SUMUT

NASIONAL

Camat Datuk Tanah Datar Bongkar Warung Durian Bergincu

Selasa, 13 Agustus 2019 | 18.47 WIB
Kali Dibaca |

Camat Datuk Tanah Datar berbincang dengan pemilik warung yang akan dibongkar.

Batubara - Metrokampung.com
Camat Datuk Tanah Datar Kabupaten Batubara Wandi bersama stafnya melakukan pembongkaran warung yang dikenal dengan sebutan warung durian bergincu di pinggir Jalinsum KM 133, Selasa (13/08).

Namun  hanya 5 warung saja yang diinstruksikan agar dibongkar karena menurut Camat kelima warung tersebut berada di depan kantor Camat Datuk Tanah Datar.

"Jangan pilih kasihlah. Kalau mau menggusur ya seluruh warung di sini lah digusur semua. Alasan karena warung ini di depan kantor Camat tidak jelas. Kan seluruh warung ini di depan kantor Camat juga", ujar Ucu janda anak 3 itu masghul.

Dikatakannya seluruh warung di tempat tersebut sama kondisinya. Jadi bila acuannya tidak layak dan tak memiliki izin, menurut pemilik 5 warung yang hendak digusur ya seluruhnya harus digusur karena kondisinya semua sama.

Padahal sudah kurang lebih 10 tahun lamanya belasan warung di Jalinsum palang dusun Desa Karang Baru Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupaten Batubara tidak pernah diinstruksikan dibongkar.

Di lokasi yang dahulu dikenal sebagai warung durian bergincu belakang terbit surat peringatan  agar membongkar warung dengan alasan tidak memiliki izin dan  merusak keindahan.

Camat Datuk Tanah Datar Wandi ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan pembongkaran warung guna
menyikapi kabupaten sehat yang indah, asri dan nyaman.

"Kita harapkan kelak menjadi warung terbuka yg menjual makanan dan minuman teh.
Diwarung janganlah ditempati tidur kalaupun ada kamar untuk penyimpanan peralatan.
Kalau didiami bisa saja jadi kumuh karena jemuran dan wc yang mencolok mata", harap Wandi.

Menurut Camat,  dilokasi warung yang dibongkar direncanakan akan dibuat taman dan dibangun halte.

Disebelah halte hingga dekat rel KA silahkan kelima pemilik warung yang dibongkar dipersilahkan membangun diantara warung yang ada.
Bentuk warung tersebut terbuka tanpa kamar dan tidak ditinggali.

Namun dari 5 target hanya 1 warung yang dibongkar itupun yang dalam kondisi kosong tidak berpenghuni.

Pemilik 4 warung yang seyogianya turut dibongkar meminta waktu sekitar 2 minggu untuk membongkar warung mereka.

Diah, salah seorang pemilik warung meminta toleransi menunggu selesainya pembangunan di lahan yang diperbolehkan.

Menyikapi permohonan warga Camat Wandi menyetujui pemberian kelonggaran namun hanya selama 1 minggu. "Apabila lewat seminggu warung tersebut belum dibongkar pemilik maka akan kita lakukan pembongkaran", ucap Wandi kepada para pemilik warung. (ea.ps/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru