SUMUT

NASIONAL

Senggolan di Pakter Tuak Berbuah Penganiayaan Berujung di Kantor Polisi

Senin, 10 Juni 2019 | 21.57 WIB
Kali Dibaca |

Bibir Harja yang Jontor akibat dianiaya oknum Polres Tanah Karo.

KARO – METROKAMPUNG.COM
Hanya gara gara senggolan yang berbuntut penganiayaan  , oknum Polisi yang bertugas di  Polres Tanah Karo dipolisikan warga desa Bunuraya Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo.

Pengaduan secara resmi  ini tertuang dalam Laporan pengduan korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum polisi Polres Tanah Karo tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/327/V/2019/SU/Res T Karo,tanggal 31 Mei 2019 atas nama Suharja Sinuraya (32) warga Desa Bunuraya Baru Kecamatan Tiga Panah Karo.

Terkait laporan korban yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna di desanya, Kepolisian Resort Tanah Karo dalam menyikapi kasus ini sepertinya tidak mau main-main.  Apalagi dalam kasus ini diduga melibatkan oknum dari Sat Sabhara Polres Tanah Karo.

Untuk menuntaskan kasusnya Polres Karo juga sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). SP2HP tersebut bernomor : B/157/VI/2019/Reskrim tertanggal 04 Juni 2019.

Sehubungan tentang dugaan terjadinya tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 Jo 351 dari KUHPidana yang terjadi pada hari Jumat tanggal 31 Mei 2019 sekira pukul 02.00 di Desa Bunuraya Baru Kec.Tigapanah-Karo.

Juga sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kabanjahe. SPDP bernomor : B/138/VI/2019/Reskrim tertanggal 04 Juni 2019, atas nama Kepala Kepolisian Resor Tanah Karo,Kasat Reskrim selaku penyidik AKP Rasmaju Tarigan,SH.

Kepada sejumlah wartawan , Suharja Sinuraya didampingi ibu kandungnya dan Ketua Yayasan Anak Bangsa yang bergerak dalam rehabilitasi korban penyalah gunaan narkoba, Thomas Sinuhaji  seusai memberikan keterangan di Polres Karo , Senen (10/6) pukul 13.00 wib, menyampaikan kalau awal terjadinya kasus penganiayaan terhadap dirinya hanya masalah sepele.

" Malam kejadian saya  bersama dengan Ari Suheri (20) warga Desa Mulawari sedang minum di lapo tuak "Nini Tambak" Tiga Panah. Kemudian saya berjalan dari meja saya hendak menghampiri waiters dan bermaksud menanyakan namanya. Pada saat bersamaan kami saling senggolan secara tidak sengaja," jelas Suharja.

Namun akibat senggolan tersebut pelaku seakan tidak senang dan langsung berucap, " Gak tahu kau rupanya aku polisi,sambil mengeluarkan pistol," kata Suharja menirukan ucapan oknum tersebut.
Dikatakan Harja lagi,mendengar pernyataannya bahwa dia oknum polisi maka dirinya  langsung menyatakan permohonan maaf. "Kalau kam memang polisi saya mohon maaflah bang," kata Suharja mengingatkan ucapannya pada malam kejadian.

Harja saat memberikan keterangan di ruang resum Polres Karo.


"Tetapi permintaan maaf tersebut sepertinya tidak digubris terduga pelaku dan terus saja mempermasahkan senggolan ersebut. Bahkan menantang saya duel satu lawan satu diluar lapo tuak," beber Sinuraya.

Untuk menghindari kejadian semakin menjadi-jadi korban langsung mengajak temannya beranjak pulang kerumah dengan mengendarai sepeda motor mereka.

Namun tanpa sepengetahuan mereka berdua begitu sampai didepan rumahnya, dari arah belakang muncul 2 unit kenderaan jenis avanza dan mobil dinas patroli Polisi double Cabin yang langsung memepet septor mereka.

" Sampai depan rumah tiba-tiba saya dipepet dua mobil. Satu mobil avanza satu lagi mobil patroli double kabin. Sejurus kemudian dua orang yang turun dari mobil dabel kabin dengan berpakaian polisi langsung memukuli saya dan mengatakan saya sekarang harus dibawa ke Polres Karo, dan harus tes urin," beber Sinuraya menceritakan kronologis kejadian malam itu.

Diakui korban kalau dirinya bersedia dibawa ke Mapolres Karo untuk di test urinenya, mengingat dirinya selaku salah seorang relawan anti Narkoba Tanah Karo bersih dari Narkoba, namun malam dini hari itu dia bukannya dibawa ke Mapolres Karo tetapi kelapangan Stadion  Samura Kabanjahe.

Sesampainya dilapangan Samura, Harza mengaku kalau dia tidak hanya dipukuli oknum yang berseragam polisi tetapi sudah bertambah oknum sebanyak 5 orang berpakaian sipil.

“Usai memukuli kami, mereka juga membuat rekaman Video melalui HP mereka yang isinya bahwa kami tidak akan melaporkan kejadian ini,”lirih Harja. Ditambahkan Harja, usai digibali,  ia dan temannya ditinggal begitu saja.

Sementara Ibu kandung korban K. Br Perangin-angin memohon kiranya kasus pengamiayaan terhadap anaknya dibuat menjadi terang benderang. "Saya mohon dengan sangat persoalan anak saya ini diusut sampai tuntas. Hukumlah yang bersalah," harapnya.

Seraya menjelaskan kalau kasus ini juga akan diteruskannya ke Poldasu dan Kompolnas
Sementara itu,Ketua Yayasan Anak Bangsa,Thomas Sinuhaji yang mengaku bahwa Suharja Sinuraya  merupakan kadernya dan  mengaku sangat menyesalkan kejadian itu.

"Saya mau dilakukan tes urin terhadap Sinuraya. Tetapi  oknum yang diduga melakukan penganiayaan juga dilakukan tes urin,"singkat Sinuhaji.(amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru