SUMUT

NASIONAL

ISTRI BONGOTAN SIBURIAN MANGKIR DIPANGGIL POLISI

Kamis, 30 Januari 2020 | 14.12 WIB
Kali Dibaca |


Deli Serdang-metrokampung.com
E boru Sinabariba isteri dari Bongotan Siburian tidak menghadiri panggilan alias mangkir dari penyidik Sat Reskrim Polresta Deli Serdang, Rabu (29/1). Warga Jalan Tomuan Kelurahan Cemara Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang ini dipanggil sebagai saksi dalam laporan pengaduan korban Doni Parhusip (27) warga Kampung Baru Desa Pasar Melintang Kecamatan Lubuk Pakam yang melaporkan Bongotan Siburian (52) dalam kasus pengancaman dan penganiayaan sesuai nomor pengaduan LP/18/I/2017/SU/RES DS tanggal 7 Januari 2017 lalu. Panggilan inipun merupakan panggilan yang kedua karena pada panggilan pertama pada (26/11/2019) lalu E Sinabariba juga tidak hadir untuk dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang AKP Raffles Langgak Putra SIk, membenarkan jika hingga Rabu (29/1/2020) sore, E boru Sinabariba tidak datang memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

"Nggak datang juga, kita hubungi mati nomornya," jawab AKP Raffles Langgak Putra SIk via what'sapp menjawab pertanyaaan wartawan.

Lanjut perwira berpangkat tiga balok emas dipundak ini, untuk panggilan berikutnya pihaknya akan menerbitkan surat perintah membawa saksi. "Masih coba dihubungi juga boru Sinabariba ini, cuma belum diangkat," pungkasnya.

Sementara itu, menurut pengakuan korban Doni Parhusip, dilaporkannya Bongotan Siburian alias oppung ke Polres Deli Serdang, awalnya Doni Parhusip dengan Bongotan Siburian kerjasama agar Doni Parhusip mengarahkan para juru tulis togel untuk menyetor omset penjualan kepada Bongotan Siburian alias Oppung dengan perjanjian Bongotan Siburian memberikan komisi 27 persen kepada Doni Parhusip dan terserah Doni Parhusip mau memberikan komisi kepada jurtul. Hitungan persenan pun dilakukan sekali dalam sepekan. Selain persenan omset, Doni Parhusip akan diberikan persenan jika bandar menang.

Selanjutnya Doni Parhusip mencari para jurtul dan memberikan komisi 20 persen dari omset kepada jurtul. Para jurtul togel yang direkrut Doni Parhusip pun menyetor kepada Bongotan Siburian. "Total omset dari jurtul ku berkisar Rp 40 juta," sebutnya

Maka sesuai perjanjian, Doni Parhusip meminta persenan dari omset yang disetorkan jurtulnya kepada Bongotan Siburian. Namun isteri Bongotan Siburian alias Oppung menyatakan kepada Doni Parhusip agar mengambil persenan omset pekan depannya saja. Mendengar hal itu Doni Parhusip menjawab jika ia, isteri dan anaknya perlu juga makan dan meminta uang Rp 5 juta dulu. Mendengar ucapan Doni Parhusip itu Bongotan Siburian alias Oppung memberikannya dan menyatakan agar Doni Parhusip berurusan sama Bongotan Siburian alias Oppung saja

Pekan berikutnya, Doni Parhusip kembali meminta persenan dari omset tapi isteri Bongotan Siburian alias Oppung menyatakan jika persenan Doni Parhusip sudah tidak ada lagi. Mendengar hal itu, Bongotan Siburian alias Oppung menengahinya dan menyatakan kepada Doni Parhusip agar tidak mengungkit itu lagi dan jangan ribut. Bongotan Siburian pun menyatakan agar Doni Parhusip berhubungan dengan Bongotan Siburian alias Oppung saja. "Kalau ku hitung jumlah persenan dari omset dan komisi dari kemenangan sudah berkisar Rp 20 juta," ujar Doni Parhusip.


Karena hitungan persenan dari omset seperti yang dijanjikan tidak jelas, maka Doni Parhusip beralih dan menyetor omset ke bandar togel lain yang sekarang sudah tutup. Beralihnya Doni Parhusip ke bandar judi togel lain mengakibatkan omset Bongotan Siburian alias Oppung menurun sehingga Bongotan Siburian bersama isterinya dan dua orang lainnya mendatangi Doni Parhusip ke rumahnya.

 "Saat aku terjatuh didorong Bongotan Siburian alias Oppung itu, HP juga jatuh dan diambil isteri Bongotan Siburian alias Oppung. Lalu aku mendatangi Bongotan Siburian alias Oppung kerumahnya namun aku diancam dengan pisau pada bagian leher ku di warung depan rumahnya," sebut Doni Parhusip. (Bobby Lusaka Purba/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru