 sampai tahun 2019 yang telah mendapat persetujuan dari DPRD serta LKPJ 2018, diharapkan dapat dibahas dalam semangat kebersamaan dan persatuan untuk memajukan Deli Serdang, sehingga laporan ini dapat menjadi bahan kajian dan evaluasi guna pelaksanaan pembangunan yang lebih baik ke depan.

Pelaksanaan visi dan misi pemerintahan daerah tahun 2014-2019 adalah mewujudkan Deli Serdang yang maju, berdaya saing, religius, dan bersatu dalam kebhinnekaan , kemudian visi misi tersebut  diauraikan  dalam bentuk program dan kegiatan yang  tersusun sebagai suatu mata rantai pembangunan yang saling terkait  melalui dokumen perencanaan untuk  priode  lima tahun yaitu R%PJMD 2014-2019 dan dijabarkan kedalam  dokumen  rencana  kerja  pembangunan daerah  (RKPD)  setiap tahunnya.

Berdasarkan kesepakatan antara pihak eksekutif dengan legislatif yang tertuang di dalam Arah Kebijaksanaan Umum (AKU) dan  Perioritas  Plafon Anggaran Sementara  (PPAS) Kebijaksanaan Umum APBD (KUA) ditetapkan secara bersama –sama  bahwa  tiga sektor utama pembangunan Deli Serdang adalah pendidikan, kesehatan dan infrastruktur tanpa mengabaikan sektor-sektor pembangunan yang lain. Kemudian pembangunan ketiga sektor ini justru diarahkan menjadi motor utama yang akan menggerakkan pembangunan di sektor lainnya, guna mewujudkan tujuan pembangunan daerah.

Salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pelaksanaan pembangunan adalah bidang pendidikan antara lain meningkatnya Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk tingkat SD/MI di tahun 2018 sebesar 119,18% dari sebelumnya 118,82% di tahun 2014 , tingkat SMP/MTs di tahun 2018 sebesar 102,31% dari sebelumnya 102,15% di tahun 2014. Kemudian untuk Angka  Partisipasi Murni (APM) pada tingkat SD/MI ditahun 2018 sebesar 99,64% dari sebelumnya 99,52% di tahun 2014, tingkat SMP/MTs di tahun 2018 sebesar 97,38% dari sebelumnya 97,78% di tahun 2014.

Pada bidang Pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan telah menunjukkan keberhasilan dari segi peningkatan sarana dan prasarana kesehatan di Pukesmas dan jaringannya baik kuantitas maupun kualitas, untuk capaian yang telah diraih antara lain meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH) di tahun 2017 menjadi 71,11 tahun dari sebelumnya 67 tahun di tahun 2014. Kinerja pembangunan kesehatan juga terlihat pada penurunan jumlah kematian ibu maternal sebanyak 15 kasus pada tahun 2018 sedangkan balita dan gizi buruk sebanyak 12 orang pada tahun 2018.

Disamping itu sarana dan prasarana kesehatan juga mengalami peningkatan kualitas maupun kuantitas,dimana pada tahun 2018 pukesmas rawat inap telah meningkat menjadi 28 unit, pukesmas non rawat inap 6 unit, pukesmas membantu 110 unit, patroli kesehatan roda  empat  69 unit, patroli kesehatan roda dua  337 unit, peralatan laboratorium 34 unit dan untuk pelayanan kesehatan rujukan telah tersedia rumah sakit umum daerah lubuk pakam dan 10 RSU swasta.

Dibidang infrastruktur Selain keberhasilan yang dicapai pada bidang pendidikan dan kesehatan, bidang infrastruktur juga mengalami peningkatan kualitas maupun kuantitas jalan, dimana jalan kabupaten pada tahun 2018 meningkat menjadi 3.670,707 km dari sebelumnya 3.575,403 km pada tahun 2014 , dengan klasifikasi panjang jalan aspal pada tahun 2018 sepanjang 2.016,590 km dari sebelumnya 1.834,230 km pada tahun 2014 dan kondisi baik pada tahun 2018 mengalami, jalan kerikil.


Juga dijelaskan bahwa selama tahun 2014 hingga 2018 sebanyak 38 perestasi di berbagai bidang telah diraih di tingkat nasional dan internasional,  diantaranya  penghargaan Sertifikat eliminasi malaria dari kementerian kesehatan RI, Penghargaan di bidang ketenagakerjaan sebagai pembina keselamatan dan kesehatan kerja (K3)tingkat nasional dari kementerian tenaga kerja dan transmigrasi RI, Penghargaan berupa  plakat Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2014 dari kementerian perhubungan RI, Penghargaan Penanaman satu miliar pohon tingkat nasional dari Presiden RI Ir H. Joko Widodo,penghargan Adiwiyata mandiri dari Presiden RI, penghargaan kalpataru katagori pemerhati lingkungan dari Presiden RI, penghargaan kabupaten layak anak (KLA), Anugrah aksara tingkat madya Pada (HAI) ke 50 tingkat nasional tahun 2018.

Kemudian menerima penghargaan Natamukti dari menteri koprasi dan UKM pada Tahun 2018, Anugrah tanda kehormatan “Satya Lencana Pembangunan “ bidang KKB PK tahun 2018, Penghargaan Adipura dari menteri lingkungan hidup dan kehutanan RI, penghargaan anugerah Parahita Ekapraya dari menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan RI, penghargaan Dwija Praja Nugraha dari PGRI pusat tahun 2017.

Selanjutnya penghargaan “Paramakarya” di bidang produktivitas tenaga kerja dari kementerian tenaga kerja RI dan penghargaan Gerakan menuju 100 smart city dari menkominfo tahun 2018 dan masih banyak lagi penghargaan lain yang diterima, baik dari pemerintah, kalangan akademis, dunia usaha, LSM, Ormas, Orsospol maupun masyarakat.  Berbagai capaian tersebut merupakan bukti adanya dukungan segenap elemen masyarakat  terhadap berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah selama periode 2014 - 2019.  Sidang paripurna berikutnya  yaitu Sidang paripurna lanjutan untuk pengambilan keputusan akan digelar pada Kamis  (11/4/2019) mendatang.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru